PT Pulp And Paper OKI
BANYUASIN oganpost.com–Diduga Limbah industri PT Pulp and Paper pabrik kertas terbesar di Asia Tengara yang berlokasi di Sungai Baung Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI menimbulkan aroma tak sedap, ironisnya lagi selain pencemaran polusi udara yang membuat warga resah limbah industri pabrik ini ternyata juga mencemari sungai buatan (Kanal Indefenden) lebih kurang sepanjang 47 km yang menyebar ke Sungai-sungai, salah satunya sungai di Kabupaten Banyuasin. 

Dari informasi yang di dapat Air sungai kini berubah warna menjadi hitam pekat hingga tidak bisa lagi di pergunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari -hari, sedangkan untuk polusi udara mengakibatkan masyarakat sesak nafas.

Kades Margo Sugihan, kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, Nur Rosid, saat di bincangi mengatakan bahwa limbah tersebut sangat menggangu aktifitas warga, juga mengganggu kesehatan terutama anak – anak yang terkadang merasa sesak napas. 

"Selain polusi udara yang menyebabkan sesak nafas, limbah ini juga sudah merubah warna air menjadi keruh, hitam pekat bercampur minyak sehingga tidak dapat lagi digunakan oleh masyarakat,"tegasnya Minggu (16/7). 

Lanjut Rosid, untuk di kabupaten Banyuasin saja, sudah ada beberapa desa yang terkena dampak limbah dan polusi udara.
Di antaranya Desa Indra Pura(jalur 16), Desa Tirto Raharjo(jalur 20) , Desa Rengas Abang dan Desa Jatimulya.

" Itu desa-desa yang ada di kecamatan kami saja, belum kecamatan lain di kabupaten Banyuasin ini saya kira masih banyak lagi desa lain yang ikut terkena pencemaran dampak dari limbah pabrik tersebut,”tutur Dia 

"Sebagai pemerintah desa saya sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada pemerintah kabupaten untuk dicarikan solusinya, namun belum juga ada tanggapan,"cetusnya 

Senada dikatakan, Lakoni camat Muara Sugihan saat di hubungi Via Telpon mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada tindakkan sama sekali dari pihak Kabupaten terutama Dinas Lingkungan Hidup yang membidangi," Belum ada tindakan sama sekali dari pihak Kabupaten khususnya BLH,”ujarnya singkat . 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin. Ir Syahril A.Rahman, melalui Kepala Bidang Penataan. Norman Afriansyah, saat di temui di ruamg kerjanya membenarkan bahwa ada pencemaran limbah industri di kabupaten Banyuasin,namun untuk sekarang pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci karena menunggu hasil uji laboratorium. 

"Memang ada, akan tetapi Kita belum bisa memberikan keterangan yang mendetil karena saat ini kita masih menunggu hasil laboratorium," imbuh dia 
" Sebenarnya tim sudah pernah turun ke desa yang terkena limbah Namun sayangnya pihak dari Kecamatan tidak mengetahui kunjungan tim dari Kabupaten itu,mudah-mudahan hasilnya dapat diketahui sehingga kita dapat cepat mengambil tindakan,"pungkasnya.(madi)



ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: