Hasil Sawit Jalan Lingkar Banyuasin Patut Dipertanyakan

BANYUASIN , oganpost.com – Kurang lebih sekitar 8 Hektar tanaman sawit yang merupakan tanaman penghijauan yang tersusun rapi sepanjang jalan lingkar Kabupaten Banyuasin mulai dari gerbang Kelurahan Kayuara Kuning hingga kelurahan Sterio Kecamatan Banyuasin III yang tidak jelas pengelolaannya dan hingga saat ini sudah beberapa kali panen hasilnya belum juga di ketahui.ironisnya lagi menurut salah satu pekerja harian pertamanan dan kebersihan Kabupaten Banyuasin ia hanya merawat dan membersikan,yang memetik hasilnya masyarakat.

“saya ini hanya membersihkan nya saja,kalau soal memetik hasil sepengetahuan saya itu masyarakat bukan dinas bersangkutan,yang anehnya lagi masyarakat yang tidak jelas itu setiap kali panen selalu di hari libur saat kami tidak bekerja atau membersihkan pohon-pohon
sawit tersebut’’ ungkap bik Ija (nama yang disamarkan-red) saat dibincangi oganpost.com selasa (23/12).

Dilanjutkannya,”saya perna mempertanyakan hal ini kepada Pak Kadis DKPP Banyuasin ,andai kami atau Dinas terkait yang memetik hasilnya mungkin lumayan buat tambahan penghasilan apa lagi bagi saya khususnya sangatlah terbantu dengan adanya tambahan penghasilan seperti itu,lagi pula suami saya sehari-harinya hanya sebagai tukang ojek,namun sangat disayangkan pak Kadis Bilang kalau tugas kita hanya merawat dan membersihkan namun yang memetik itu orang lain,”terangnya.

Saat di konfirmasi wartawan terkait pengakuan staf tersebut Kepala Dinas DKPP Banyuasin lagi Dinas Luar(DL),Terpisa Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin,Syuhada.A menerangkan kalau Dinasnya hanya mengadakan penanaman dan pengadaan setelah itu ia serah kan kedinas yang bersangkuatn yaitu DKPP Banyuasin,”memang yang menanam itu dinas kami yang bibitnya merupaka bantuan dari salah satu PT Sawit yang ada di Kabupaten Banyuasin ini,namun kalau soal buah itu kami tidak tahu menahu yang jelas kami sudah limpahkan semuanya ke dinas DKPP Banyuasin’’tegasnya

”kalau DKPP mengelak mereka tidak memanen hasilnya rasanya itu tidak mungkin sebab yang melakukan perawatan itu tugas mereka ,namun bisa jadi ada kebijakan lain atau bagai mana saya pun tidak mengerti kenapa bisa lain yang merawat lain pula yang memetik,itu PR kita semua ada apa di balik itu semua,”pungkasnya.(madi)


No comments

Powered by Blogger.