Pembangunan Pasar Tradisional Modern Dipertanyakan Warga

BANYUASIN,oganpost.com - Proyek bangunan Pasar Tradisional Moderen di Pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin yang terdiri dari 3 los dan sebanyak 350 lokal ini dimana dananya senilai Rp.5 milyar dipertanyakan warga, Pasalnya proyek tahun 2014 yang mengunakan uang rakyat hingga milyaran rupiah itu keberadaannya sangat tidak layak, sempit dan tanpa dilengkapi pasilitas layaknya sebagai kawasan berjualan bahkan hanya mirip lokasi sebagai pusat lelang ikan saja,hal tersebut dikatakan Forum Gerakan Aliansi Anti Korupsi Banyuasin Syamsuri HAJ kepada wartawan senin(2/2)
dikediamannya

"Proyek pasar itu tidak wajar karena selain tidak dilengkapi pasilitas bangku dan kelengkapan lainnya yang sesuai dengan fungsi sebagai lokasi berdagang,juga hanya membuang anggaran saja sebab tidak akan ada pedagang yang akan menguhi kios-kios tersebut,''terangnya.

Dikatakan dia,untuk kontruksi pekerjaan dan teknisnya itu patut di pertannyakan ,menurut dia bukan hanya kontraktor yang harus bertanggung jawab Kepala Dinaspun harus siap memberikan penjelasan dan yang lebih penting lagi wakil rakyat dari komisi terkait pun harur berikan penjelasa," Kami warga meminta agar wakil rakyat diparlemen wajib turun kelapangan guna mengetahui langsung keberadaan bangunan dan tentunya sangat penting memberikan rekomendasi kepada Bupati Banyuasin atas ketidak layakan lokasi proyek pasar yang menggunakan dana rakyat Rp.5 milyar itu ,”paparnya.

“Menyagkut permasalahan ini Jika pihak terkait tidak ada penjelasan secara jelas masalah pembangunan los pasar ,saya bersama warga akan membuat surat secara resmi untuk dilaporkan kepihak berwajib,”tegasnya.


Sementara Kepala Dinas Pengelola Pasar Pemkab Banyuasin, Umar Usman saat dikonfirmasi mengatakan proyek itu sudah dikerjakan sesuai dengan kontruksi yang ada dan dananya bukan Rp.5 Milyar tetapi Rp.4,7 Milyar,”Untuk lebih jelasnya dan lengkapnya terkait masalah rencana bangunan dan anggara itu sekiranya rekan- rekan pers dapat bertanya langsung ke Dinas PU CK,Kalau Dinas Pasar hanya menerima serta pengoperasian saja dan nama pasar yang dibangun itu Pasar Tradisional Modern,”ungkapnya.

Terpisah Ketua Komisi III DPRD Banyuasin, Joko Aminoto duhubungi via ponsel mengatakan pihak belum mengetahui persisnya masalah pasar dipusat ibukota Banyuasin itu,"Kita belum mengetahui kondisi yang sebenarnya, maka saya perlu meninjau kelokasi terlebih dahulu,”katanya.(madi)

No comments

Powered by Blogger.