O-News Sport

KAYUAGUNG oganpost.com-Kendati tak ada korban jiwa namun pihak keluarga korban yang tinggal tak jauh dari lokasi sempat histeris setelah mengetahui dan menyaksikan rumah kerabatnya mengalami musibah kebakaran, sekira pukul 10.00 wib, Jumat (19/10/2018).

Betapa tidak saat Api mulai melalap bagian bawah rumah panggung bertingkat berada di Dusun IV desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ternyata hanya dihuni kakek Madrin yang dalam keadaan lumpuh ditinggal penghuni lainnya ke sawah dan luar rumah.

“1 unit rumah terbakar, tetapi berkat cepat dilakukan pemadaman, hanya bagian bawahnya saja yang terbakar, sementara bagian atas masih berdiri tegak saat kejadian pemilik sedang berada di sawah dan diluar rumah, yang didalam hanya ada bapak Madrin dengan kondisi menderita lumpuh,”ujar Kasat Pol PP dan Damkar OKI, Alexsander Bustomi.

Dikatakan dia tidak ada korban jiwa karena bapak Madrin berhasil diselamatkan, namun kerugian material tak terelakkan berupa seluruh perabotan rumah dan 2 unit sepeda motor hangus terbakar, Rumah tersebut dihuni 3 kepala keluarga yanhy terdiri dari 9 jiwa. Madrin beserta istri, Rizal istri berikut kedua anaknya dan Mat Soleh bersama istri dan 1 orang anaknya.

"Perkiraan penyebab kebakaran berasal dari colokan listrik yang dipakai berlebih untuk banyak peralatan elektronik sehingga terjadi konsleting. Api dapat dipadamkan dan tidak meluas dengan dukungan warga desa benawa, jumlah mobil pemadam yang diturunkan 3 unit,”ungkapnya seraya menambahkan korban saat ini memerlukan bantuan mengingat seluruh perabot Rumah tangga hangus terbakar. (red)

KAYUAGUNG oganpost.com-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mesuji Polres Ogan Komering Ilir (OKI) pimpinan AKP Darmanson SH, kembali berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal yang telah beraksi di wilayah hukumnya, Kamis (18/10) malam.

Tersangkanya Ferli Firnando (18), warga Dusun III Desa Pematang Panggang Mesuji OKI. Anak baru Gede (ABG) ini ditangkap sekitar pukul 19.30 WIB ketika dirinya berada di depan salah satu rumah makan di jalan lintas timur (jalintim) Desa Pematang Panggang.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH, didampingi Kapolsek Mesuji, AKP Darmanson SH melalui Kasubag Humas Polres OKI, Ipda Ilham Parlindungan saat dikonfirmasi, Jumat (19/10) mengatakan, tersangka ditangkap atas dasar laporan polisi LP / B – 31/  X / 2018/Res.OKI/Sek.Mesuji tanggal 14 Oktober 2018.

“Saat itu, Minggu 16 Oktober 2018, sekira pukul 16.00 WIB. Ketika melintas di jalan poros dekat persimpangan pabrik PT PKS MBJ Desa Margo Bakti Kecamatan Mesuji, korban Fitra Bina Sito (31) yang mengendarai sepeda motor dipepet tiga (3) orang pelaku menggunakan dua unit sepeda motor beat dan Vega,”terang Ilham.

Sambung dia setelah berhasil menghentikan laju kendaraan korban yang merupakan warga Rt 01 RW 01 Dusun I Desa Balian Kecamatan Mesuji Raya OKI tersebut salah seorang pelaku langsung membuang kunci kontak kendaraan korban, sedangkan pelaku lainnya merampas harta benda milik korban.

“Handphone OPPO tipe A57 warna hitam dan dompet korban yang berisikan e-KTP, ATM Bank Sumsel serta uang tunai sebesar Rp 500 ribu berhasil dirampas dan dibawa kabur oleh para pelaku yang langsung melarikan diri usai melakukan aksinya akibat kejadian itu korban mengalami kerugian materi ditafsir sebesar Rp 3,5 juta,”terang Ilham.

Menerima laporan dari korban dan setelah dilakukan penyelidikan, Kapolsek Mesuji AKP Darmanson SH akhirnya mengetahui identitas serta keberadaan salah satu pelaku di Desa Pematang Panggang yang kemudian dilakukan penangkapan.

“Saat ditangkap oleh Kapolsek Mesuji dan anggotanya, tersangka Ferli Firnando tidak melakukan perlawanan dan mengakui segala perbuatannya, sehingga dibawa ke Mapolsek Mesuji berikut barang bukti 1  bilah sajam jenis pisau bersarung kardus dan HP OPPO warna hitam tipe A57 milik korban,”ungkap Ilham sembari mengatakan, pelaku lainnya berinisial H dan R, masih diburu.(red)

KAYUAGUNG oganpost.com-Warga Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, menemukan dan mengevakuasi perahu tua yang diduga berumur lebih dari 100 tahun dari salah satu anak Sungai Komering, Jumat (19/10/2018).

Salah seorang penemu perahu, Darmawan menerangkan, sebelum dilakukan pencarian perahu tersebut, ya dan rekan-rekannya mendengar kabar mengenai adanya perahu tua di dasar sungai untuk membuktikan kabar itu akhirnya dirinya dan enam temannya melakukan penelusuran dan pencarian perahu tua tersebut.

“Sebelumnya memang ada cerita-cerita juga tentang perahu itu,perahu  diperkirakan berasal dari zaman kesultanan karena tidak ditemukan paku pada perahu dan sepertinya perahu ini terbuat dari batang sagu,”ujarnya.

Menurut Darmawan, pencarian perahu ini telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan terakhir setelah titik keberadaan perahu ditemukan, barulah dia dan rekan-rekan mengupayakan berbagai cara untuk mengangkat perahu ke permukaan.

“Untuk mengangkatnya ke permukaan kita membutuhkan waktu selama tiga hari kendalanya karena perahu berada di kedalaman tujuh meter dan perahu juga sudah tertimbun tanah dan pasir,”jelasnya.

Saat ditemukan, lanjut Darmawan, perahu masih dalam kondisi bagus dengan terikat tali yang terbuat dari serabut pohon enau,“Penemuan ini sudah kita laporkan ke pemerintah dan dalam waktu dekat katanya akan diperiksa (diteliti),”ucapnya.

Dikatakan Darmawan, jika memang benda yang ditemukan bersama rekan-rekannya tersebut benar benda bersejarah, maka pihaknya bersedia menyerahkan kepada pihak terkait namun demikian Darmawan meminta adanya pengganti biaya operasional pencarian dan pengangkatan perahu.

“Kita ini orang tujuh, setidaknya ada dana penghargaan sesuai dengan keadaan dan upaya yang sudah dilakukan,”pintahnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, Nila mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi-informasi terkait perahu yang ditemukan warga tersebut.

“Akan kita lihat, kalau memang betul (perahu bersejarah) nanti akan kita teliti kalau sekarang ini kan baru dugaan (perahu bersejarah),”katanya.

Meski demikian, diakui Nila, pihaknya terkendala untuk segera melakukan penelitian perahu tersebut sebab hingga saat ini Disbudpar OKI belum memiliki peneliti atau pengkaji benda-benda kuno dan bersejarah. 

“Kita tidak ada tim ahli, biasanya yang tahu itu tim arkeolog namun biasanya kalau ada (penemuan) yang seperti ini kita laporkan ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, karena kita masih masuk dalam wilayah mereka,”ungkapnya.(red)