PALEMBANG oganpost.com-Untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor(BBKB),Badan Pengelolah Hasil(BPH) Migas mengadakan sosialisasi PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) dengan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan,acara yang diselenggarakan di hotel Aryaduta ini mengangkat tema 'Optimalisasi Pendapatan PBBKB Melalui Sinergi dan Harmonisasi Antar Pemangku Kepentingan'.

Plt Kepala Bapenda Provinsi Sumsel Neng Muhaibah mengatakan di sela acara bahwa saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan PBBKB terbilang belum optimal namun menurut dia pihaknya tetap berupaya pendapatan dari sektor PBBKB pada tahun 2018 dapat meningkat dari target yang ada.

“Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumsel nomor 11 tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah provinsi sumsel nomor 3 tahun 2011 tentang Pajak Daerah Kendaraan Bermotor,”ujarnya.

Selain itu, Neng juga menjelaskan bahwa PKB dan BBNKB dianggap itu sudah rutin dan sudah menjadi kesadaran bagi masyarakat,”Untuk sektor lain yang selama ini kita terima saja berapa besaranya itu termasuk BBPKB diantaranya, maka dari itu kita berupaya untuk mencari jalan keluarnya,”ucapnya.

Dijelaskan juga oleh dirinya bahwa ada beberapa provinsi PBBKB itu merupakan primadona pendapatannya bisa mencapai 1 Triliun lebih,”Provinsi Sumsel menargetkan 677 Miliar,saat ini baru terealisasi 500 Milyar untuk itu kita cari jalan bagaimana caranya kita minta BPH Migas dapat memberi tahu perusahaan-perusahaan penyedia BBM yang ada di wilayah Sumsel ini,”tuturnya

“Selama ini kita hanya menerima berapa setoran dari wajib pungut kita terima saja, tanpa pernah kita cek dilapangan bener tidak jumlah yang dijual mereka kepada Wajib Pajak,setelah kita cek ke lapangan ternyata banyak masalah diantaranya mereka menggunakan PBBKB untuk kendaraan pribadi ternyata digunakan untuk industri,”ngkapnya

“Jadi masih banyak kebocoran disitu diharapkan dengan menggandeng BPH Migas ini Insya Allah tidak lagi bocor karena mereka lebih detil tahu perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah sumsel ini,”tutupnya.

Amri salah satu perwakilan dari perusahaan distributor BBM mengatakan bahwa pihaknya sudah menyetorkan pajak PBBKB perusahaannya melalui Bapenda Sumsel,”Diharapkan agar ke depan tidak ada lagi pajak di atas pajak serta mutu pelayanan dapat ditingkatkan lagi,”jelasnya.(are)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: