O-News Sport

KAYUAGUNG oganpost.com-Proyek nasional Tol Trans Sumatera yang melintas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditargetkan sudah dapat difungsikan pada April 2018 mendatang bahkan saat mudik lebaran nanti, dua ruas jalan tol ini sudah bisa dilewati.

“Di OKI ada dua ruas (jalan tol), Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA) dan Kayuagung-Palembang Betung (Kapal Betung). Dan target April 2018 bisa difungsikan,”ujar Kepala Seksi Tiga, Maryono ditemui di Kantor Camat Kayuagung, Selasa (18/12).

Lanjut dia, namanya fungsional memang masih ada banyak hal yang butuh dibangun,"Jadi belum seutuhnya selesai. Berbeda dengan sudah operasional, itu semuanya sudah selesai mulai dari penerangan hingga rest area,”ucapnya.

Dijelaskan dia, hingga saat ini progres pembangunan tol di Kabupaten OKI ini bervariasi. Seperti progres tol PPKA sudah mencapai 88 persen, sedangkan beberapa ruas lain ada yang 49 persen.

“Berbeda karena ada beberapa seksi yang dikerjakan. Tapi kita berharap bisa sesuai target untuk itu kami berharap agar semua pihak dapat mendukung percepatan penyelesaian proyek ini,”paparnya.

Dikatakan dia dalam pembangunan proyek nasional ini masalah yang kerap dihadapi oleh pihaknya adalah masalah sosial seperti lahan yang mengakibatkan warga bereaksi. Selain itu, memasuki musim penghujan seperti saat ini juga menjadi kendala tersendiri dalam pembangunan ini.

“Jadi intinya kami mengharapkan agar semua pihak mendukung proyek ini segera selesai. Karena pada intinya kami percaya dan yakin masyarakat di sini semuanya baik,”tuturnya.(red)

KAYUAGUNG oganpost.com-Warga Desa Jermun Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir memortal jalan yang menghubungkan desa tersebut ke ibu kota kecamatan di Pampangan. 

Penutupan jalan milik kabupaten ini merupakan puncak kekesalan warga pada aktivitas truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) milik salah satu perusahaan yang membuat jalan kabupaten tersebut hancur lebur.

Warga desa Jermun menyesalkan kebijakan manajemen Perusahaan sawit tersebut yang hanya ingin mengeruk keuntungan dengan mengabaikan hak masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang dibangun pemerintah kabupaten OKI tersebut.

“Saya sangat kecewa terhadap perusahaan yang tak peduli dengan kebutuhan kami (akses jalan) dan selalu menganggap kami masyarakat kecil,”ujar warga  setempat Selasa (18/12/2018).

“Bayangkan saja ini jalan milik Kabupaten yang merupakan hak rakyat, dibangun dengan uang rakyat hancur lebur akibat aktivitas perusahaan,”ucapnya.

Akibatnya, banyak warga yang hendak melintas, baik ke kebun maupun ke kecamatan kesulitan akibat jalan rusak bak kubangan kerbau oleh truk-truk perusahaan.

“Kasihan pak warga disini tidak bisa lewat. Kalau seperti ini kan tidak ada manfaat  perusahaan untuk warga sekitar,”terangnya.

Dalam sehari lanjut warga yang enggan disebutkan namanya ini jalan satu-satu akses warga ke Ibu Kota Kecamatan tersebut dilalui puluhan bahkan ratusan kendaraan yang mengangkut Crude Palm Oil atau CPO milik perusahaan dengan tonase yang cukup besar.

“Harapannya ada tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat seperti memperbaiki jalan tersebut karena jadi satu-satunya akses warga menuju ibu kota kecamatan,”ungkapnya.(red)

KAYUAGUNG oganpost.com-Dalam rangka hari natal empat narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Kayuagung diberikan remisi,meski pihak lapas memberikan remisi, namun belum ada yang mendapatkan remisi bebas.

"Untuk di lapas ada delapan orang beragama Nasrani,empat orang berstatus napi dan empat lainnya berstatus tahanan,berbeda dengan napi, untuk status tahanan tidak bisa mendapatkan remisi,"ujar kalapas Hamdi Hasibuan melalui Kasubsi Admisi  dan Orientasi Imam Santoso.

Dikatakan dia ke empat napi ini nantinya akan mendapat remisi berbeda tapi tidak ada yang mendapat remisi bebas,"Remisi diberikan sebelumnya melalui berbagai pertimbangan salah satunya melihat perilaku para napi selama menjalani masa tahanan berkelakuan baik, sehingga tidak ada catatan hitam,”terangnya. 

Diharapkan dia dengan remisi yang diterima ini nantinya perilaku para napi akan semakin baik lagi,"Kami ingin warga binaan nantinya napi yang keluar dari lapas tidak lagi mengulangi kesalahannya dan diterima masyarakat setelah bebas nanti,” katanya. 

Kasubsi Pembinaan Lapas Kayuagung Dedi Mardjana menambahkan, banyak kegiatan keterampilan yang diberikan kepada semua narapidana sebagai bekal mereka untuk bisa dikembangkan saat sudah bebas nanti.

Bahkan dari hasil kerajinan yang dikembangkan ada yang sudah dijual seperti sabun cair dan tempe. Sementara untuk peternakan ayam dan bebek masih terus dikembangkan,“Mereka diberikan kesibukan agar tidak bosan,”ungkapnya (red)