Samsami, orang tua pasien
KAYUAGUNG OKI oganpost.com-Akibat Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung,Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)Pasien mengeluh,sehingga Pasien tersebut pulang mendadak,tanpa ada rekomendasi dari pihak rumah sakit.

“Kami selaku pasien menyayangkan pelayanan RSUD Kayuagung buruk,maka dari itu kami pulang mendadak tanpa ada surat rekomendasi dari pihak rumah sakit”ujar Arpan pasien dari Desa Sungai Pinang Nibung,Kabupaten Ogan Ilir (OI) Minggu (22/1/2017)

Lanjut dia Perawat yang ada di ruang rawat inap ruangan bedah,selalu berkata kasar kepada pasien,padahal seharusnya perawat itu berlaku,ramah dan sopan,bukan seperti itu,ini sudah jelas secara bertahap masyarakat tidak akan percaya lagi.

“Memang tidak pantas apa yang dilakukan perawat tersebut,perbuatan ini jelas merusak citra rumah sakit,apakah pemerintah OKI harus berdiam saja,?sedangkan Bupati OKI, Iskandar,SE berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan RSUD Kayuagung,”tuturnya

Ia menerangkan saat mendatangi RSUD Kayuagung,kalau dirinya ingin dirawat,karena ada salah satu dokter mengatakan kalau dia harus dioperasi,tapi karena lokasi rumahnya dekat maka disuruh datang malam sekitar jam 19.00 wib,ketika kami datang kerumah sakit kembali tenyata ketemu seorang dokter malah berkata lain,katanya itu tidak boleh dioprasi karena itu berbahaya,takut terjadi apa–apa maka kami menanyakan kepada perawat,bukan jawaban yang baik tapi malah marah – marah,berkata tidak sopan.

“Kami kesal pak dengan ulah perawat itu,makanya kami langsung ingin pulang meski tidak disuruh dan tanpa rekomedasi dari pihak rumah sakit,kami berharap kepada Bupati OKI Iskandar SE,agar dapat menindak tegas perawat itu,”ungkapnya kesal.(sandi) 
Pedagang Bebas Jual Lotre Disekolah

KAYUAGUNG OKI OP-Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah dan wali murid terhadap jajanan siswa - siswi di Sekoalah Dasar yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sehingga oknum pedagang kaki lima di sekolahan bebas jual lotre,

"Memang jaman sekarang pedagang lotre di sekolah sudah mulai menjamur, namun tidak ada teguran dari sekolah untuk melarangnya,Kalau kami yang menegurnya tentu kurang enak," ujar salah satu masyarakat desa ulak jermun kecamatan Sirah pulau padang AG (36) kepada media ini sabtu( 21/1/2017).

Menurutnya jenis yang dijual oknum pedagang lotre, gosoan, cabutan, ambil nomor yang telah di acak dari wadah toples, dengan harga yang berpariasi, dimana hadiahnya bisa menarik siswa seperti makanan, minuman dan lain sebagainya,

"Bila beruntung beli permainan seperti cabutan yang berhadiah menarik, ya gak apa - apa, namun kenyataan nya siswa banyak yang gak dapat hanya benang saja, begitu juga dengan permainan lainya, tentu ini sama saja membohongi siswa, kasihan dengan orang tua murid setiap paginya memberi uang untuk jajan yang bisa mengisi perut agar tidak lapar,”katanya.

Sedangkan salah satu guru SDN 2 Ulak Jermun yang tidak mau menyebutkan namanya membantah jika pedagang di sekolah tidak menjual lotre,"Disekolah ini tidak ada jual lotre, itu hanya permainan saja, bapak lihat sendiri apa yang di jual pedagang semuanya makanan dan minuman, tidak ada yang namanya judi,”ungkapnya sambil bejalan.

Sedangkan menurut pantawan media ini di lapangan, pedagang yang ada di sekolah tersebut bebas berjualan, bahkan di depan dan samping pintu kantor sekolah.(Roni/Andi).
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: