INDRALAYA oganpost.com-Disaat pemerintah tengah gencar-gencarnya menggelontorkan dana bagi sekolah gratis, agar orang tua tidak terlalu terbebani lagi dalam menyekolahkan anaknya, tapi masih ada juga sekolah yang memanfaatkan dan mencari keuntungan.

Dugaan pungutan Liar (pungli) berkedok kesepakatan wali siswa di SMAN 1 Unggulan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) mencuat. Dengan alibi untuk pembiayaan asrama bagi para siswa menginap, diduga uang yang dipungut sebesar Rp175 ribu per bulan itu masuk dalam kantong pribadi.

Dari data yang dihimpun sebanyak lebih kurang 150 siswa yang menginap diasrama sekolah. Dalam satu siswa dikenakan biaya nginap sebesar Rp175 ribu perbulan. Jika dikalkulasi dalam perbulan terkumpul dana sebesar Rp 25 juta lebih. Sedangkan jatah makan bagi siswa selama ini sudah dibiayai melalui dana APBD OI.

"Dana tersebut kami kira masuk kantong pribadi, karena untuk bangunan asrama sendiri sudah 3 tahun terakhir tidak ada perubahan dan pungutan ini sudah berlangsung selama 3 tahun. Selain itu biaya operasional saya anggap tidak terlalu besar karena hanya listrik yang harus dibayar tiap bulan," ujar salah satu narasumber yang dirahasiakan namanya.

Setali tiga uang seorang wali siswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui jika selama 3 tahun terakhir anaknya harus bayar uang asrama sebesar Rp 175 ribu perbulan. Menurutnya bayaran tersebut wajib dikeluarkan sejak pertama kali anaknya masuk sekolah.

"Tidak ada rapat wali siswa, yang pasti saat anak kita masuk sekolah diwajibkan bayar kalau ingin menginap diasrama. Kita tidak terlalu berkeberatan pak karena kita merasa aman kalau anak dititipkan diasrama," katanya.

Sementara Kepala SMA Unggulan Indralaya Utara, Darmawati mengakui pungutan yang dilakukan pihaknya selama ini, menurutnya pungutan tersebut sudah menjadi kesepakatan wali siswa dan pihak sekolah yang sudah dirapatkan sebelumnya.

"Pungutan tersebut memang ada tapi besarannya tidak kita tekankan, karena itu bervariasi. Berapa saja wali siswa bayar kita terima," ujarnya berkilah saat dihubungi via seluler.

Pungutan itu lanjutnya diperuntukan operasional asrama seperti makan, bayar listrik, PAM, guru ngaji, jaga malam. "Jadi wali siswa mana yang keberatan, ini sudah menjadi kesepakatan bersama kok," tukasnya.(frd)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: