Ilustrasi. Foto: Pixabay
ONews, PALEMBANG – Mantan Staf Khusus Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Rahidin H Anang tersandung masalah hukum. Pemilik salah satu media cetak di Palembang ini dijemput petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (26/4) di salah satu tempat.

Penjemputan paksa terhadap Rahidin ini atas permintaan jaksa Kejati Sumsel karena kasus penipuan dengan pelapor Bety. Pada 2015 lalu, tersangka Rahidin menyewa pergudangan selama dua tahun dengan harga sewa Rp220 juta.

Setelah dua tahun disewa, tersangka tidak mengosongkan gudang selama tujuh bulan sejak berakhirnya waktu sewa. Pelapor yang kesal akhirnya melaporkan tersangka. Saat ini tersangka dititipkan di Rutan Pakjo.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Klas IA Pakjo Palembang Mardan SH MH mengatakan, pihak rutan memang telah menerima satu orang tahanan titipan dari penyidik Kejati Sumsel atas nama Rahidin H Anang sekitar pukul 16.30 Wib.

“Benar kita sudah terima tahanan titipan kejaksaan. Saat ini sudah di dalam (rutan) dan tentu tempatnya sama dengan tahanan lainnya,” ujarnya. Kamis (26/4/2018) sore.

Mengenai kamar penjara yang ditempati Rahidin H Anang, Mardan enggan mengomentarinya secara rinci. Namun pastinya setiap tahanan yang masuk, tentunya wajib mengikuti aturan rutan.

“Tahanan ini statusnya titipan. Jadi bisa diperpanjang dan tidak, tergantung dari penyidik yang menitipnya. Kita dari rutan hanya menerima titipan tahanan saja,” ujarnya.

Diketahui berdasarkan laporan yang dilengkapi penyidik kepolisian, Rahidin H Anang sebelumnya dilaporkan atas nama pelapor Betty alias Andre Lie Tjongan (61), yang merupakan ibu rumah tangga.

Menurut dari keterangan pelapor kepada petugas, pelapor memiliki bangunan atau gudang seluas 412 meter persegi. Pada tanggal 31 Desember 2015, terlapor Rahidin menyewa gudang selama dua tahun dengan uang sewa Rp220 juta. Namun pada habis waktu sewa, terlapor tidak mengosongkan bangunan hingga waktu selama tujuh bulan.

Atas tindakan terlapor Rahidin yang tidak meninggalkan gudang, pelapor Betty menderita kerugian materi sebesar Rp80 juta. Merasa dirugikan, pelapor pun akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

(net/dhi)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

5 comments: