iklan

Kemenkeu Targetkan Penerimaan Pajak Naik 50 Persen Tahun Ini

Penerimaan pajak ditargetkan tumbuh 50 persen dibandingkan dengan capaian tahun lalu. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).

JAKARTA -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penerimaan pajak tumbuh hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp1.277,5 triliun.

Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kemenkeu Yon Arsal mengatakan target pertumbuhan yang tinggi ini ditopang oleh kinerja positif perekonomian hingga paruh pertama 2022.

"Dengan perkembangan penerimaan yang signifikan (naik), rata-rata pertumbuhan (penerimaan pajak) tahun ini diharapkan 50 persen lebih tinggi dibandingkan 2021," ujar Yon dalam diskusi FMB9, Senin (25/7).

Yon menjelaskan, pada 2020 penerimaan pajak mengalami kontraksi yang sangat dalam hingga negatif 19,6 persen. Ini adalah kinerja penerimaan paling anjlok sepanjang sejarah APBN Indonesia.

Namun, pada 2021 penerimaan pajak berhasil bangkit dan terkumpul sebesar Rp1.277,5 triliun atau 103,9 persen dari target sebesar Rp1.229,6 triliun. Penerimaan pajak tumbuh 19,2 persen secara tahunan (year on year/ yoy).

Dengan pertumbuhan tinggi di tahun lalu, ia meyakini pembalikan dan pemulihan akan terus berlanjut dan bahkan lebih kuat lagi 2022. Apalagi kenaikan harga komoditas global masih sangat menguntungkan Indonesia.

Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang harganya naik adalah batu bara yang berdampak langsung ke penerimaan pajak.

"Penerimaan-penerimaan dari sektor lain yang tak terdampak langsung, masih tumbuh 37 persen. Angka signifikan di tengah ekonomi yang belum pulih. Kontribusi masih sangat besar," katanya.

Yon juga optimis, ke depan perbaikan perekonomian masih akan terus berlanjut meski dibayangi oleh sejumlah tekanan global.

"Kontribusi komoditas masih sangat besar ini memberikan optimisme kita bahwa ke depan masih melihat penguatan, ditambah dengan reformasi yang kita lakukan. Ke depan fiskal masih memadai dan berbagai kebutuhan pembiayaan pembangunan masih terkelola dengan baik," pungkasnya.(CNN indonesia)


No comments

Powered by Blogger.