ONews, JAKARTA - Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo mengemukakan, saat ini agitasi dan propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya atau media sosial (Medsos).

“Tujuannya, untuk mempengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan “kampanye-kampanye” mereka,” kata Donny dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB9) bertajuk “Cegah dan Perangi Aksi Teroris”, di Gedung Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Rabu (16/5) lalu.

Menurut Donny, sebanyak 143 juta pengguna media sosial (medsos) di Indonesia sangat berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme.

“Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara conten, dan narasi. Hilirnya baru pemblokiran,” ujar Donny.

Sejak pertama kali terjadi bom di gereja di Surabaya, menurut Donny, ada 1.285 akun medsos yang diblokir. Dan itu hanya dalam waktu 3-4 hari.

Kemenkominfo, lanjut Donny, sudah jauh-jauh hari melakukan proses tesebut terus menerus, yang kemudian lebih diintensifkan.

“Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi dan lainnya. Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal,” ucap Donny. 
 
(Humas Kemenkominfo/dhi)

ONews, JAKARTA - Guna meredam merebaknya ujaran kebencian dan guliran liar isu yang berkaitan dengan intoleransi di media sosial, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan mem-posting ujaran kebencian dan isu intoleransi.

“BKN akan memroses dan menindak tegas PNS yang kedapatan menyalahgunakan media sosial sebagai alat untuk menyebarluaskan ujaran kebencian dan isu intoleransi,” kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana, di Kantor Pusat BKN, Jakarta Senin (14/5) lalu.

Untuk itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan mengimbau untuk melaporkan PNS yang melakukan ujaran kebencian, intoleransi, dan memecah-belah persatuan dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Ada berbagai kanal yang bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan PNS yang melakukan tindakan-tindakan tersebut diantaranya ke kanal www.lapor.go.id, dan melalui surat elektronik ke alamat humas@bkn.go.id,” ujar Ridwan.

Mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ridwan mengingatkan, bahwa PNS itu perekat bangsa. Karena itu, lanjut Ridwan, sudah seharusnya jauh dari aktivitas ujaran kebencian dan intoleransi.

“Bagi masyarakat yang mengetahui ada PNS lakukan ujaran kebencian, laporkan!,” pungkas Ridwan. 
 
(Humas BKN/dhi)

ONews, PALEMBANG – Laga panas bakal tersaji pada pekan sembilan Liga 1 2018, malam ini (18/5). Mempertemukan dua tim raksasa asal Sumatera, PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Medan (live streaming, pukul 21.00 WIB).

Laga kali ini bukan hanya sekadar gengsi derby Sumatera dan untuk menunjukkan tim penguasa Pulau Andalas yang sebenarnya. Namun, kedua tim memiliki misi khusus. Sriwijaya FC berambisi merebut poin untuk mendongkrak posisinya di klasemen Liga 1.

Laskar Wong Kito saat ini masih bertengger pada peringkat 5 dengan 13 poin dari delapan laga yang dijalani. Jika sukses merebut tiga angka, maka Sriwijaya FC bisa merangsek ke tiga besar klasemen.

Sementara, PSMS Medan juga miliki ambisi besar dalam pertandingan kali ini. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Selain itu, target wajib menang juga untuk memperbaiki peringkat yang saat ini masih bercokol di posisi 15 dengan 9 poin dari delapan laga.

“Kami ingin mempertahankan tren positif yang berhasil kami bangun. Pemain harus terus bekerja keras untuk bisa memberikan hasil terbaik,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.

Sejatinya, Sriwijaya miliki kans besar untuk merebut poin PSMS. Kondisi tim ber-jersey kuning ini sedang bagus-bagusnya. Dari lima pertandingan terakhir, Hamka Hamzah dkk belum tersentuh kekalahan. Yakni, tiga kali seri dan dua kali menang. Bahkan dua kemenangan diraih di dua laga terakhir. Di kandang Bali United menang 4-3 dan ketika menjamu Bhayangkara FC menang 2-1.

Belum lagi rekor head to head empat laga terakhir, Sriwijaya FC lebih unggul dengan merengkuh tiga kali menang dan satu kali seri. Kehilangan Mahamadou N’Diaye akibat akumulasi kartu tak menjadi masalah bagi Sriwijaya. Mereka masih banyak stok pemain bertahan berkelas. Sebut saja ada Marckho Meraudje, Bio Paulin ataupun Ahmad Fariz.

Namun, tetap saja Sriwijaya harus waspada. Sebab, Stadion Teladan terbilang angker bagi tim tamu. Terbukti, dari empat laga home, skuadra Djajang Nurjaman hanya satu kali alami kekalahan. Yakni tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC. Sisanya menang.

Belum lagi, Frets Butuan dkk pasti bakal tampil menggila. Itu demi membalaskan dendam setelah kalah 2-3 dari PS TIRA pada laga sebelumnya.

“Striker mereka (PSMS, red) sudah menunjukkan sentuhan yang baik. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Tentu harus kami waspadai,” lanjut RD, sapaan Rahmad Darmawan.

PSMS memiliki banyak pemain yang memiliki kekompakan bermain dan kecepatan tinggi. Di antaranya, Wilfried Yessoh, Frets Butuan, dan Suhandi.

“Terpenting, pemain tetap fokus. Untuk pengganti pemain yang absen ditentukan nanti,” tambahnya.

Pelatih yang pernah menukangi Persipura Jayapura itu menilai, pemenang laga malam ini akan ditentukan berdasarkan fokus, kualitas dan agresivitas yang tak henti dalam 2×45 menit. Ia pun meminta Hamka Hamzah dan kolega untuk menyerang sejak menit awal dan berupaya maksimal menguasai permainan.

“Kami akan berupaya mengimbangi kualitas yang dimiliki Medan. Karena mereka terkenang agresif saat bermain di kandang,” tambah RD.

Dia mencontohkan saat Persija, salah satu tim kuat yang tengah on fire bertandang ke Stadion Teladan. Mereka dibuat tak berkutik, dan kalah dengan skor 3-0 dari tuan rumah. Hal inilah yang harus diantisipasi oleh Laskar Wong Kito di pertandingan malam ini lantaran PSMS kini juga dijuluki sebagai pembunuh tim besar.

Lain bagi Alberto Goncalves, striker Sriwijaya FC. Dia berharap bisa mencetak gol. Dengan membawa motivasi dari lawatan sebelumnya di Medan saat Beto menjadi pencetak gol tunggal.

“Sama seperti kita, main di kandang tentu ada motivasi lebih. Tapi kita harus fokus, dan sudah maksimalkan sesi latihan. Sekarang waktunya kita buktikan persiapan kita,”ujarnya.

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman melihat pertandingan besok sebagai awal berat bagi timnya melakoni laga di bulan Ramadan. Dari lima pertandingan, timnya akan menjamu tim kuat di kandang dan bertandang ke Kalimantan.

“Di kandang kita kedatangan tim kuat, bertandang ke Kalimantan. Ditambah faktor jarak yang akan membuat pemain kami kelelahan. Jadwal di bulan Ramadan ini cukup memberatkan,”jelasnya.

Melihat performa calon lawan, Djajang punya penilaian sendiri terhadap skuad Jakabaring. Menurutnya, Hamka Hamzah dan kolega adalah satu dari dua tim yang menurutnya konsisten di liga 1 musim ini, selain Persebaya.

Mental dan motivasi pemain Sriwijaya FC tak kendur hingga peluit akhir yang menjadi senjata mematikan. Seperti dalam laga sebelumnya saat melawan Bhayangkara FC, dimana Sriwijaya FC mencetak dua gol di menit akhir.

“Kami berharap bisa memetik kemenangan dan menjaga psikologis, walaupun secara materi mereka punya kualitas lebih baik,” tambahnya.

Pemainnya akan mengawal ketat pergerakan Alberto Goncalves. “Tidak ada alasan untuk tidak menang. Kami akan berusaha sekuat tenaga,” tukas Djajang.

(red)


ONews, MUBA - Seperti tahun sebelumnya, Pemkab Muba selalu menggelar pasar dadakan selama bulan Ramadhan. Pasar yang dikenal dengan nama pasar bedug itu hanya ada selama sebulan pada bulan Ramadan.

Hari ini Kamis (17/05/2018) Plt Bupati Muba Beni Hernedi membuka gelaran pasar besug yang berada di halaman gedung perjuangan Sekayu. Ada puluhan lapak yang disiapkan Pemkab Muba yang mulai dibuka dari pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Umumnya pasar diisi pedagang makanan dan minuman khas untuk buka puasa atau ikenal dengan "takjil" serta makanan khas daerah Muba.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi yang membuka kegiatan tersebut berharap pasar bedug ini dapat membantu para pedagang dalam meningkatkan pendapatan, membantu masyarakat yang tidak sempat masak untuk mendapatkan menu buka puasa dan yang terpenting dapat menggeliatkan ekonomi kerakyatan di pasar.

"Kita berharap dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan, Pedagang kita koordinir dan diberi lapak di halaman pasar perjuangan sekayu dan kecamatan Sungai Lilin kita buka juga", ujarnya. 


Selain itu, tujuan diadakan pasar bedug ini adalah untuk menata agar para pedagang lebih tertib dan rapi, sehingga tidak menimbulkan kesemerawutan di jalan-jalan khususnya jalan protokol.

Beni juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang kualitas dan bahan yang digunakan dalam membuat menu berbuka puasa yang di jual di pasar bedug.

Dalam kesempatan itu, Beni didampingi Istri Susi Imelda Beni menyempatkan untuk membeli dagangan yang dijual pedagang. Ia mendatangi satu persatu pedagang untuk melihat dan membeli takjil dan makanan yang dijual.

(sof)


Pemkab Muba Miliki Aplikasi Perizinan Online

ONews, MUBA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah komando Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Beni Hernedi untuk terus meningkatkan pelayanan publik terus dibenahi. Kali ini, Pemkab Muba melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) resmi memiliki aplikasi perizinan secara online.

"Jadi, masyarakat yang mau mengurus perizinan di Muba jadi lebih gampang, ini sudah komitmen Pemkab Muba untuk terus berbenah dan melengkapi kebutuhan masyarakat di Bumi Serasan Sekate ini," ujar Plt Bupati Muba, Beni Hernedi di sela launching aplikasi perizinan online, di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (17/5/2018).

Dikatakan, ada 16 cakupan perizinan online yang mulai diterapkan oleh Pemkab Muba melalui DPM-PTSP, yakni diantaranya Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), Izin Pendirian Sekolah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Menara, Izin Mendirikan Klinik, Izin Survey/Penelitian, Izin Usaha Perdagangan (IUP), Izin Teliti Ulang Pembuangan Air Limbah ke Air dan Sumber Air, SPPL, SPPL MBR, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Izin Penyelenggara Kursus, Izin Usaha Toko Modern (IUTM), Izin Memanfaatkan Tenaga Asing (IMTA), Izin Usaha Industri (IUI).

"Nah, untuk kebutuhan masyarakat yang ingin mengurus 16 poin perizinan ini tidak perlu lagi datang ke kantor DPM-PTSP. Jadi, cukup akses ke website dpmptsp.mubakab.go.id semua persyaratan dan kebutuhan administrasi bisa dilakukan secara online," bebernya.

Menurut Beni, di era digitalisasi dan serba online ini memang sangat dibutuhkan pelayanan yang digitalisasi pula guna mempermudaha masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi. "Perlahan masyarakat akan mengikuti perkembangan teknologi dengan metode seperti ini, selain itu bisa meningkatkan daya saing masyarakat itu sendiri yang nantinya berdampak ke kesejahteraan warga," ulasnya.

Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Muba, Erdian Syahri, SSos, MSi, menyebutkan implementasi perizinan secara online ini juga bisa meminimalisir adanya praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. "Kalau semua sudah dilakukan secara online, artinya peluang oknum untuk melakukan pungli sudah tidak ada lagi," urainya.

Ia menambahkan, Pemkab Muba melalui DPM-PTSP akan terus berbenah untuk selalu komitmen mempermudah pelayanan terhadap masyarakat khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin. "DPM-PTSP akan terus berupaya untuk memberikan kemudahan terkait pelayanan dan kebutuhan masyarakat di Muba," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga, DPM-PTSP Muba mendapatkan penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel-Babel sebagai instansi pertama di Sumsel yang menerapkan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) mulai 8 Agustus 2017 lalu.

(sof)

 
ONews, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menempuh berbagai cara agar harga beras bisa terjangkau dan stabil di pasaran. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI) yang memotong panjangnya rantai pasok dari petani ke konsumen akhir.

Kepala Dinas TPH OKI, Syarifudin, SP, M. Si mengungkapkan toko tani bisa menjual beras dengan harga cukup murah lantaran membelinya langsung dari kelompok tani. Harga beras dengan kualitas medium dibanderol Rp 8.000/kg.

"Untuk membantu masyarakat kita buka toko tani. Beras medium yang dijual ke masyarakat harga nya Rp 8.000/kg kalau di Pasar Rp 10.000/kg karena kita pangkas rantai distribusinya. Ini murni beras dari petani OKI” Ungkap Syarifudin.

Dia mencontohkan, beras yang disuplai ke TTI di Kayuagung salah satunya berasal dari Gapoktan (gabungan kelompok tani) di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya dan Air Sugihan.

"Gabungan kelompok tani di sini kuasai ratusan hektar dengan jumlah kelompok tani puluhan. Setelah digiling, langsung didistribusikan ke konsumen lewat TTI," ujar Syarifuddin.

Selain relatif lebih murah, sambungnya, keberadaan TTI juga berada di lingkungan dekat masyarakat sehingga sangat mudah dijangkau.

“Di Kayuagung Agung kita buka di tiga titik Di Halaman Dinas Ketahanan Pangan, Di Kelurahan Sukadana ada juga di kecamatan-kecamatan seperti di Kecamatan Pedamaran” Ungkapnya.

"Kalau dengan TTI ini kan dipangkas dari sebelumnya 7 rantai pasok hanya jadi 3 saja, dari Gapoktan ke TTI, kemudian langsung ke konsumen. Poin pentingnya lagi, TTI ini ada lingkungan masyarakat, Pedagang TTI tidak bisa jual dengan harga semau sendiri, tapi kita jamin suplainya," ungkap Syarifudin.
 

Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas KTPH Kabupaten OKI, M. Aidil yang membidangi toko tani menegaskan bahwa stok beras selama bulan Ramadhan ini akan aman. Menurutnya, ketersediaan beras di gudang, dan pasaran masih aman. “Sudah kita pantau disejumlah gudang penyimpanan dan pasar, stok dan harganya stabil,” kata Aidil.

Bahkan, lanjut dia, di sentral-sentral produksi beras seperti Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya serta Kecamatan lainnya hingga saat ini masih ada yang panen. “Jadi amanlah,” ujarnya.

Tokoh tani ditambahkan aidil untuk saat ini baru menyediakan beras karena cabai masih dalam masa tanam.

“Untuk cabai mudah-mudahan di sentra-sentra cabai kita seperti di Pedu Jejawi dan Lempuing Jaya pada pertengahan puasa nanti sudah panen, sementara ini masih dipasok dari pasar induk Jakabaring” Ungkapnya.
 
(ril/dhi)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto
ONews, PALEMBANG - Sering beredarnya informasi atau berita hoax di kalangan tenaga pendidik atau guru menuai respon dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto, Ia menilai dirasa perlu untuk mengingatkan tenaga pendidik atau guru khususnya di kota Palembang untuk tidak ikut-ikutan menyebar informasi dan berita yang kebenarannya masih diragukan di media sosial (medsos).

"Ya, kalau bisa guru jangan ikut-ikutan menyebarkan informasi atau berita yang kebenarannya belum dikroscek secara detail. Fokus saja dengan edukasi, jangan terjebak dengan sesuatu yang tidak benar," tegas Zulinto, Kamis (17/5).

Ditambahkan Zulinto, terlebih saat ini bulan suci ramadhan dimana semua umat Islam dituntut untuk menahan diri dan selalu berbuat kebaikan.

"Ya, saya minta betul guru dan perangkat pendidik di Palembang jangan terjebak menyebarkan kata-kata yang tidak benar dan dapat merugikan orang lain di media sosial (medsos)," ujar Ketua PGRI Sumsel itu.

Ia mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik dan perangkat sekolah untuk bijak dalam menggunakan medsos dan sepatutnya memberikan contoh yang baik bagi peserta didik.
"Intinya kalau kita ikut-ikutan menyebarkan info atau berita bohong tentu akan berurusan dengan pihak berwajib," tegasnya.

(red)