Fhoto Wrataan Saat Dihadang Skuriti
*Pihak Keamanan KMP Halangi Wartawan Meliput*
MUBA oganpost.com-Ratusan pekerja PT Kirana Musi Persada (KMP) yang berada di Desa Sukarame Kecamatan Sekayu menggelar aksi mogok kerja para pekerja tersebut menuntut pembayaran Uang Lembur (UL) yang tidak dibayarkan serta tunjangan bagi Pegawai Harian Lepas (PHL) dan Pegawai Harian Tetap (PHT).

Ketika sejumlah awak media dari elektronik dan cetak akan meliput pihak keamanan dan manajemen melarang untuk masuk serta meliput aksi pegawai yang mogok kerja dihalaman perusahaan bergerak dibidang pengelolaan karet tersebut.“Ya, kenapa tidak boleh masuk, aneh dan juga pihak sekuriti tidak memberikan izin,” tanya Firdaus salah satu wartawan kepada salah satu pihak keamanan,senin(20/6)

Bahkan, pihak manajemen melarang ketika akan mengambil foto aksi para pekerja tersebut dihalaman pabrik dengan mempertanyakan izin apakah sudah diberikan oleh pihak keamanan pabrik,”Sudah belum dapat izin, kalau sudah dapat izin dapat bed (tanda pengenal). Kalau belum jangan ngeliput ini wilayah perusahaan aturan perusahaan ada undang-undangnya,” ucap fir menirukan manajer publik PT KMP, Beni Indrawan berbicara kepada awak media.

Sekitar sejam kemudian, barulah pihak manajemen memberikan waktu untuk masuk pabrik ketika Kapolsek Sekayu AKP Elyas Ekarau membacakan surat dari pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba dalam surat tersebut,pihak Disnakertrans akan memfasilitasi para pegawai dan manajeman perusahaan.

“Yang jelas, pihak Disnakertrans siap memfasilitasi oleh karena itu, saya menghimbau para pekerja untuk memilih lima perwakilan yang bisa berbicara nanti ketika difasilitasi oleh pihak Disnakertrans dengan pihak manajemen perusahaan,” ungkap Elyas.

Anto salah satu PHL menuturkan, aksi ini dilakukan karena tidak ada etikad baik dari perusahaan yang mana sebelumnya sudah disampaikan oleh temen-temen dari Sarikat Buruh Musi Banyuasin (SBMB) dilingkungan PT KMP untuk para pekerja lepas dan tetap, terkait tuntutan tapi tidak ada jawaban makanya kita melakukan aksi ini.

“Ada lima tuntutan yang kami minta, seperti uang lembur tidak dibayarkan padahal sudah lama. tunjangan bagi HL dan HT yang berbeda,padahal kerjanya sama,”ujar Anto yang setahun berkerja.

Sedangkan, Manajer Publik PT KMP Beni Indrawan ketika dikonfirmasi mengatakan, aksi ini dilakukan menuntut beberapa keingan. “Nantilah, belum bisa diberikan komentar apa-apa kan ada Disnakertrans sebagai fasilitator, kita akan mengikutinya,”terangnya.(sof)


ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: