O-News Sport

PRABUMULIH oganpost.com-Keputusan pemerintah yang membuka kembali sekolah pada tahun ini, menjadi sebuah tantangan bagi para pihak pengelola sekolah. Sekolah harus mempersiapkan pembelajaran tatap muka yang aman dan bermakna.

Kebijakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah atau tidak ini pun sepenuhnya diputuskan oleh pemerintah daerah masing-masing yang ada di Indonesia.

dr. Murwani Emasrissa Latifah, dokter muda yang bekerja di RSUD Prabumulih pun memberikan pendapat mengenai rencana transisi pembelajaran tatap muka yang mulai akan diterapkan tahun ini.

Menurut dokter yang akrab disapa Rissa ini, pelaksanaan belajar tatap muka ini harus mematuhi berbagai protokol kesehatan yang ketat termasuk 3M yakni wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang sudah memperbolehkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, tapi dengan catatan pihak Dinas Pendidikan sendiri harus lebih dulu memiliki keyakinan seluruh sekolah telah mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Dokter Rissa dibincangi awak media belum lama ini.

Dokter milenial yang pernah berpengalaman di International Society Prenatal Diagnostics (ISPD) National University, Singapore ini juga menuturkan, bahwa tidak ada paksaan bagi para orangtua siswa yang tidak menghendaki anaknya untuk ikut pembelajaran tatap muka, khususnya bagi para wali murid sekolah yang ada di Prabumulih.

Sehingga, lanjut Rissa, keputusan tetap dikembalikan lagi kepada para orang tua murid masing-masing.

"Tidak ada paksaan. Bagi orang tua yang tidak mau anaknya ikut pembelajaran tatap muka di sekolah tidak ada masalah. Tapi bagi orangtua yang mau anaknya pembelajaran tatap muka di sekolah dipersilahkan juga, dan dikembalikan lagi kepada para orang tuanya," terangnya.

Yang terpenting dalam pembelajaran tatap muka di sekolah ini, lanjut dia, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan yang layak di sekolah, serta fasilitas layanan kesehatan yang ketat, dan pemetaan risiko perjalanan pulang-pergi, termasuk akses transportasi yang aman untuk siswa maupun guru dapat terpenuhi.

"Jadi jangan sampai orang tua murid sudah yakin melepaskan anaknya di sekolah tapi dari pihak Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kesehatan sendiri tidak memfasilitasi hal tersebut sesuai anjuran 3 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak)," tutupnya.(SMSI Prabumulih)
BANYUASIN oganpoat.com-Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Rapat Paripurna DPRD Banyuasin, Sabtu (10/04/2021). 

Rapat ini dalam rangka memperingati hari Ulang tahun Kabupaten Banyuasin ke-19 dan membahas tentang target yang dilakukan kedepan. 

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi 7 program pokok yang diusung pemerintah Kabupaten Banyuasin saat ini. Terutama beberapa prestasi nasional seperti mendapatkan peringkat 4 nasional sebagai penghasil beras Kabupaten dan dalam bidang pelayanan mendapat Dukcapil terbaik tingkat nasional.. 

"Alhamdulillah sudah dilaksanakan, itu tidak gampang mendapat penghargaan. Inovasi ini tidak gampang, dimana wilayah luas terdiri dari perairan dan daratan, ini tantangan luar biasa bisa mendapatkan prestasi,"ujarnya. 

Di ulang tahun ke-19 ini juga, Kabupaten Banyuasin mendapatkan kado terindah dengan akan dibangunnya pelabuhan internasional di Tanjung Carat. Dengan adanya pelabuhan ini nanti, maka Kabupaten Banyuasin bisa menjadi ekspor beras di Sumatera Selatan. 

"Kalau tanjung carat selesai, kita bisa ekspor, bisa jadi Kabupaten Banyuasin akan jadi Kabupaten ekspor beras, dan Dalam membangun kedepan, Deru mengatakan agar tercipta kerukunan dan kesolidan antara pemerintah, wakli rakyat dan masyarakat,"katanya. 

Ditempat yang sama, Bupati Banyuasin Askolani mengatakan Bersama Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono, di dukung OPD dan DPRD Banyuasin kedepan mempunyai target menurunkan angka kemiskinan hingga sampai satu Digit. 
"Alhamdulillah Kabupaten Banyuasin angka kemiskinan turun, kedepan kita targetka kemiskinan menjadi 1 digit,"katanya. 

Dikatakan Askolani, Banyuasin merupakan yahh terluas di Sumsel, Banyusin penduduk terbanyak kedua dan sangat kompleks permasalahan. Tentunya dalam hal ini, perlu dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. "Produksi beras kita nomor 4 nasional, untuk ekspor kita persiapan dan dirikan badan usaha daerah. Dengan adanya Pelabuhan internasional nantinya, bukan hanya beras tapi juga potensi yang lainnya di Banyuasin,"tegasnya. 

Sementara Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan turut berbahagia dengan hari jadi Banyuasin ke-19 ini. Dirinya mengatakan kedepan Banyuasin menjadi lebih baik lagi dan banyak lagi prestasi yang akan dicapai seiring bertambahnya usia. "Kami dari DPRD Kabupaten Banyuasin akan mendukung apapun program itu selama itu untuk kebaikan rakyat, semoga kedepan Banyuasin semakin maju dan rakyatnya sejahtera,"katanya.(SMSI Banyuasin)
MUBA oganpost.com-Bupati Musi Banyuasian Dr H Dodi Reza Alex Noerdin memimpin apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di Kabupaten Muba, acara berlangsung di Lapangan Terbang Bandara Abdul Hamid Sekayu, Sabtu (10/4).

Hadir pada apel tersebut, Dandim 0401 Muba Letkol ( ARM) Fariz Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan SH MH, Kajari Muba Marcos Marudut Mangapul Simaremare SH MHum diwakili Kasubagbin Widodo, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah Muba, dan juga tokoh masyarakat serta pimpinan perusahaan dalam Kabupaten Muba.

Kepala BPBD Kabupaten Muba, Jhoni Martohonan AP dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan apel kesiapsiagaan tersebut adalah untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi dalam penggerakkan sumber daya yang ada secara terpadu dan terarah dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

 Bupati Muba dalam arahannya mengatakan kepada awak media bahwa berdasarkan prediksi kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, di perkirakan Kemarau Tahun 2021 di Sumatera Selatan khususnya Kabupaten Muba akan berlangsung mulai awal Juni hingga November 2021, dengan kondisi akan lebih kering dari tahun 2020 dan tidak sama kering dari tahun 2019, namun tetap dapat mengakibatkan Kebakaran Hutan, kebun dan Lahan.

Lanjut Dodi, Keberhasilan penurunan angka titik hotspot pada tahun 2020, merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksanakan oleh tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan dibawah komando Komandan Satuan Tugas Pengendalian Karhutbunlah, Dandim 0401 Muba dan tentunya dukungan dari semua instansi termasuk TNI POLRI dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Muba.

"Untuk itu pada tahun 2021 ini saya dan tentunya kita tidak ingin mendengar informasi tentang, kurang maksimalnya dukungan dalam penanggulangan Bencana Karhutbunlah di daerah, khususnya di kecamatan-kecamatan yang rawan terjadi Karbunhutlah,"ungkap Dodi.

Lanjut Dodi Reza dia juga mengintruksikan kepada perusahaan perkebunan agar melengkapi sistem, sarana dan prasarana pengendalian Karbunhutlah, serta melaksanakan pemetaan di wilayah masing-masing yang rawan kebakaran.

"Perusahaan perkebunan agar lebih aktif dalam usaha pencegahan serta meningkatkan koordinasi dengan kolaborasi pemerintah, TNI-Polri serta masyarakat sehingga kerjasama  dan gotong royong dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutbunlah dapat menjadi role model bagi daerah lain,"ujar Dodi.

Dodi juga menyebutkan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian, Pertama, sinkronisasi satuan tugas Provinsi dengan Kabupaten, ada beberapa wilayah yang menjadi perhatian, karena kalau terjadi kebakaran, asapnya dapat mengarah menuju Kota Palembang. Kedua, membagi habis tugas pengendalian Karhutbunlah, dengan melibatkan semua stakeholder terkait yang ada baik di Provinsi di Kabupaten maupun Kecamatan.

"Ketiga, Memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar atau pembakaran pasca panen yang biasa dilakukan oleh para petani. Keempat, Optimalisasi peralatan alat produksi pertanian yang ada pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran. Kelima, Memperkuat sarana dan prasarana pemadaman serta personil terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan maupun Hutan Tanaman Industri. Keenam, Segera mengaktifasi posko-posko kebakaran yang ada di perusahan, masyarakat peduli api, kelompok tani peduli api atau lainnya. Terakhir Ketujuh, Pemanfatan Dana Desa untuk pegendalian Karbunhutlah, baik untuk peralatan maupun operasionalnya dengan mematuhi ketentuan yang ada,"tutupnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin juga menandatangani komitmen bersama penanggulangan karhutbunlah, pengecekan dan pengoperasian peralatan penanggulangan bencana alam dan dilanjutkan patroli udara karhutbunlah di wilayah Kabupaten Muba tuturnya.(Sof)