Pengamat Politik Sumsel , Ade Indra Chaniago
BANYUASIN oganpost.com-Meski waktu pelaksanaan Pilkada akan diadakan pada tahun depan, namun bursa nama atau kandidat pilkada Banyuasin sudah banyak bermunculan,baik yang mendaftarkan diri melalui jalur Konvensi Rakyat, maupun melalui Partai Politik.

Untuk dari Tim Konvensi ada beberapa nama yang kini sudah bermunculan diantaranya 9 orang Dari tim konvensi,H. Hazuar Bidui, Mas Karyono,Edy Sadewo,Rosadi Salamun,Khairudin Hasan,Jamaris Bawani, Imron Hamid,H. Alamsyah Hanafiah dan H. Feriyansyah dan Satu nama yang kian Viral di ucapkan masyarakat yakni Mantan Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Samsul Bahri.

Sedangkan dari partai yang kini menjadi sebut-sebutan masyarakat H.Askolani dari PDIP dan Ustadz Solih dari partai Hanura. Namun di balik kemunculan nama-nama tersebut beredar polemik di tengah masyarakat bahwa kedepan yang menjadi Bupati Banyuasin haruslah Putra Daerah.

Hal ini menarik perhatian Pengamat Politik Sumatera Selatan. Ade Inra Chaniago seorang dosen politik di Universitas Stisipol Candradimuka Palembang. Menurut dia, hal tersebut tentu perlu kita apresiasi. Namun demikian, jangan sampai ada isu atau wacana yang berkembang ditengah masyarakat terkait bahwa Bupati Banyuasin kedepan harus putra daerah. Hal tersebut menurut dia sangat tidak mendidik. Karena kita semua tau bahwa negeri ini terdiri dari banyak suku bangsa dan sesuai dengan UU dan aturan yang berlaku di negeri ini.

"Siapapun dia semua memiliki hak yang sama. Jadi jangan sampai ada persepsi yang salah terkait putra daerah. Karenanya saya berharap kepada semua pihak agar memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sehingga pengalaman pahit terdahulu tidàk terulàng lagi,"ujarnya saat dibincangi wartawan usai memberi mata kuliah sabtu(25/2) Di Areal Kampus Stisipol Candradimuka Palembang.
Untuk itu lanjut dia berkompetisilah secara sehat. Tunjukkan bahwa anda pàra kandidat adalah orang yang tepat untuk memimpin Kabupaten Banyuasi 5 tahun kedepan. Kepada masyarakat Banyuasin, dalam menentukan pilihan, ia mengingatkan agar stidaknya memiliki parameter atau alat ukur dalam menentukan pilihan.

"Setidàknya menurut saya masyarakat harus memiliki parameter dalam menentukan pilihan Calon, siapapun dia harus memiliki Area Knowledge dan Product Knowledge. Artinya, calon yang akan kita pilih pahàm betul area atau wilayah, meliputi geografi maupun topografi sehingga betul-betul memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Banyuasin saat ini,"imbuhnya.

Kemudian calon tersebut lanjut dia, tentu juga memahami secara menyeluruh potensi yang dimiliki masing-masing Desà. sehinggà pada àkhirnya penguasaan area dan product tersebut dapat digunakan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa pada umumnya dàn khususnya masyarakat di Kabupaten Banyuasin" siapapun dia, itulah yang diharapkan masyarakat banyuasin saat ini,"pungkasnya.(madi)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: