O-News Sport

Pemerintah Kabupaten Banyuasin
BANYUASIN oganpost.com-Roaini janda beranak dua warga Jalan Talang Jaya Raya I (sesuai KTP), warga Kabupaten Banyuasin menderita sakit lumpuh, diabetes serta disinyalir ada komplikasi penyakit lain sudah hampir 1 tahun terbaring di kediaman orangtuanya. 

Kondisi ekonomi dirinya dan orangtua membuat Roaini hanya pasrah menahan sakit selama lebih kurang satu tahun ini  karena tak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit. 

“Selama ini belum tersentuh bantuan baik dari Pusat,Provinsi khususnya Kabupaten Banyuasin,”ujar salah seorang kerabatnya, Ismail Hamid yang mengirimkan foto dan biodata Roaini Sabtu (18/9).

Diketahui dimana Roaini kelahiran Tebing Bulang, 20 Mei 1973 ini tercatat di KTP merupakan warga Dusun II Talang Jaya Raya I Kecamatan Betung RT 007 RT 002 Kabupaten Banyuasin. 

Bagi dermawan atau pihak berwenang yang ingin melihat atau membantu Roaini, silahkan menghubungi keluarga yang bersangkutan dengan alamat di atas atau silahkan penghubungi Sdr Ismail Hamid, Hp 0812 7880 3300.(SMSI Banyuasin) 
MUSI RAWAS oganpost.com-Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud memberikan penghargaan untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Mura, Kamis (16/9/2021). Penghargaan ini tidak lepas dari Dedikasi dan Kerjasama Diskominfo Mura dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 di wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. 

Kepala Diskominfo Kabupaten Mura, H Bambang Hermanto mengatakan bahwa hari ini  (kemarin) Bupati Hj Ratna Machmud memberikan reward kepada Sosial (Dinsos), Sat Pol PP,  Polres, Kodim 0406, RSUD Sobirin, Camat Muara Beliti dan KUPT Puskesmas Muara Beliti dan Diskominfo Mura. 

Dikatakannya, pemberian penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi Bupati atas dedikasi dan kerjasama pada penanganan dan pengendalian COVID-19 yang ada di 14 Kecamatan wilayah Mura. 

Mengenai peran Diskominfo selama ini dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 sendiri. Maka Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mura mengakui disamping gencar mensosialisasikan dan mempublikasikan perkembangan kasus COVID-19. Tentu pihaknya juga mengupdate kondisi dan status zona Mura. 

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyediakan sarana prasarana untuk kegiatan yang dilakukan secara video confrence (Vidcon). 

Terlepas dari itu, dengan adanya penghargaan ini ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mura. Sebab, reward ini disamping menjadi kebanggaan tersendiri tentunya sekaligus tantangan agar pihaknya dapat bekerja lebih baik lagi sesuai tufoksinya. 

"Intinya penghargaan ini bukan membuat kami kendor. Namun, justru menjadi acuan untuk termotivasi agar bekerja lebih giat dan baik lagi,"pungkasnya.(SMSI Mura)
PALEMBANG oganpost.com-Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), ke- 33 di Beston Hotel Palembang, Rabu, (15/09) pagi. Dalam kesempatan itu, Herman Deru berpesan agar para wartawan yang telah lulus uji kompetensi nantinya dapat menjadi wartawan yang berintegritas. 

Selain itu Ia juga mengharapkan agar wartawan dapat menjadi garda terdepan mengenai pertahanan lingkungan guna menginformasikan sebab, akibat, dan dampaknya. 

Tak hanya itu, Herman Deru juga meminta insan pers mampu mensosialisasikan Undang-Undang dan segala produk hukum yang berkaitan dengan lingkungan. 

"Di UKW yang ke- 33 di Sumsel ini saya ingin ada tema, bahwa wartawan mampu menjadi garda terdepan untuk pertahanan lingkungan minimal menginformasikan sebab, akibat, dan dampaknya dan juga mensosialisasikan segala produk hukum yang berkenaan dengan lingkungan," ujar Herman Deru mengawali sambutannya. 

Herman Deru menilai, perlunya peran serta wartawan dalam mensosialisasikan hukum-hukum terkait lingkungan, melalui informasi yang dibuat dari profesi wartawan sehingga warga di pelosok desa pun   mengetahui segala bentuk pembangunan fisik, non fisik dan  kebijakan yang diambil pemerintah. 

"Kita butuh peran serta wartawan dalam hal mensosialisasikan penegakan hukum yang menyangkut lingkungan, karena penegakan hukum tanpa ada sosialisasi juga belum cukup dan juga masyarakat yang berada di desa-desa butuh sekali penyebaran informasi tentang lingkungan dan sanksi-sanksinya," ucapnya. 

Dikatakan Herman Deru, marwah (kehormatan) seorang wartawan bukan sekedar menerima kartu lulus UKW saja, menurutnya wartawan harus mempunyai simbol dari ilmu  yang didapat di lapangan. 

"Marwah seorang wartawan itu tidak cukup dengan mempunyai kartu lulus UKW, karena itu wartawan harus mempunyai simbol melalui ilmu yang didapat di lapangan dengan kode etik Jurnalistik tentunya. Diantaranya juga dapat memahami adat budaya dan kearifan lokal, serta pemahaman tentang apa yang disebarkan kepada masyarakat,"tuturnya 

Herman Deru juga, berpesan kepada seluruh peserta UKW untuk menjadi wartawan yang berintegritas dan mempunyai identitas serta mempunyai pemahaman terhadap agama, suku, dan budaya. 

"Saya berpesan, jadilah diri sendiri jangan menjadi orang lain dan jadilah wartawan yang mempunyai integritas, beridentitas serta mempunyai pemahaman terhadap agama, suku, budaya," imbuhnya. 

Diujung sambutannya Herman Deru kembali menegaskan bahwa Wartawan dapat membantu program yang sedang digencarkan dimana program tersebut adalah untuk "Mencintai Lingkungan", dirinya menjelaskan dibuatnya program ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tidak berbuat ilegal terhadap lingkungan. Dan Herman Deru berharap agar PWI selalu menjadi contoh organisasi untuk organisasi sejenisnya. 

"Belakangan ini juga saya dengungkan program cinta lingkungan, program ini dibuat untuk pemahaman kepada masyarakat agar tidak bertindak ilegal terhadap lingkungan untuk itu kita sama-sama memberitahu masyarakat melalui wartawan sekalian juga. Dan semoga PWI selalu menjadi contoh bagi organisasi sejenisnya," tutupnya. 

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, H. Firdaus Komar mengatakan,  UKW ini diikuti oleh 18 peserta  meliputi  wartawan media cetak, elektronik dan online. Dimana dalam hal ini PWI menjadi penguji sedikitnya 254 Wartawan di Sumsel yang telah lulus UKW. 

"UKW ke 33 kali ini diikuti oleh 18 wartawan yang tergabung dalam media cetak, elektronik, dan online. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya PWI menjadi dewan  penguji, di Sumsel ini ada 254 Wartawan yang telah dinyatakan lulus UKW oleh PWI," ujar Firdaus. 

UKW ke 33 kali ini lanjut dia, mengambil tema "Dengan Uji Kompetensi Mewujudkan Wartawan Beretika, Profesional, dan Berwawasan,".

Firdaus mengungkapkan, sejak UKW diadakan dari tahun 2010 lalu, PWI sepakat untuk berperan menjadikan wartawan yang berkompeten dan didasari oleh kode etik Jurnalistik. Serta juga menjalin sinergi dengan pemerintahan, dibantu oleh SKK Migas sehingga terlaksananya acara UKW tersebut. 

"Terlaksananya acara ini juga tidak lain tidak bukan turut sertanya SKK Migas Sumsel yang berkomitmen menjadikan wartawan di Sumsel beretika, profesional, dan berwawasan. Kita juga akan selalu membangun sinergi dengan pemerintahan,"paparnya 

Firdaus juga mengungkapkan rasa bangganya kepada Gubernur Sumatera Selatan yang selalu peduli terhadap Insan Pers di Sumsel, dimana Herman Deru selalu mendukung dalam meningkatkan profesionalisme  Wartawan. 

"Dalam hal ini juga saya selaku ketua PWI sumsel sangat bangga kepada Gubernur Sumsel, H. Herman Deru atas komitmen beliau membantu memajukan Pers di Sumsel karena Pak Gub sendiri orang yang perduli Pers,"ungkapnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Maherawan mengatakan UKW ini digelar untuk meningkatkan kapasitas Jurnalis dalam membantu program pemerintah setempat. 

"UKW ini juga digelar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Jurnalis yang berkompeten yang sudah lulus UKW dalam membantu program Pemerintah setempat," kata Anggono .

Dirinya juga mengatakan bahwa melalui UKW ini dapat menjalin sinergisitas antara wartawan dan SKK Migas,"Kami juga berharap dengan digelarnya UKW ke 33 ini, wartawan dapat menjalin sinergisitas dengan SKK Migas Sumsel,"terangnya. 

Turut hadir juga dalam acara tersebut,  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang Diwakili Bidang Advokasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Oktaf Riady.(dian)