O-News Sport


BANYUASIN oganpist.com -  Patut diacungi jempol, Satuan Satnarkoba Kapolres Banyuasin Dalam waktu 3 (tiga) minggu Berhasil ungkap puluhan kasus narkoba di Wilaya hukum Kabupaten Banyuasin.
  Sejak dari bulan Agustus hungga bulan Oktober 2018, Sat Narkoba Polres Banyuasin berhasil mengamankan 10 tersangka kasus narkoba beserta barang bukti berjenis Shabu-shabu Sebanyak 2,7 Kilo gram.
   Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK 
Didampingi Waka Polres Banyuasin Kompol Arif Harsono, S.IK, MH, Kabag Ops Kompol MP. Nasution, SH,
Kabag Sumda Kopmopl Ady Suseno SH, Kabag Rem Kompol Marjono SH, Kasat Narkoba AKP Liswan Nurhafis, SH dan Kasubag Humas AKP Ety Yusdi beserta jajaran Sat Narkoba Polres Banyuasin, mengatakan pada saat Konfrensi Perss Di Halaman Mapolres Kabupaten Banyuasin Selasa (23/10) sekira pukul 09.00 WIB. 10 tersangka tersebut bersal dari daerah yang berbeda-beda.
   " Kali ini kita berhasil membekuk 10 TSK, Yosi Darsono (34) warga Pulau Gadung, Sukarami Palembang. Karisma Setiawan (31) warga Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Iwan Apriadi (31) warga Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur. Sigit Priyanto (31) warga Kelurahan Sukajadi, Talang Kelapa. Ramdon (45) warga Bailangu, Musi Banyuasin."
  Selanjutnya sambung Kapolres , Amizar (37) warga Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang - Alang Lebar, Palembang. Nangcik (35) warga Tanah Mas Talang Kelapa, Banyuasin. Rusman (52) warga Tiga Putri Tanah Mas Talang Kelapa Banyuasin.  Iis Suprianto ( 23) warga Air Batu Talang Kelapa dan Mandala ( 40) warga Tulung Selapan Kabupaten OKI merupakan kurir lintas kabupaten.
   " pengungkapan terbesar kita di bulan Oktober tepatnya pada
Rabu (17/10) 2018 , sekira jam 10.00 WIB ,TKP di Persimpangan Jalan Bumi Mas Kelurahan Tanah Mas Samping Pom Bensin Grand City Palembang. Kemudian Sat Narkoba Polres Banyuasin kembali menangkap serta mengamankan tersangka A.n Mandala Bin Maruto, (40),  Sopir Travel ,yang beralamat di Desa Tulung Selapan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI, berikut barang Bukti dua paket besar Narkotika jenis Shabu berat bruto 2000,60 gram, dan satu unit mobil Innova warna abu -abu metalik dengan Nopol BG 1595 YB serta dua unit HP. " ungkapnya.

 Sambung Kapolres, saat ini para tersangka berikut barang bukti diamankan Di Polres Banyuasin guna Penyidikan lebih lanjut. Kemudian tersangka-tersangka ini akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun Penjara maksimal Seumur hidup atau hukuman mati.
 " total barang bukti yang diamankan oleh Saat Narkoba Polres Banyuasin dalam kurun waktu tiga Minggu terahir , dari bulan Oktober 2018 sebesar 2,7 Kg atau 2.700 Gram Narkoba jenis Shabu - Sahbu. Kalau kita taksir, nilai barang yang berhasil  kita gagalkan seharga Rp. 2,8 Milyar. Berarti Sat Narkoba Polres Banyuasin sudah menyelamatkan 32.400 Jiwa / Masyarakat Sumatera Selatan," tegasnya.

( Armadi )

 Salah satu kederaan Dinas , tertangkap camera warga.


BANYUASIN oganpost.com - Sungguh sangat disayangkan, Pejabat pemerintah seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Ahmad (35) warga Betung kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin menjelaskan dirinya tidak sengaja mengambil foto salah satu kenderaan Dinas yang melintas di jalan Kota Palembang provinsi sumatera Selatan, ironisnya lagi tidak hanya roda empat, roda duapun sama. Dengan gagah memamerkan kenderaan mereka lalu lalang melintas Di jalan metropolitan dalam kondisi mati pajak.
   " Jangan salahkan kami rakyat kecil, jika tidak taat pajak. Pemerintah yang seharusnya menjadi contoh, justru kederaan mereka sendiri memberikan gambaran buruk karena mati pajak" ungkapnya kepada wartawan Senin (22/10).
Motor BG merah 

   Lanjut dia, jika masyarakat telat membayar pajak harap di mengerti. Tidak semua masyarakat itu berstatus kaya raya atau pengusaha, jika kederaat pemerintah sendiri yang mati pajak apakah harus dimaklumi juga.
  " itu sangat tidak wajar, karena kenderaan yang mereka gunakan, kenderaan negara. Pemerintah provinsi harus tegas, atau bebaskan saja pajak biar tidak terkesan tebang pilih seperti itu." tegasnya sembari mengahiri perbincangan.

( Armadi )


BANYUASIN oganpost.com - Kurang lebih, sekitar 1200 orang mulai dari kalangan pejabat, jemaah masjid, kolega, sahabat, sanak keluarga dan masyarakat Kabupaten Banyuasin, hadir pada takziah malam ke tiga atas meninggalnya Ibu Hj Heryati Bin M Sa'ari Said (42), istri Bupati Banyuasin H. Askolani SH. MH Di kediaman pribadi Jl Camat Teh Sosro Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Minggu (21/10).

 Hadir dalam takziah malam ke tiga tersebut. Wabup H. Slamet, Mantan Bupati SA Supriono, Mantan Gubernur H. Syahrial Oesman, Mantan Wakil Gubernur H.Ishak Mekki, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, Mantan Ketua DPRD Sumsel H. Giri Ramanda N Kiemas, Sekda H. Firmansyah, para anggota DPRD Sumsel dan Banyuasin.



  Saat memberikan kata sambutan, H. Askolani Bupati Banyuasin, menyampaikan bahwa pada malam takziah ke 1 dan ke 2 selalu diwakili Wabup H . Slamet, nanum demi anak-anak dan dirinya pribadi sebagai ahli musibah mengucapkan ribuan terimakasih kepada para pentakziah yang sudah menyempatkan waktu selama tiga hari, tiga malam yasinan dan do'a bersama.

" Saya ucapkan terimakasih atas simpati dan do'a yang telah bapak ibu berikan kepada kami. Pada takziah malam pertama dan kedua selalu diwakili oleh Pak Wabup H. Slamet, karena saya belum kuat untuk menyampaikan itu. Malam ini demi anak-anak dan atas nama keluarga, saya harus kuat. Saya termotivasi karena anak-anak saya kuat dan mereka tegar." Katanya sembari berlinang Air Mata.


Lanjut dia, sungguh berat cobaan ini. Semua ini sudah ketentuan Allah dan tidak ada pilihan harus kami terima dengan ikhlas.
   " Dengan segala kerendahan hati, saya pribadi dan keluarga meminta keihklasan bapak, ibu dan rekan-rekan serta semua masyarakat Kabupaten Banyuasin, kiranya dapat memaafkan kesalahan dan kehilafan istri saya selama bergaul, baik dari tindakan maupun perkataan yang ia lakukan selama berada ditenga-tengah kita. Mohon do'anya semoga almarhummah ditempatkan di surganya Allah SWT "harapnya.

 Dijelaskan H. Askolani bahwa Istrinya Hj Heryati memang sudah menderita sakit selama dua tahun terakhir. 
  " Selama ini istri saya, dibilang sakit dia sehat namun dibilang sehat tapi sakit itu kondisi almarhumah. Sehari sebelum meninggal, saya sempat membatalkan beberapa agenda acara karena ingin menemani dia di rumah sakit. Almarhumah bilang dia sehat dan minta saya tetap pergi untuk memenuhi agenda acara, almarhuma selalu meminta saya mementingkan kepentingan tugas sebagai Bupati dibanding kepentingan dia pribadi, "kata Askolani dengan derai Airmata



 Orang nomor satu di Banyuasin mengisahkan anak bungsunya Nisa,  sempat bertanya siapa yang akan buat susu untuk dia pada saat jenazah almarhuma akan dimasukan ke liang lahat.

 " Yang tidak bisa menahan airmata saya harus menetes , dan tetap terngiang hingga saat ini, pertanyaan dari  anank Saya yang bungsu. Dengan berat hati saya jawab " nanti ayah yang buat, " jawab nisa ngak usah yah, biar adek buat sendiri. Pilu rasanya, air mata ini selalu mengalir dengan sendirinya, apa lagi mengenang saat dia sapu air mata saya pakai tisu ketika itu, " ungkap H Askolani sedih.

( Armadi )