O-News Sport

KAYUAGUNG oganpost.com-PT Serim selaku perusahaan kontraktor  pembangunan jalan tol Kayuagung Palembang siap ganti rugi lahan persawahan warga yang terdampak sedimentasi akibat pembangunan jalan tol Kayuagung Palembang hal tersebut disampaikan petinggi PT Serim Kuncoro saat adakan rapat bersama warga desa Celikah diaulah kantor kepalah desa Celikah kamis  sore pukul 15.30 wib(13/12/2018).

"Kita bersedia ganti rugi lahan persawahan warga desa Celikah yang terdampak baik terkena sedimentasi, gagal tanam(gagal panen) dan juga lahan warga yang terdapak pembangunan box culverd,untuk besaran dana ganti rugi akan kita klasipikasi sesuai dampak yang ada, itupun untuk mengetahui hal tersebut kita akan datangkan tenaga ahli sebagai tim indevenden dari unsri,"terangnya.

Dikatakan dia terkait besaran kopensasi yang diberikan dirinya berjanji secepatnya akan berkomunikasi dengan petinggi-petinggi PT Serim dijakarta,"Ya kita minta waktu satu minggu untuk menentukan besaran dana ganti rugi per meternya dan juga untuk realisasi pembayaran ganti rugi kita bayarkan dua minggu usai tim tenaga ahli kroscek kelapangan,saya minta warga untuk dapat bersabar,"ucapnya.

Dikesempatan yang sama kades Celikah Kartiwan menuturkan terkait ganti rugi lahan warga sebelumnya sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan berapa besaran dana ganti rugi per meternya, "Untuk sedimentasi warga minta ganti rugi 50 ribu permeter, gagal tanam(gagal panen) 7500 per meter selama 2 tahun sedangkan untuk lahan yang terdampak pembangunan box culverd warga memintah ganti rugi sebesar 100 ribu permeter,"papar Iwan.

"Saya berharap rapat seperti ini tidak terulang lagi, namun bila diadakan rapat kembali nantinya sudah tahap pembayar ganti rugi  kepada warga oleh pihak PT Serim dan juga harapan kedua kiranya perusahaan yang terlibat pembangunan jalan tol untuk dapat berkoordinasi kepemerintah desa Celikah karena selama saya menjabat kepala desa sudah satu tahun jalan tidak perna ada pihak perusahan yang melapor ke pemerintah desa, namun ketika perusahaan ada benturan dengan masyarakat barulah pemerintah desa Celikah dilibatkan pihak perusahan, kedepan saya mintah kepihak perusahaan hal ini tidak terulang lagi, "harap kades.

Begitu juga Camat Kayuagung Dedi Kurniawan SSTP meminta kepada pihak PT Serim segera menyelesaikan ganti rugi lahan persawahan warga yang kena dapak pembangunnan jalan tol,"Saya tegaskan disini kiranya pihak PT Serim secepatnya ambil tindakan untuk segera menyelesaikan ganti rugi lahan persawahan warga,jangan mengulur-ulur waktu karena ini proyek nasional tentunya pemerintah bijak dalam hal ini ,jangan sampai ada miskomunikasi antar warga dan pihak perusahan,jangan hanya janji kita meminta kepastian dari pihak perusahaan,"tegas Dedi.

Pantauan dilapangan rapat selain dihadiri pihak PT Serim dan warga desa Celikah turut hadir Kasat Intel Polres OKI AKP Sigit SH Sik Mhum, Kapolsek Kayuagung AKP Nasharudin SH,Camat Kayuagung dan Kades Celikah.(aziz)

Upaya pembinaan Komunitas anak funk oleh Babinkantibmas Pangkalan Balai.

BANYUASIN oganpost.com -Menindak lanjuti laporan masyarakat Kel Kedondong Raye kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, mengenai kegiatan anak funk yang cukup meresahkan seperti ,Menyanyi hingga larut malam. diduga  Berbuat tidak senonoh dengan lawan jenis, buang air besar sembarangan, diduga mengarah tindak kriminal, dan Mempengaruhi hal negatif kepada anak sekitaran. Kapolsek Pangkalan Balai Iptu Bayu Setiawan melalui Babin Kantipmas Bripka Febrianto rutin melakukan giat razia dan pembinaan kepada anak-anak funk tersebut.
  Bripka Febrianto menjelaskan Giat dilaksanakan bersama warga sekitaran Kelurahan Kedondong Raye pada hari sabtu malam sekitar Pkl 23.00 wib. 
 " anak funk tersebut kami amankan di kantor Sat Pol PP, untuk kemudian besoknya di serahkan ke Dinas Sosial," terangnya pada wartawan Kamia (13/12).
  Lanjut Babinkantimas ini, Butuh penanganan yang serius dalam menagani komunitas anak funk tersebut, agar tidak merajalela, apabila didiamkan maka hal ini akan berdampak pada generasi penerus kita, khususnya di bidang pergaulan.
 " Sudah kami 
(Bhaninkamtibmas) razia, kami juga sudah kordinasi sama pihak terkait ( Pol PP dan Dinsos ), tapi kendalanya pemkab belum ada rumah singgah atau sejenisnya, sehingga hasil dari razia yang dilakukan kurang maksimal dampaknya, itu dapat dilihat dari masih kembalinya anak funk tersebut ke sekitaran pasar setelah dibina oleh Dinsos," imbuhnya.

( Armadi )

KAYUAGUNG oganpost.com–Tuntut janji PT Serim Puluhan warga Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melakukan aksi memblokade akses masuk proyek tol Kayuagung-Palembang, Kamis (13/12).

Dalam aksinya, warga menuntut agar persoalan ganti rugi lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol mendapat kejelasan.

Aksi tutup jalan yang dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, memaksa puluhan dump truk pengangkut material proyek tol menepi lantaran tidak bisa masuk ke areal proyek.

Salah seorang warga Celikah, Alam Tarzan mengungkapkan, lahan warga yang terkena proyek tersebut bukan terkena jalur tol, melainkan dampak dari sedimentasi dan limbah dari proyek ini.

“Kalau yang terkena jalan sudah jelas. Nah lahan kami ini terkena dampak seperti limbah dan sedimentasi dari tanah bangunan,”paparnya.

Menurutnya, ada 41 warga yang lahannya terkena dampak tol ini. Para warga yang lahannya terkena dampak ini hanya meminta kejelasan ganti rugi dari lahan mereka.

“Pernah bertemu (pihak subkontraktor), tapi belum jelas bagaimana. Kami menawarkan Rp50.00p permeter, tapi tidak ada seperti tawaran dari mereka,”tuturnya.

Alam melanjutkan, terkait permasalahan ini pihaknya menginginkan agar warga ini bertemu langsung dengan pihak PT Serim. “Jadi bukan dengan perantara, apalagi dengan Dinas Pertanahan. Kami sudah tidak percaya,”paparnya.

Ditambahkan warga lainnya, Rozali bahwa, memang luasan lahan warga yang terkena dampak tersebut berbeda, akan tetapi untuk tuntutannya sama. “Jadi lahan ini tertimbun material (tanah), sehingga ini akibatnya banyak. Salah satunya lahan kami tidak bisa dipakai, selain itu ada lahan yang kami tanam itu gagal panen karena terendam akibat saluran air yang berubah,”ucapnya.

“Yang kami inginkan, warga yang gagal panen itu diganti dan juga tanah yang menimbun lahan milik warga dikeruk atau bagaimana sehingga bisa dimanfaatkan lagi oleh warga,”ungkapnya.

Terkait tuntutan warga tersebut, masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.(red)