O-News Sport

O NEWS-PALI, - Upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten PALI berlangsung sukses dan khidmat, Jumat (17/8). Pelaksanaannya sendiri berlangsung di dua tempat, yakni Kecamatan Abab dengan tempat pelaksanaan di halaman kantor Camat Abab, serta di kecamatan Talang Ubi dengan tempat pelaksanaan di Gelora November Komperta Pendopo.
Untuk di kecamatan Abab, yang menjadi inspektur upacara adalah Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo. Sementara yang menjadi inspektur upacara di Kecamatan Talang Ubi yakni Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, SKom.
Selain jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tampak pula hadir unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di lingkungan kabupaten PALI, seperti jajaran DPRD Kabupaten PALI, TNI, Polri, Kejaksaan, BUMD, Perusahaan Swasta, Ormas, serta Organisasi Kepemudaan di lingkungan kabupaten PALI. 
Bupati PALI dalam keterangannya saat dibincangi sejumlah media mengungkapkan bahwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia harus dimaknai sebagai bersatunya para pejuang kita dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah pada saat itu.
"Tentu hal ini yang harus selalu kita kenang, bagaimana mereka (para pahlawan,red) tidak segan-segannya menumpahkan darah mereka, bahkan meski harus kehilangan nyawa sekalipun untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang merdeka. Semangat ini yang harus kita jaga, semangat persatuan dan kesatuan," ungkap suami dari Hj. Sri Kustina itu.
Ia berharap, dengan berlandaskan semangat persatuan dan kesatuan di masyarakat kabupaten PALI, bisa mempercepat pembangunan yang merata di Bumi Serepat Serasan menuju PALI Serasi NIA (Sentra Ekonomi Rakyat Agamis Sejahtera Inovatif Nyaman Indah dan Aman).
Dalam kesempatan itu pula, Bupati PALI menegaskan siap menyukseskan gelaran ASIAN Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta-Palembang.
"Kepada para atlet, berjuanglah untuk mencapai puncak tertinggi prestasi demi mengharumkan nama bangsa di mata Internasional. Serta berharap pelaksanaan ASIAN Games, tidak hanya sukses acara, tetapi juga sukses prestasi dan sukses ekonomi pembangunan bagi Indonesia," tutupnya seraya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-73, Kerja Nyata Prestasi Kita, Merdeka !!

Sementara itu, di tempat terpisah Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony mengatakan bahwa momentum hari kemerdekaan ke-73 dimaknai sebagai tanda untuk mengenang sejarah bahwa Republik Indonesia didirikan atas jasa para syuhada, pejuang dan pahlawan yang telah gugur di medan perang.
"Sebagai penerus bangsa, kita wajib untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah final ini, berlandaskan Pancasila dan UUD, serta dan Bhineka Tunggal Ika," ungkap Politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai informasi, dalam rangka menghormati para pejuang veteran di kabupaten PALI, pihak Pemkab PALI memberikan penghargaan terhadap para pejuang veteran serta istri veteran yang ada di kabupaten PALI dengan cara memberikan bantuan kepada mereka. Disampingnya itu, ada pula kegiatan bedah rumah kepada warga PALI di Desa Betung kecamatan Abab. (Putra)

O NEWS-Kayuagung—Pengucapan ikrar setia kepada Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilakukan dua orang mantan kombatan dan narapidana (napi) terorisme,  Herly Isfranko alias Hamzah alias Frans dan Edi Santoso alias Sukri alias Mas Lampung di hadapan Bupati OKI, H. Iskandar, SE bersama undangan lainnya pada peringatan HUT ke 73 Republik Indonesia di Lapas Kelas III, Kayuagung, OKI, Jumat (17/8).
Dengan suara bergetar lantang, Edi Santoso bekas anggota jaringan Santoso di Poso Sulawesi Selatan membacakan ikrar yang berbunyi :
Kami cinta Indonesia
Kami cinta perdamaian
Hidup Indonesia !!
"Dahulu tidak percaya pemerintah, tidak cinta NKRI akan tetapi sekarang kami ingin membangun negara ini bersama-sama," ucap pria yang malang melintang di Poso seusai membacakan ikrar.
Kepala Lapas Kelas III A Kayuagung, Hamdi Hasibuan S.T., S.H., M.Hum, mengatakan, Sejak menerima napiter pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif agar keduanya dapat terbuka menerima segala kegiatan pembinaan yang di gelar di lapas seperti pembinaan kerohanian membaca Al-Qur'an dan salat serta kegiatan lainnya.
“Sepertinya sudah ada perubahan sikap napiter yang awalnya tidak mau mengikuti salat jumat berjamaah di masjid sekarang sudah mau. Alhamdulillah selama ini tidak pernah terjadi bentrok antara napi dengan petugas maupun napi dengan napi lainnya,"jelasnya.
Dia berharap, agar ada perubahan besar saat napiter keluar dari lapas sehingga dapat diterima keluarga dan masyarakat.
Menurut dia, Napiter atas nama Herli divonis enam tahun. Sedangkan Edi divonis delapan tahun penjara.
“Untuk narapidana lain penjagaanya sesuai dengan aturan yang berlaku,”ucapnya.
Pada HUT RI tahun ini lanjut Hamdi sebanyak 409 narapidana yang mendapat remisi. Dari jumlah tersebut 15 napi mendapat remisi bebas dan 387 napi lainnya mendapat remisi bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan.
Sementara itu Bupati OKI, H Iskandar SE mengungkapkan, hari kemerdekaan merupakan momentum hakiki bagi para Napi untuk menjadi manusia yang merdeka, meskipun tidak bisa bebas seperti masyarakat diluar.
 "Banyak pembinaan yang didapatkan napi agar membuat mereka lebih baik lagi," imbuhnya.
Dirinya berpesan kepada semua napi untuk memanfaatkan waktu sebaiknya selama dalam masa pembinaan.Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan membuat keterampilan(Red-)

ONEWS-Kayuagung -Akibat tidak adanya perhatian dari pihak PT Waskita dalam hal PT PIM selaku subkontraktor pengerjaan jalan tol kayuagung-palembang terkait debu yang bertaburan dijalan dampak dari angkuran tanah penimbunan jalan tol yang dilakukan oleh subkontraktor ,berdampak pada pencemaran lingkungan masyarakat setempat,Warga Desa Celikah Kecamatan Kayuagung Kabuoten OKI tutup paksa pintu tol kayuagung-palembang kamis(16/8/2018)

Jailani(35) warga setempat mengatakan penutupan ini terpaksa dilakukan warga karena debu yang disebabkabkan oleh mobil pengangkut tanah milik PT PIM semakin meresahkan warga,"Ya kita lakukan ini bukan untuk menghambat pembangunan pemerintah, selama ini kita cukup bersabar terkait debu ini namun sepertinya pihak PT PIM tutup mata dalam hal ini seharusnya pihak perusahaan peduli dengan kondisi dan melakukan tindakan penyiraman jalan sehingga debu yang ditimbulkan angkutan tanah Milik PT PIM ini tidak sampai terlalu mencemari lingkuan warga, "ujarnya kepada ogan post.

Senada dikatakan Mulyadi menurut dia selama ini masyarakat sudah cukup bersabar atas debu yang disebabkan angkutan PT PIM tersebut namun pihak perusahaan sepertinya tak peduli dengan lingkungan masyarakat yang ada di desa Celikah,"Kita minta pihak perusahaan untuk dapat peduli terjadap dampak debu ini setidaknya ada tindakan penyemprotan sepanjang jalan yang dilalui mobil angkutan tanah milik perusahaan, paranya lagi debu sudah bertaburan kerumah warga, kalu tidak ada tindakan tetap pintu masuk tol ini akan kita tutup, "ungkapnya.

Terkait permasalahan ini pihak PT PIM selaku subkontraktor belum di konfirmasi.(aziz)