O-News Sport

Camat Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Dan Beberapa Camat Lainnya.

BANYUASIN oganpost. Hiruk pikuknya Pasca Pilpres yang di gelar pada tanggal 17 April 2019 lalu kian menimbulkan pro dan kontra atas kemenangan antara pendukung kedua calon presiden. Perdebatan ini terjadi tidak hanya di dunia nyata, di media sosial seperti Facebookpun kian memanas.
  Baru-baru ini muncul sebuah komentar dari seorang oknum guru SDN 3XXXX Banyuasin III Kabupaten Banyuasin berinisial At, yang mengatakan  " Banyuasin yg menang 01 tu daerah tranmigrasi yg di kirim presiden suharto ke daerah perairan ,yg wong baru pacak besepatu...tu nah" cetusnya di salah satu kolom komentar.
   Menanggapi komentar At onkum guru tersebut, Mas Surono yang di ketahui seorang Camat Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin  dan beberapa Camat perairan lainnya seperti Camat Muara Padang, Camat Muara Telang, Camat Sumber Marga Telang dan Camat Karang Agung Ilir merasa tersinggung dan tidak terimah , menurut mereka yang merupakan salah satu tokoh masyarakat perairan dan Transmigrasi, mereka telah lama mengenal sepatu dan banyak melahirkan serta menjadi orang-orang yang terkenal.
   " Seharusnya oknum guru itu tidak boleh berpolitik, apa lagi sampai mencaci salah satu RAS, trus terang kami mewakili tokoh masyarakat perairan khususnya daerah Transmigrasi tidak terimah dan kami akan melaporkan oknum guru ini ke Bupati Banyuasin, untuk di tindak lanjuti oleh dinas pendidikan kabupaten Banyuasin." Terangnya didampingi Subakir. M.SI Camat Muara Sugihan kepada wartawan Senin (22/4).
   Lanjut dia, orang Transmigrasi Banyuasin sudah banyak melahirkan dan menjadi orang-orang hebat, seperti Ketut Sugindra SKM, sekcam Makarti Jaya. Prof doktor, Wayan Suparta MSC kelahiran Desa Pangestu Makarti jaya menjadi Dosen Universitas Kebangsaan Negara Malaysia dan dosen universitas Sanata Darma Jokja Karta, dr.Made Sukariawan pernah jabat wakil  dekan universitas Sriwijaya Palembang.
 " Wong Trans la lamo kenal sepatu, tahukah kalian Makarti Jaya itu 100 persen Trans. Sudah menghasilkan 2 profesor, Doktor banyak, Magister banyak, dokter, Notaris, itu produk Trans. Jadi sdh lama besepatu. Soal menang kalah itu pilihan politik, ini demokrasi" tegasnya.
M.Mustaqim Depisi Pencegahan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Kabupaten Banyuasin.

BANYUASIN oganpost.com - Adanya temuan salah cetak surat suara di Dapil II Kabupaten Banyuasin yakni Kecamatan Suak Tapeh, kecamatan Tungkal Ilir, kecamatan Betung dan kecamatan Pulau Rimau, khusus lembaran surat suara Calon Legislatif (Caleg) kabupaten Banyuasin, menurut Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Banyuasin, yang salah itu bukan dari pihak ketiga atau percetakan. Dari hasil pantauan mereka dilapangan kesalahan cetak tersebut merupakan kesalahan master file dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Banyuasin.
 " Ya. Sewaktu kita mengecek dan packing kita sudah melihat sempling dan semuanya benar tidak ada kesalahan, namun kemarin saat di edarkan ke masyarakat kita baru menemukan kesalahan cetak. Dalam hal ini menurut kami dilapangan kalau shof File salah otomatis hasilnya juga salah, jadi yang salah itu master filenya bukan pencetakannya," ujar Muhammad Mustaqim Depisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Banyuasin saat di bincangi wartawan Kamis (18/4).
 Lanjut dia dari kesalahan ini Bawaslu Banyuasin sudah merekomendasikan agar diadakan pemilihan susulan dengan biaya yang akan kembali di bebankan kepada APBN.
 " Kita sudah rekomendasikan kepada KPU agar diadakan pemilihan susulan dalam waktu dekat ini, dan biayanya sesuai dengan perundang-undangan akan di bebankan kepada APBN, untuk KPU sendiri nantinya hanya dikenakan sanksi administratif dan kode etik," Tegasnya.

(Armadi)

Charles salah satu Caleg Dapil II Kabupaten Banyuasin dari PBB
BANYUASIN oganpost.com - Terjadinya kesalahan cetak surat suara dapil II Kabupaten Banyuasin membuat para calon legislatif (Caleg) berang, menurut mereka kesalahan ini telah merugikan mereka baik dari segi alat peraga kampanye selama ini hingga ke biaya saksi TPS dan lain sebagainya.
 Novia Mardian Charles Salah satu Caleg nomor urut 01 Partai Bulan Bintang (PBB) dapil II Kabupaten Banyuasin meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU)  bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita. Menurut dia terjadinya kesalahan cetak ini merupakan kelalaian dari KPU yang tidak teliti ketika melakukan pelipatan surat suara.
 " Saya pribadi merasa sangat di rugikan, andai KPU Banyuasin teliti pada saat melakukan pelipatan surat suara, tidak mungkin terjadi kesalahan yang fatal seperti ini. Oleh sebab itu kami menuntut agar KPU Kabupaten Banyuasin bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah kami alami," terangnya kepada wartawan Kamis (18/4).
  Sementara itu Slamat Chaniago salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Betung membenarkan atas tuntutan caleg tersebut. Dirinya juga selaku tokoh masyarakat merasa kecewa berat atas kinerja KPU Kabupaten Banyuasin yang dinilainya tidak bekerja secara profesional, menurut dia Kelalaian tersebut selain merugikan caleg dan masyara juga merugikan negara.
  " Dalam hal ini bukan hanya caleg dan masyarakat saja yang merasa dirugikan oleh KPU, Negarapun jika terjadi pemilihan ulang harus menganggarkan kembali biaya cetak surat suara, andai KPU profesional dan benar-benar menelitih sebelum di bagikan kepada masyarakat hal ini dan kerugian ini tidak mungkin terjadi," terangnya.
 Masih kata Slamat Chaniago, seandainya KPU memenuhi tuntutan para caleg agar diadakan pemilihan ulang, seyogyanya dilakukan secepatmungkin dan biaya sepenuhnya ditanggung oleh KPU Kabupaten Banyuasin.
" KPU Kabupaten Banyuasin harus bertanggung jawab, kami masyarakat setujuh jika diadakan pemilihan ulang namun secapat mungkin, karena kalau di tunda terlalu lama kamih kahwatir niat mencoblos masyarakat sirna dan usaha para caleg untuk menjadi wakil rakyat akan sia-sia," imbuhnya menghari.