Komandan Korem 044 Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief memberikan paparan pada rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan 2016 di Gedung BPBD Sumsel, Palembang

PALEMBANG, oganpost.com - Dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan, pada jum’at (15/7) bertempat di Ruang Rapat Posko Satgas Karhutla, Kantor BPBD Prov. Sumsel dilaksanakan Rapat perdana Pengendalian Karhutla pasca lebaran Tahun 2016. 
 
Rapat yang dipimpin oleh Danrem 044/Gapo tersebut, membahas mengenai kesiapan tim pengendalian Karhutla di wilayah Sumsel dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan mengingat saat ini suhu panas mulai meningkat. Dalam rapat tersebut hadir Sekda Prov Sumsel Mukti Sulaiman, Kepala BPBD Sumsel Yulizar Dinoto, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP., Danlanud Kolonel Pnb Ronal Lucas Siregar, Wadir Reskrimsus AKBP Zulkarnain, Dandim 0401 Muba Letkol Inf Ignatius Wiwoho, Dandim 0402 OKI Letkol Kav Dwi Irbaya Sandra.
 
Kepala BPBD Sumsel Yulizar Dinoto, mengatakan rapat dilakukan dalam rangka menerima masukan dari semua pihak terkait pengendalian serta penanganan kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan akan terjadi saat musim kemarau tiba.
 
Menurutnya sejak beberapa hari terakhir di wilayah sumsel suhu udara mulai meningkat sehingga perlu ada kesiapan khusus untuk menanggulangi kemungkinan yang akan terjadi terutama kebakaran lahan.
 
”Rapat ini dilaksanakan untuk menerima masukan mengenai penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Sumsel,” katanya.

Sementara Komandan Satuan Tugas Pengendalian Karhutla Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo,S.IP. menyampaikan pihaknya akan meningkatkan koordinasi kepada semua pihak terkait teknis penanganan Karhutla pada tahun 2016 terutama pada saat kemarau tiba. Ia menegaskan kebakaran lahan perlu dicermati bersama, Karhutla terjadi karena kelalaian dan kesengajaan yang dilakukan dan tidak benar kalau disebut karena faktor alam, oleh karenanya perlu ada upaya tegas yang akan dilakukan dalam upaya pencegahan. Di wilayah Sumatera Selatan sudah mulai memasuki musim panas dan cenderung mulai memasuki cuaca ekstrem dengan tingkat kelembapan cuaca diakhir juni hingga saat ini telah kering karena mencapai 50 persen.
 
Selanjutnya Kasi informasi dan observasi BMKG Agus Santosa, mengatakan menurut hasil pantauan cuaca di Palembang suhu udara saat ini masih normal meskipun sudah memasuki masa kemarau. Ia juga menyampaikan untuk tingkat kelembapan cuaca hingga diakhir Juni 2016 serta hingga saat ini telah kering karena sudah mencapai 50 persen. 
 
“Cuaca ekstrim itu kalau sudah mencapai 40 persen, jadi diharapkan agar kita harus berhati-hati, kondisi asap hingga saat ini masih belum terpantau dan masih normal, meski cuaca sudah terbilang cukup panas. Tetapi kita masih harus waspada dan melakukan antisipasi karena suhu udara juga sudah mulai memanas,” tukasnya. (red)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: