Alif hanya terbaring di rumah saja , karena tidak bisa menggerakan kakinya seperti anak-anak lainya , bukan hanya itu Alif juga harus kehilangan suaranya.
PALI oganpost.com- Sungguh malang nasib Alif (6) anak dari pasangan Hartoyo dan Ani warga Dusun III Desa Suka Maju kecamatan Talang Ubi, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari umur 11 bulan hingga sekarang hampir memasuki umur 7 tahun,Alif tidak bisa berjalan seperti anak biasanya dan harus kehilangan suaranya, kini Alif sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari pemerintah setempat.

"Dulu waktu umur 11 bulan Alif bermain dalam kondisi bermain daidalam rumah, kemudian tiba-tiba dia muntah - muntah pak, selaku orang tua saya pun kaget kok anak saya muntah, setelah saya lihat Alif makan racun obat nyamuk pak, dan selang beberapa hari badan Alif berasa panas,”ujar Hartoyo (42) orang tua Alif kepada wartawan ogan post dikediamannya minggu(26/3)

Diakuinya dulu sempat membawa anaknya Alif ini ke Rumah Sakit Muhammad Husein palembang,”Karena faktor keterbatasan biaya, kamipun tidak mendapatkan hasil yang positif,kami tau Alif pada saat itu membutukan perawatan medis,ya akibat keterbatasan ekonomi selaku orang tua kita pasra saja,”ucapnya.

Sambung dia,kini Alif hanya terbaring di rumah saja, karena semenjak kejadian itu Alif tidak bisa menggerakan kakinya seperti anak - anak lainnya, bukan hanya itu Alif juga harus kehilangan suaranya .

"Saya sangat bermohon dan berharap kepada pemerintah Kabupaten PALI dan Dinas terkait dapat membantu biaya pengobata kesembuhan anak kami Alif ini,”ungkap Hartoyo berharapa. (putra)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

1 comments:

  1. DAPATKAN FREECHIP DAN FREEBET !!

    DENGAN BONUS DAN CASHBACK HINGGA 10 % !!!!

    MARI BERGABUNG DENGAN KAMI WWW.BOLAVITA(titik)PRO

    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :

    WA : +6281377055002
    BBM : BOLAVITA

    ReplyDelete