Camat Kota Kayuagung Dedy Kurniawan S.STP.,M.Si, Koramil Kayuagung Kapten RM H Hatta dan Ipda Ansori Kanit Sabara Polsek Kota Kayuagung melakukan pengecekan, pada perusahaan perkebunan.
OKI Kayuagung, oganpost.com – Pemerintah kecamatan kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan upaya preventif guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Upaya tersebut terlihat dengan dilakukannya pengecekan langsung terhadap 3 perusahaan perkebunan yang berada di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung guna mencegah kebakaran.

Camat kota Kayuagung Dedy Kurniawan S.STP.,M.Si bersama Koramil Kayuagung Kapten RM H. Hatta dan Ipda Ansori Kanit Sabara Polsek Kota Kayuagung melakukan pengecekan pada perusahaan perkebunan di antaranya PT Rambang Agro Jaya, PT Kelantan Sakti dan PT Gading Cempaka Graha untuk melihat secara langsung kesiapan para personel yang ada di perusahaan tersebut, serta peralatan yang di-standby-kan.


Camat kota Kayuagung Dedy Kurniawan S.STP.,M.Si pada Minggu (24/7) mengungkapkan, pihaknya melakuan pengecekan kesiapan perusahaan perkebunan yang ada di wilayah kecamatan kota Kayuagung tentang kesiapan personel juga sarana dan prasarana untuk pencegahan karhutla, jadi kesiapan perusahaan bila terjadi kebakaran lahan bisa ditanggulangi sehingga tidak menjadi besar.


Lebih lanjut Dedy menjelaskan, dengan adanya pengecekan tersebut maka akan diketahui. Apakah perusahaan tersebut sudah siap dalam antisipasi kebakaran. 


"Kalau ada yang masih kurang, maka akan kita sampaikan supaya dilengkapi," jelas Dedy.

Pada kesempatan itu juga, Koramil Kayuagung, Kapten RM H. Hatta menyatakan bahwa kunjungan tersebut adalah untuk mengecek seberapa jauh kesiapan perusahaan dalam menghadapi Karhutla


"Jadi kita supervisi, mau mengecek kesiapan khususnya perusahaan. Tujuannya ya untuk antisipasi kesiapan karhurla, karena saat ini sudah masuk musim kemarau," ujarnya.

"Luas perkebunan dari 3 perusahaan perkebunan yang ada di wilayah kecamatan kota Kayuagung masing–masing PT Rambang Agro Jaya 6.000 hektar dengan 15 orang petugas pemadam, PT Kelantan Sakti 2.930 hektar dengan 30 orang petugas pemadam dan 5 menara pemantau, dan PT Gading Cempaka Graha 10.000 hektar dengan 6.000 hektar yang tertanam plasma dan inti dan 30 orang petugas serta 7 menara pemantau," lanjut Hatta.


Ketiga perusahaan perkebunan kelapa sawit ini melakukan pembuatan kanal blocking dan embung sebagai media penampungan air di areal perkebunan. Perusahaan berkomitmen agar Karhutla tak lagi mampir.


Manager Kebun PT Rambang Agro Jaya Nasution menerangkan, dengan adanya alat pemadam tersebut artinya pihak perusahaan tetap waspada.


Sementara itu, GM PT Gading Cempaka Graha Eko Widodo menyampaikan, selain kesiapsiagaan dari personel serta peralatan yang memadai, pemantauan dengan menara juga dilakukan. 


"Jadi setiap saat personel kita cek ke menara, karena kita ada 7 menara untuk mantau kebakaran," ujar Eko.

"Kita berupaya agar tragedi kabut asap tak lagi hadir di tahun ini. Pengalaman yang lalu mengajarkan kita betapa pentingnya upaya pencegahan dan pengawasan dan kami berkomitmen agar Karhutla tak lagi hadir di negeri ini. Mengingat, dampak yang ditimbulkan Karhutla ini, membuat kita waspada dini hingga melakukan upaya-upaya konkret di lapangan, seperti mempersiapkan kanal-kanal dan embung sebagi sumber penampungan air," jelas Manajer Kebun PT Kelantan Sakti P Siadari. (mbd)


Editor : Adi

ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: