SDN 13 Tanah Abang
PALI oganpost.com–Di tengah gerakan revolusi mental jajaran pejabat negara oleh pemerintah, dengan semakin mengusung keterbukaan informasi public,yang bertujuan menjadi good governance (pemerintahan yang baik) ternyata di Kabupaten PALI, masih saja ada segelintir pejabat bermental ‘tempe’ seperti oknum Kepala SDN 13 Tanah Abang

Oknum Kepsek bernama Wel Suarni SPd SD ini, dengan arogannya telah secara terang-terangan di hadapan para siswa melecehkan wartawan yang datang ke sekolahnya.

Menurut pengakuan Damar dan Nerry, dua orang pekerja pers media cetak dan online dikabupaten Pali pada Senin (11/4) sekira pukul 11.00 WIB, saat mereka menjalankan tugas di Kecamatan Tanah Abang dengan salah satunya mendatangi SDN 13 Tanah Abang, mereka telah diterima dengan sambutan yang jauh dari kesan baik.

“Kami disambut oleh Wel Suarni saat ia sedang di depan salah satu kelas yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar,dengan muka masam dan arogan ia mengatakan ‘mengapa ke sini ada perlu apa? Saya sedang sibuk!” ujar Nerry, menirukan Wel Suarni.

Padahal, sambungnya, mereka telah dengan sangat sopan bertutur sapa dan bersikap saat datang di sekolah tersebut,”Padahal maksud kami baik mungkin ada aspirasi atau informasi yang ingin disampaikan pada stake holder atau public yang bisa diakomodir melalui pemberitaan,”ujar Nerry.

Namun, belum sempat berbicara banyak, atau jangankan mau mengajak duduk, oknum Kepsek tersebut dengan nada mengusir mengatakan,”Saya sedang sibuk, banyak urusan. Carilah sekolah lain yang lebih besar,sekolah kami ini kecil,”hardiknya.

Meski wartawan sudah menjelaskan secara baik-baik maksud kedatangannya, namun wanita berpangkat golongan IV/A itu, tetap saja tidak senang, dan memberondong dengan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya diucapkan seorang guru pendidik.

Akhirnya kedua insan pers tersebut pergi dengan kecewa dan penuh rasa ketidak percayaan. Mengapa masih ada sosok seorang pejabat, pendidik, kepala sekolah, yang juga perempuan berwatak seperti itu. Apalagi di hadapan para siswa yang tentu akan meniru.

Idris SPd, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPTD Pendidikan) Kecamatan Tanah Abang, saat dikonfirmasi, mengatakan sangat menyesalkan ada bawahannya yang bersikap demikian.

Menurut Idris, wartawan adalah mitra kerja,sehingga tidak pantas jika diperlakukan demikian. Apalagi oleh seorang Kepala Sekolah,”Yang bersangkutan akan kita panggil,kami mohon maaf atas kejadian tersebut,kedepan semoga tidak akan terulang lagi,”ungkap Idris.(putra)


ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: