O-News Sport

BANYUASIN Onews.com
– Jika tidak ada perubahan, Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Terpilih H Askolani SH MH dan H Slamet akan dilantik oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin pada 18 September mendatang di Griya Agung Palembang.
Pelantikan Solmet ini, akan berbarengan dengan pelantikan Bupati Empatlawang, Bupati Muaraenim, Walikota Lubuklinggau, Walikota Pagaralam, Walikota Prabumulih, dan Walikota Palembang. Sedangkan Lahat November 2018, dan OKI Januari 2019.
Setelah pelantikan, pada tanggal 30 September bertempat di rumah Dinas Bupati Banyuasin akan digelar syukuran berupa pengajian dan Dzikir Munakif menghadirkan KH Ahmad Muzaki dari Jember Jawa Timur sekaligus merayakan tahun baru Islam.
Bupati Banyuasin terpilih H Askolani SH MH menegaskan bahwa pemberitahuan secara resmi terkait pelantikan dirinya belum diterima, namun informasi yang didapat secara lisan bahwa pelantikan oleh Gubernur H Alex Noerdin di Griya Agung pada 18 September.
“Kalau memang pelantikan tanggal 18 September, tentu syukur Alhamdulillah, artinya kita bisa bertugas lebih cepat untuk melanjutkan pelayanan dan pembangunan Kabupaten Banyuasin, “katanya.
Yang pasti terang Askolani, setelah pelantikan pihaknya akan menggelar syukuran dengan mengadakan pengajian dan dzikir akbar di rumah dinas Bupati Banyuasin.
” Pengajian dan Dzikir ini sekaligus merayakan tahun baru islam. Dan ini sebagai bentuk syukur kita rakyat Banyuasin kepada allah swt yang telah mengabulkan doa kita semua sehingga proses pilkada berjalan aman damai dan atas dipercayanya saya dan pakde Slamet sebagai pemimpin Banyuasin periode 2018-2023, “katanya.
Dalam kesempatan ini, H Askolani mengajak seluruh masyarakat Banyuasin untuk tetap satu dan bersama-sama dalam membangun Banyuasin lima tahun kedepan. “Tugas kita menjadikan Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera 2018-2023, ini butuh kerja keras kita bersama-sama, “tandasnya.


BANYUASIN OPO - Adanya isu larangan atau aturan penggunaan pengeras Suara di Masjid, musolah maupun langgar di Indonesia, menadapat tanggapan dari wakil ketua DPRD Banyuasin  Sukardi SP. Sekrataris DPC PDIP Banyuasin ini mengatakan bahwa utuk saat ini di kabupaten Banyuasin belum ada masalah tentang surat edran azan atau penggunaan pengeras suara tersebut bahkan sejauh ini di masjid-masjid maupun musolah tetap berjalan seperti biasa tidak ada  persoalan.
  '' Kabupaten Banyuasin ini terdiri dari berbagai agama dan sejauh ini juga belum ada agama lain yang protes soal pengeras suara tersebut jadi saya himbau kepada masyarakat Banyuasin khususnya Muslim agar tetap beraktifvitas seperti biasa,tetap gunakan pengeras suara seperti biasa.'' ujarnya saat di bincangi wartawan Senin (3/9).
  lanjut dia, baik di pemerintahan maupun di DPRD belum ada masyarakat yang mempersoalkan himbauan atau mengajukan keberatan soal isi himbauan pengunaan pengeras suara seperti yang kita dengar saat ini, baik di Medsos maupun menjadi perbincangan ditengah masyarakat.
   '' sekali lagi saya tegaskan masyarakat khususnya Umat Muslim yang ada di Banyuasin, tetaplah seperti biasa jangan muda percaya dengan isu maupun hal negatif lainya, sebab sejauh ini kami belum pernah menerima surat edaran atau pemberitahuan agar aturan penggunaan spekar tersebut diterapkan di kabupaten Banyuasin.'' imbuhnya
   lagi pulah sambung dia, jikapun ada himbauan seperti ini, tentunya Kementerian Agama melalukan sosialisasi terlebidahulu dan tidak mungkin menerapkan aturan serta merta seperti isu yang beredar saat ini.
  '' kita yakin dan percaya apa lagi Indonesia ini mayoritas pemeluk agama islam, barang mustahil Kamentrian Agama membuat suatu aturan tanpa kompromi sama para pemuka agama khususnya islam. jadi selagi itu baru sekedar isu saya harap para tokoh agam dan masyarakat Banyuasin tetaplah berjalan seperti biasa.'' pungkasnya.
HM Lubis MKes, Kepala Dinas Kesehatan OKI
ONews.id, Kayuagung - Imunisasi Measles dan Rubella (MR) yang ditargetkan selama Agustus-September 2018 di seluruh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga saat ini sudah mencapai 50,37 persen.

Dinas Kesehatan Kabupaten OKI optimis target minimal 99 persen jumlah anak yang menjadi sasaran bisa terpenuhi hingga akhir September.

“Hasil pelaksanaan kampanye MR di OKI sampai tanggal 1 September 2018 sudah mencapai 50,37 persen. Jumlah anak yang sudah diimunisasi 112.655 anak. Kami optimis hingga akhir September mendatang target 99 persen anak sudah imunisasi MR bisa tercapai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan OKI HM Lubis M Kes, Senin (3/9).

Menurutnya, untuk jadwal pelaksanaan penyuntikan vaksin MR tidak ada perubahan karena sudah sesuai jadwal yang dibuat puskesmas masing-masing. Jadi jadwal tersebut sudah dikirim sebelumnya ke sekolah SD hingga SMP sampai dengan usia 15 tahun.

Sementara itu, setelah kampanye imunisasi MR selama Agustus-September, mulai bulan Oktober mendatang, imunisasi MR bahkan akan menjadi imunisasi wajib yang bisa didapatkan di pusat pelayanan kesehatan. Selain itu, bayi berusia sembilan bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak, akan langsung mendapatkan imunisasi MR.

(*)