Ramalan Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Melambat

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat tahun ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat tahun ini. Ia menilai 2023 tidak akan akan sekuat tahun lalu yang diprediksi bisa mencapai 5,2 persen-5,3 persen.

Meski begitu, Sri Mulyani masih meyakini ekonomi Indonesia bisa melaju di atas 5 persen di 2023. Optimisme ini muncul menyusul pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada Desember 2022. Selain itu, ia menilai aliran masuk penanaman modal asing (PMA) yang meningkat dan berlanjutnya penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) bakal menjadi booster.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi nasional 2023 diperkirakan tetap kuat, meskipun sedikit melambat sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global," katanya dalam konferensi pers KSSK, Selasa (31/1).

Pada kuartal I 2023, bendahara negara itu juga yakin perekonomian RI bakal tumbuh lebih pesat ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Ani, sapaan akrabnya, menilai pada tahun lalu covid-19 masih bergejolak, sedangkan saat ini sudah reda dan ada momen Ramadan.

"Jadi kuartal I 2023 ini momentum pertumbuhan masih akan kuat. Kemudian masuk Ramadan dan hari raya yang berarti tahun ini akan tetap full selebrasinya dan menimbulkan momentum pemulihan yang bertahan bagus," jelas Ani.

Selain itu, Ani memperkirakan inflasi bakal lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Jika benar, masyarakat bisa memiliki kemampuan lebih untuk berbelanja. Ini juga menjadi sinyal positif investasi yang bisa semakin besar.

Perlambatan ekonomi global dianggap bakal terlihat lebih jelas di 2023 ditopang oleh potensi resesi di negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Namun, risiko perlambatan tak akan terlalu dalam karena ada dukungan penghapusan kebijakan zero covid-19 di China.

"Ke depan, ekonomi global diperkirakan akan tumbuh lebih lambat akibat fragmentasi geopolitik dan risiko resesi di AS dan Eropa," jelasnya.

Meski di tengah kondisi gejolak perekonomian global, Sri Mulyani yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada akhir 2022 tetap stabil dan terjaga.(CNN indonesia)


No comments

Powered by Blogger.