O-News Sport


KAYUAGUNG oganpost.com-Warga Ogan Komering Ilir yang mengatasnamakan Forum Masyarakat OKI mengapresiasi pembangunan infrastruktur oleh Pemkab OKI.

Dengan membentang spaduk mereka mengucapkan terimakasih kepada Bupati OKI, H. Iskandar, SE “Terimasih Pak Bupati Jalan Kami Sudah Mulus” demikian isinya.

Spanduk tersebut tersebar di beberapa titik perlintasan dan pusat keramaian warga seperti di Kecamatan Pedamaran, Sirah Pulau Padang, Kota Kayuagung dan lainnya. 

Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Pedamaran Dodi mengatakan ungkapkan apresiasi tersebut tulus dari warga karena mulusnya jalan di desa-desa ini telah dirasakan langsung oleh mereka,“Sudah lama kami menanti jalan ini mulus,terimakasih Pak Bupati sudah tunaikan janjinya,"ujar Dodi. 

Untuk di Kecamatan Pedamaran ungkap Dodi aktivitas masyarakat semakin lancar,“Mulai dari Menang Raya sampai pedamaran I sudah mulus semua,”tambah dia. 

Camat Pedamaran H. Herkules membenarkan suka cita warganya tersebut dikatakan dia selain jalan infrastruktur lainnya yang sedang dibangun di Kecamatan Pedamaran, yaitu jembatan gantung penghubung desa Cinta Jaya dengan Pedamaran.

“Jembatan penghubung Cinta Jaya dengan Pedamaran sedang proses pembangunan. Warga Pedamaran berterimakasih kepada Pak Bupati juga kepada pemerintah dan DPR RI atas dana aspirasinya yang di kucurkan di kecamatan Pedamaran,”jelasnya.

Ia menambahkan,pemerintahan kecamatan Pedamaran sudah mengusulkan untuk rehab rumah warga yang dinilai tidak layak unih,bahkan sekarang sedang diproses melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yaitu, desa Suka Pulih sebanyak 20 buah rumah, desa Srinanti 30 rumah, desa Suka raja 20 rumah,Pedamaran Satu 30 rumah, dan desa Pedamaran Lima 30 rumah yang saat ini sedang berjalan.

Herkules berharap warga dapat bersama-sama menjaga fasilitas publik yang dibangun pemerintah,“Kita jaga fasilitas publik ini jangan dirusak itu wujud terimakasih kepada pemeritah,"ungkapnya.(red)

KAYUAGUNG oganpost.com-Kembali terjadi musibah kebakaran di Kabupaten OKI rumah panggung milik ibu Parida warga desa Celikah Kecamatan Kayuagung ludes terbakar diamuk sijago merah Sabtu(16/11/2019)

Menurut informasi yang didapat dari warga setempat Pitet api diketahui sudah membesar membakar sebagian isi rumah,"Ya kita tidak tau persis apa penyebab rumah ini terbakar pas saya datang saat anak menantu yamg punya rumah Iji menjerit mintak tolong api sudah besar,kita tidak bisa melakukan tindakan pemdaman karena api sudah besar apalagi saat itu saya hanya sendiri bersama menantu dan cucu yang punya rumah,"terangnya.

Iji menantu ibu Parida ketika dimintai penjelasan mengaku saat kejadian dirinya sedang berada dibawah membersikan ikan ketahuan rumah terbakar saat anak gadisnya Indi menjerit mengatakan rumah terbakar,"Anak saya Indi ini lagi nonton tv diruang tengah tiba-tiba dia menjerit rumah terbakat sayapun spontan juga menjerit mintak tolong tetangga namun saat tetangga kami datang api sudah semakin membesar,"ujarnya.

Dikatakan dia masalah penyebab terbakarnya rumah dirinya mengaku tidak tau persis,"Saya juga bingung awal api dari kamar kami namun didalam kamar tidak ada jaringan colokan listrik saya kira kalau penyebabnya arus pendek bukan,memang kalau tidur malam kita nyalakan obat nyamuk tetapi obat nyamuk saat kita bangun pagi sudah dimatikan,itu makanya saya bingung sumber api itu dari mana,"akunya sedih.

Hairul Anwar suami Iji ketika dikonfirmasi mengaku saat kejadian berada di bengkel tampal ban usaha miliknya di kawasan jalan lintas timur celikah,"Pas saya datang api sudah membakar seisi rumah yang tentunya tidak bisa lagi untuk diselamatkan ya ini sudah takdir,sunggu berat cobaan ini buat kami,"ungkapnya lirih.(ziz)

KAYUAGUNG oganpost.com-Nelayan di Kabupaten Ogan Komering (OKI) kini melaut dengan membawa tabung gas tiga kilogram.bukan untuk memasak, gas tersebut untuk menggerakkan mesin kapal tangkap ikan kapasitas 6,5 HP,cara ini memangkas biaya bahan bakar kapal nelayan hingga 50 persen.

"Ini program pemerintah terkait konversi energi yang diperuntukan untuk nelayan dan petani,tujuannya meningkatkan kesejahteraan nelayan juga untuk mendukung ketahanan energi,”ucap Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kemen ESDM, Alimudin Baso pada acara Sosialisasi Konversi BBM ke Gas bagi nelayan di Kantor Bupati OKI, Selasa, (12/11).

Alimudin mengklaim dengan menggunakan motor penggerak kapal berbahan bakar gas nelayan bisa menghemat biaya operasional mencari ikan,“Untuk kegiatan nelayan 7-10 jam, rata-rata dibutuhkan sekitar 7 liter bensin. Dengan konversi gas hanya membutuhkan 1 tabung ukuran 3 kilogram seharga 18.000 jadi bisa hemat 25.000 - 30.000 per hari untuk bahan bakar. Jadi uangnya bisa untuk keluarga,”ujarnya. 

Bantuan mesin konverter kit berikut gas elpiji isi tiga kilogram kepada 950 nelayan di Ogan Komering Ilir diserahkan langsung oleh Kementerian ESDM kepada para nelayan disaksikan Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin, Wakil Bupati OKI, H. M. Djakfar Shodiq, Sekda OKI, Husin, S. Pd di Kantor Bupati OKI.

Alex Noerdin selaku mitra Kementrian ESDM di DPR RI mengungkapkan program pemerintah ini untuk meringankan beban nelayan dalam mencari penghidupan ,“Program pemerintah diberikan dengan percuma, rawat dan manfaatkan dengan baik. Tahun ke depan semoga ditambah lagi,”jelas Alex.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI, H.M. Djakfar Shodiq mengatakan Kabupaten OKI dengan garis pantai dan laut terpanjang di Sumsel memiliki potensi perikanan yang melimpah.

Intervensi pemerintah menurut Shodiq penting untuk mendukung ketahanan pangan dari sektor laut ini,“Atas nama nelayan OKI kami berterimakasih untuk bantuan melalui program konversi gas. Selain mengurangi pencemaran air laut dan efesiensi energi program konversi gas ini untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kami,”tutut Shodiq.

Untuk meningkatkan pendapatan nelayan di pesisir timur OKI Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI, Hasanudin mengusulkan pembangunan jalan darat menuju pasar ikan di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal.

“Untuk mensejahterakan nelayan pemasaran hasil tangkapan harus kita siapkan. Kami sudah punya pasar lelang ikan di Sungai Lumpur, namun kendalanya tidak ada jalur darat mungkin ini bisa dicarikan solusi oleh pusat agar pendapatan nelayan kami meningkat ,”tambah Shodiq.

Hasan juga menyampaikan harapan 300 KK petambak udang di Wahyuni Mandira akan tambahan energi listrik,“Petambak disana sudah mandiri namun kendala mereka pada pasokan energi listrik,mohon dikawal oleh Pak Alex karena ini sudah masuk Prolegnas,”ujarnya.(red)