O-News Sport

M.Mustaqim Depisi Pencegahan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Kabupaten Banyuasin.

BANYUASIN oganpost.com - Adanya temuan salah cetak surat suara di Dapil II Kabupaten Banyuasin yakni Kecamatan Suak Tapeh, kecamatan Tungkal Ilir, kecamatan Betung dan kecamatan Pulau Rimau, khusus lembaran surat suara Calon Legislatif (Caleg) kabupaten Banyuasin, menurut Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Banyuasin, yang salah itu bukan dari pihak ketiga atau percetakan. Dari hasil pantauan mereka dilapangan kesalahan cetak tersebut merupakan kesalahan master file dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Banyuasin.
 " Ya. Sewaktu kita mengecek dan packing kita sudah melihat sempling dan semuanya benar tidak ada kesalahan, namun kemarin saat di edarkan ke masyarakat kita baru menemukan kesalahan cetak. Dalam hal ini menurut kami dilapangan kalau shof File salah otomatis hasilnya juga salah, jadi yang salah itu master filenya bukan pencetakannya," ujar Muhammad Mustaqim Depisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Banyuasin saat di bincangi wartawan Kamis (18/4).
 Lanjut dia dari kesalahan ini Bawaslu Banyuasin sudah merekomendasikan agar diadakan pemilihan susulan dengan biaya yang akan kembali di bebankan kepada APBN.
 " Kita sudah rekomendasikan kepada KPU agar diadakan pemilihan susulan dalam waktu dekat ini, dan biayanya sesuai dengan perundang-undangan akan di bebankan kepada APBN, untuk KPU sendiri nantinya hanya dikenakan sanksi administratif dan kode etik," Tegasnya.

(Armadi)

Charles salah satu Caleg Dapil II Kabupaten Banyuasin dari PBB
BANYUASIN oganpost.com - Terjadinya kesalahan cetak surat suara dapil II Kabupaten Banyuasin membuat para calon legislatif (Caleg) berang, menurut mereka kesalahan ini telah merugikan mereka baik dari segi alat peraga kampanye selama ini hingga ke biaya saksi TPS dan lain sebagainya.
 Novia Mardian Charles Salah satu Caleg nomor urut 01 Partai Bulan Bintang (PBB) dapil II Kabupaten Banyuasin meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU)  bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita. Menurut dia terjadinya kesalahan cetak ini merupakan kelalaian dari KPU yang tidak teliti ketika melakukan pelipatan surat suara.
 " Saya pribadi merasa sangat di rugikan, andai KPU Banyuasin teliti pada saat melakukan pelipatan surat suara, tidak mungkin terjadi kesalahan yang fatal seperti ini. Oleh sebab itu kami menuntut agar KPU Kabupaten Banyuasin bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah kami alami," terangnya kepada wartawan Kamis (18/4).
  Sementara itu Slamat Chaniago salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Betung membenarkan atas tuntutan caleg tersebut. Dirinya juga selaku tokoh masyarakat merasa kecewa berat atas kinerja KPU Kabupaten Banyuasin yang dinilainya tidak bekerja secara profesional, menurut dia Kelalaian tersebut selain merugikan caleg dan masyara juga merugikan negara.
  " Dalam hal ini bukan hanya caleg dan masyarakat saja yang merasa dirugikan oleh KPU, Negarapun jika terjadi pemilihan ulang harus menganggarkan kembali biaya cetak surat suara, andai KPU profesional dan benar-benar menelitih sebelum di bagikan kepada masyarakat hal ini dan kerugian ini tidak mungkin terjadi," terangnya.
 Masih kata Slamat Chaniago, seandainya KPU memenuhi tuntutan para caleg agar diadakan pemilihan ulang, seyogyanya dilakukan secepatmungkin dan biaya sepenuhnya ditanggung oleh KPU Kabupaten Banyuasin.
" KPU Kabupaten Banyuasin harus bertanggung jawab, kami masyarakat setujuh jika diadakan pemilihan ulang namun secapat mungkin, karena kalau di tunda terlalu lama kamih kahwatir niat mencoblos masyarakat sirna dan usaha para caleg untuk menjadi wakil rakyat akan sia-sia," imbuhnya menghari.
Lima caleg dapil II Kabupaten Banyuasin dataangi Kantor KPUD kabupaten Banyuasin


BANYUASIN oganpost.com - Lima calon legislatif dapil II, Kecamatan Tungkal Ilir, Betung, Suak Tapeh dan Pulau Rimau datangi KPU Kabupaten Banyuasin menuntut agar diadakannya pemilihan ulang atas terjadinya kesalahan cetak surat suara pada pemilihan umum yang di selenggarakan serentak hari ini.

Kelima Caleg tersebut . Jupriyadi dari  PDIP, Fahmiwati dari Golkar , Periadi dari PKB, Suharto dari Golkar dan Yeni dari Gerindra yang mendatangi KPUD kabupaten Banyuasin dan menuntut agar diadakannya pemilihan ulang, sebab atas insiden ini mereka merasa telah di rugikan.
   " KPU harus bertanggung jawab, kami datang agar diadakannya pemilihan ulang, kami tidak menerima atas keteledoran yang telah di lakukan pihak KPU Kabupaten Banyuasin atas terjadinya kesalahan cetak surat suara tersebut." Ujar Jupriyadi di dampingi ke Empat caleg dapil II lainnya.
   Senada dikatakan Periadi, terkait soal biaya mereka sepenuhnya di bebankan kepada KPU Kabupaten Banyuasin termasuk biaya saksi caleg.
  " Tadi ketua KPU mengatakan kepada kami dan meminta tempo 10 hari dari sekarang untuk diadakannya pemilihan ulang. Kami menunggu itu" imbuhnya
  Sementara itu Caleg Partai Golkar Fahmiwati meminta seandainya surat suara yang terlanjur di coblos dianggap sah oleh KPU, sekitarnya dapat di kembalikan sesuai dengan nomor urut dapil masing-masing.
  " Tuntutan kami hanya tiga, 1. Adakan pemilihan ulang untuk seluruh dapil II, 2. Segala kerugian di tanggung sepenuhnya oleh KPU dan terakhir atau ke 3. Jika suara yang sudah terlanjur di coblos di kembalikan sesuai dengan nomor urut dapil masing-masing." Terangnya.
   Di tempat terpisah ketua komisioner KPU Kabupaten Banyuasin Agus Supriyanto saat mau di konfirmasi wartawan tidak berhasil di temui di ruangannya, dan wartawanpun tidak di perbolehkan masuk di Gedung KPUD kabupaten Banyuasin.
(Armadi)