O-News Sport

O NEWS-Muara Enim- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD) Muara Enim Rohaini SH menerima langsung kehadiran ketua DPD partai Demokrat Ahmad Yani bersama rombongan dalam penyerahan berkas bakal calon legislatif periode 2019 - 2024 pada Selasa,(17/7) di ruang KPUD Muara Enim.

Rohaini selaku ketua KPUD Muara Enim menerangkan dalam sambutannya KPUD akan mengembangkan tugas seperti yang tercantum didalam perundang undangan, " ya akan kita diterima semua berkas pencalonan peserta caleg sesuai dengan aturan dan perlengkapannya", ujar Rohaini.

Senada dikatakan komisioner KPUD Ahyakudin menerangkan dalam pencalekan ini  pihaknya akan berbicara hanya terhadap LO saja, persyaratan lanjutnya semua caleg haruslah memenuhi syarat dan dibubuhi oleh cap basah atas tanda tangan ketua parpol, ungkapnya, "ya dokumen yang harus diterima ada 2 ( dua)   BI dan b2 serta SK yang dilegesir juga pendaftaran harus diperbaiki bila salah, serta  harus ditandatangani oleh ketua dan caleg dengan tanda tangan dan cab basah", jelas Ahyakudin.

Diteruskan Ahyakudin mengenai pemeiksaan dokumen para calon akan diperiksa, ada atau tidak adanya kekurangan dan ceklis memenuhi atau tidak memenuhi syaratya, ucapnya.

" Tentu kaitan dengan dokumen ada hak copy dan silon hal itu harus sama, bila tidak sama akan.kita pertanyakan", jelas Ahyakudin.

Sementara itu ketua DPD Partai Demokrat Muara Enim Ir.Ahmad Yani MM. dikesempatan itu mengungkapkan bahwasanya partai Demokrat hari ini secara serentak secara Nasional menyerahkan berkas pencalegkan, " ini sesuai dengan instruksi pusat harus serentak", ujar Ahmad Yani.

Mengenai pemberkasan ini ujar Ahmad Yani tidak ada pekerjaan yang sempurna untuk itu akan kami lengkapi bila ada kekurangannya tutupnya.(Azhari)

O NEWS-INDRALAYA(OI) Kalau selama ini warga Ogan Ilir hanya mengenal jembatan Pesona Tanjung Senai sebagai destinasi wisata andalan khususnya untuk berfoto ria, kini masyarakat di Bumi Caram Seguguk tak perlu bingung dan jauh-jauh lagi mencari tempat wisata.

Tak jauh dari jembatan pesona Tanjung Senai, ada Kampung Warna-warni di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu, yang kini menjadi wisata andalan baru warga Ogan Ilir khususnya warga di sekitar kecamatan Tanjung Batu.

Panorama keindahan alam yang didominasi puluhan hektar rawa lebak ditambah dengan corak bangunan warna-warni seolah memikat perhatian para pengunjung. Mereka terlihat berselfie ria di kampung warna-warni Desa Burai.

Untuk menuju ke lokasi bisa dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, jarak tempuh tidak begitu jauh dan hanya berjarak lebih kurang 15 kilometer mengitari Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya.

Sejumlah fasilitas sarana prasarana pendukung untuk memanjakan pengunjung nampak tersedia di lingkungan lokasi kampung warna-warni Desa Burai antara lain transportasi air berupa perahu.

Untuk mengembangkan wisata kampung warna-warni, Pemerintah Desa setempat telah melakukan pengecatan di beberapa lokasi. Pengecatan warna-warni mulai dari jalan setapak hingga perumahan penduduk yang terletak di bibir sungai Kelekar aliran sungai Ogan.

Kepala Desa Burai, Feriyanto mengatakan, pengecatan sudah dimulai dilakukan pada awal Maret lalu, dengan memberdayakan masyarakat dan pemuda desa.

"Titik lokasi yang dilakukan pengecatan sebanyak 327 lokasi, adapun lokasi tersebut yakni kantor pemerintah desa, Poskesdes, jalan setapak, dan perumahan penduduk yang berada di pinggir sungai," katanya.

Untuk biaya cat, Feriyanto mengatakan bantuan dari pemerintah, bank dan perusahaan. Selain itu, ada juga bantuan dari pertamina untuk pengecatan 150 rumah. Dirinya bersyukur rencana kampung warna-warni tersebut sudah terealisasi dan didukung oleh semua pihak, dan sekarang proses pengecatan masih terus dilakukan.

''Selain pengembangan kampung warna-warni, kita juga menyediakan kuliner makanan ringan berupa kemplang, pindang dan beberapa kuliner lainnya yang bisa dinikmati pengunjung yang nantinya datang ke sini. Kuliner yang tersedia bisa dibeli dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh," paparnya.

Udin (50), warga sekitar mengaku pengembangan Desa Burai menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten OI atas inisiatif dari Bupati OI pada tahun lalu.

''Kemudian, barulah dikembangkan awal tahun 2018 ini. Sudah banyak pengunjung yang datang ke sini, pengunjung didominasi para kawula muda," ujarnya.(frd)

O NEWS-Muara Enim - Adanya pemberitaan yang mendiskreditkan organisasi profesi wartawan, yang mengatakan salah satu organsaai wartawan memanfaatkan dana hibah untuk pelesiran di media Police Wacth  beberapa waktu lalu, dibantah keras oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PWI Kabupaten Muara Enim Andi Candra di dampingi Panitia Pelaksanaan Study Banding, di Sekretariat PWI Kabupaten Muara Enim, Senin (16/7/2018).

Menurut Andi, apa yang dilakukan adalah salah satu program kerja PWI Muara Enim yakni melaksanakan studi banding ke PWI Provinsi DI Yogyakarta. “Kegiatan itu jelas dan nyata. Kita kesana berkunjung langsung ke kantor PWI DI Yogyakarta dan diterima langsung oleh Ketua PWI DIY, Bapak Suhono dan jajaran kepengurusan disana. Tidak benar jika kami kesana hanya untuk pelesiran,” tegas Andi.

Andi mengungkapkan, banyak hal yang pihaknya dapat dari studi banding tersebut, diantaranya dapat mengetahui bagaimana PWI DIY bisa mendapatkan kantor sekretariat dari bantuan Pemerintah Provinsi DIY. Disana juga, lanjut Andi, pihaknya belajar cara mendirikan dan mengelola Koperasi Simpan Pinjam yang bertujuan untuk mensejahterakan anggota PWI.

“Selain itu juga anggota PWI Muara Enim mendapat edukasi dari Ketua PWI DIY bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar bukan berita bohong atau hoax,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, tambah Andi,  PWI Muara Enim mendapatkan Piagam Deklarasi Yogyakarta  hasil konferensi  23 PWI Provinsi  se-Indonesia yang ditanda tangani oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X.

Andi melanjutkan, PWI Muara Enim juga berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata yang di Yogyakarta seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan kawasan wisata di daerah Kabupaten Gunung  kidul. Kunjungan wisata ini, kata Andi, untuk mengajarkan kepada wartawan anggota PWI Muara Enim, bagaimana memperkenalkan objek wisata melalui karya tulis.

“Kita juga dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim mengenai tata kelola area wisata untuk diterapkan di Muara Enim,” paparnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, kegiatan studi banding itu diikuti oleh 30 anggota PWI Muara Enim dan didampingi oleh satu orang dari Bagian Humas Protokol Muara Enim. Dirinya juga membenarkan jika studi banding itu menggunakan dana hibah sesuai RKA yang diterima.

“Hal tersebut sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim pada tahun 2017 lalu untuk kegiatan 2018 ini. Terkait adanya pendamping dari Bagian Humas dan Protokol satu orang, anggaran pendamping menggunakan anggaran tersendiri dari Bagian Humas dan Protokol,” pungkasnya.(Azhari)