PALEMBANG oganpost.com-Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Kelas I Palembang melaksanakan program padat karya tahap II, kegiatan dilaksanakan di kantor Distrik Navigasi Jalan Blinyu No 9, Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Kamis (23/9/2021) 

Tanpak hadir dalam acara, Walikota Palembang yang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan H Herly Kurniawan, Kepala KSOP Kelas II Palembang Letkol Mar. Triyanto, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Kepelabuhan Boom Baru AKP Imelda Rahmat, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Palembang Silo Santoso. 

Dalam pidatonya, H Eddy Santana Putra Anggota DPR RI Komisi V mengatakan, adanya program padat karya ini mendukung masyarakat yang pendapatannya berkurang karena banyaknya pemutusan kerja (PHK)  bisa ikut terbantu. 

"Semoga hal ini bisa bermanfaat untuk masyarakat peserta padat karya dan membantu ekonomi keluarga mereka. Saya juga berkenan untuk memberikan bingkisan` sembako kepada 85 peserta padat karya yang hadir dalam pembukaan kegiatan ini, dan mendukung adanya kerjasama antara PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang dengan Distrik Navigasi Kelas I Palembang," katanya

Sementara itu, Muhammad Anto Julianto Kepala Distrik Navigasi Kota Palembang menyampaikan, hari ini merupakan program padat karya yang ke dua, sesuai dengan arahan dan kebijakan dari Kementrian Perhubungan. 

"Ditahap kedua ini kita memperluas lagi cakupannya. kalau tahap pertama kemarin kita melaksanakan kegiatan ini hanya di palembang saja, tapi sekarang kegiatan padat karya ini sudah dilaksanakan di Jambi, Palembang, dan Bangka Belitung," ujarnya

Lanjutnya, kegiatan padat karya ini bertujuan untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat yang tidak bekerja (berhenti bekerja) dan memiliki penghasilan minim. 

"Pada tahap pertama di bulan Maret, kita sudah mengkafer sebanyak 150 orang dan di tahap kedua bulan September dan Oktober ini meningkat menjadi 180 orang. Jadi total semua yang telah kita kafer dalam padat karya ini sebanyak 330 orang," ungkapnya

Ia juga menambahkan, sekarang ini Anggaran padat karya di khususkan untuk padat karya dan tidak boleh di otak atik atau dipergunakan untuk pelaksanaan kegiatan lain. 

"Kalau dulu kan anggaran padat karya ini di tumpangkan, seperti ada kegiatan atau pelaksanaan apa, misalnya pembangunan gedung na disitu padat karya ditumpangkan. Tetapi sekarang tidak lagi sesuai dengan kebijakan pemerintah, padat karya itu satu anggaran yang khusus tidak boleh di otak atik lagi," katanya

Ia juga mengatakan, semoga kegiatan padat karya cakupannya semakin bertambah dan anggarannya juga semakin bertambah agar orang orang putus bekerja dan berpenghasilan minim bisa lebih banyak terkafer lagi. 

"Kita berharap dengan padat karya ini  masyarakat bisa ikut menjaga dan merawat alat bantu yang di miliki Distrik Navigasi, baik yang berada didarat maupun dilaut," tutupnya (Dian)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: