Masjid Raya KPT Pemkab Ogan Ilir

INDRALAYA, OganPost.com
Pembangunan masjid raya Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) dipertanyakan kelayakannya. Hal ini mencuat setelah anggota DPRD OI dari Komisi III meninjau langsung progres pembangunan masjid yang digadang-gadang akan menjadi icon dibumi caram seguguk.

Anggota DPRD OI, Arief Pahlevi mempertanyakan lanjutan pembangunan masjid raya yang menghabiskan dana milyaran rupiah itu. Menurut dia saat dikroscek kelokasi, kualitas bahan material yang dipasang pihak kontraktor dianggapnya tidak sesuai dengan anggaran sebesar itu.

"Kita lihat ada pemasangan plafon dengan menggunakan besi rangka baja, namun ternyata besi yang digunakan terbuat dari besi tipis, kalau saya bilangnya ini bukan besi melainkan kaleng. Jangankan menahan beban plafon, ditekan sedikit saja sudah rusak," cetus politisi Nasdem itu.

Lanjut dia, seharusnya proyek yang menghabiskan dana milyaran rupiah menghasilkan bangunan yang berkualitas. Dirinya pun beranggapan pembangunan masjid raya ini tidak akan bertahan lama karena didukung material yang dibawah standarisasi.

Arief Pahlevi saat menunjukkan material bangunan masjid raya KPT Pemkab OI, yang dianggapnya dibawah standar

"Lihat saja itu sudah banyak plafonnya yang rusak. Apalagi ini plafonnya menggunakan jenis gypsum. Kalau kena air cepat rusak. Yang kita takutkan bangunan ini bisa membahayakan orang nantinya. Gimana kalau roboh atau lepas, kan bisa membahayakan," kata wakil rakyat yang berasal dari desa Limbang Jaya yang terkenal dengan pandai besi.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi III DPRD OI Kanoviyandri mengaku akan segera membahasnya dengan pihak dinas PU CK, menurutnya pembangunan ini sedang tahap berjalan, dan dirinya belum bisa memvonis apakah pihak kontraktor telah menyalahi spek bangunan.

"Karena kita tidak pegang Rincian Anggaran Biaya (rab) nya. Apakah memang spek nya seperti itu atau diubah pihak kontraktor dengan kualitas dibawah ketentuan. Namun jika memang speknya seperti itu, berarti pihak perencanaan yang telah lalai dalam menyusunnya. Nanti kita panggil dinasnya dulu," ujar dia.

Sementara, Kepala Dinas PU CK tidak bisa ditemui. Sekretaris Dinas PU CK Asmiran tidak mau berkomentar saat dikonfirmasi terkait hal ini. "Ya nantilah, biar nanti sama pak dewan saja," singkatnya saat dilokasi bangunan, Selasa (11/10).

Diketahui proyek lanjutan pembangunan masjid raya KPT Pemkab OI dikerjakan oleh PT Detail Multi Konstruksi, dengan anggaran sebesar Rp 2,9 Milyar lebih melalui dana APBD OI. (frd)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: