Sandiaga Cawapres Ganjar: Terganjal Restu PDIP hingga Erick Thohir

PPP resmi sodorkan Sandiaga Uno sebagai cawapres Ganjar di Pilpres 2024. CNN Indonesia/Andry Novelino

JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyodorkan nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sandi baru resmi bergabung sebagai kader PPP sekitar lima hari lalu atau pada Rabu (14/6). Sandi sebelumnya merupakan kader Gerindra. Tak butuh waktu lama, Sandiaga langsung resmi diusulkan sebagai cawapres dari PPP pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP, Sabtu (17/6) lalu.

Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan PPP akan menyampaikan usulan itu kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai rekan koalisi partainya yang mendukung Ganjar. PPP kini telah berkoalisi dengan PDIP, Hanura dan Perindo untuk mengusung Ganjar.

Bahkan, Sandi mengaku siap berjuang bersama PPP dengan menggelontorkan dana pribadi sebagai modal, jika kelak dia resmi menjadi cawapres.

"PPP ini yang pertama adalah diniatkan ibadah. Karena ibadah maka jangan pernah berhitung sama Allah SWT. Semua itu jangan dihitung," kata Sandi, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (17/6).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan Sandiaga sebagai salah satu sosok potensial yang dapat digaet sebagai cawapres Ganjar.

"Tentu punya peluang ya. Apalagi PPP sudah jadi anggota koalisi. Kan sudah fix jawabannya usulkan Sandi," kata Surokim kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/6).

Surokim menjelaskan setidaknya ada beberapa faktor keunggulan Sandiaga untuk digaet Ganjar sebagai cawapresnya. Pertama, Sandiaga memiliki modal finansial yang mumpuni. Baginya, modal finansial ini nantinya dapat dikonversi sebagai instrumen memenangkan kontestasi.

Selain berstatus politikus, Sandi dikenal sebagai seorang pengusaha. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022, Sandiaga tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp10,9 triliun. Kekayaannya naik Rp 300 miliar dibandingkan 2021.

Surokim mengatakan seseorang kandidat akan kesulitan bila cuma memiliki modal politik tanpa diimbangi kekuatan finansial.

"Harus di akui dia punya kekuatan modal kapital itu, pembiayaan itu. Modal finansial, kapital tadi tak dimiliki semua kandidat," kata dia.

Selain itu, Surokim mengatakan sosok Sandiaga memiliki modal sebagai representasi milenial dan seorang kader parpol yang berbasis religius.

Sandiaga, kata dia, sedang berupaya mencitrakan diri sebagai sosok religius usai gabung PPP. Harapannya, pemilih dari kalangan milenial dan ceruk pemilih religius bisa memilihnya nanti bila dipasangkan dengan Ganjar.

"Jadi sekarang baca Sandiaga ini, orang digiring melihat profesional milenial tambahannya religius itu. Makin banyak variabel yang melekat pada dirinya, apakah sebagai pengusaha-milenial, sebagai sosok religius tadi, akan makin baik dan menguatkan elektabilitas dia," kata dia.

Selain itu, Surokim menduga Sandiaga memiliki tugas untuk mendekati tokoh maupun kiai Nahdlatul Ulama (NU) usai bergabung ke PPP guna menggalang suara dari warga NU. Baginya, kondisi ini lantaran ada kemungkinan Ganjar akan mengambil sosok cawapres berasal dari basis Nahdliyin.

Hal ini tak lepas dari pernyataan politikus PDIP Aria Bima yang sempat mengatakan NU selama ini telah menjadi pakem konfigurasi dengan partainya selama beberapa kali pemilu.

"Melihat PPP punya ceruk pemilih di kalangan Nahdliyin, Sandi punya tugas untuk meyakinkan pemilih Nahdliyin, dia seharusnya bisa menggarap ceruk itu," kata dia.

Terganjal Restu PDIP hingga Erick Thohir
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan ada plus minus Sandiaga jika berpasangan dengan Ganjar.

Sisi plusnya, Dedi menilai duet ini bagus dari sisi kombinasi ketokohan bila terwujud. Sandiaga, kata dia, masih menyimpan basis massa yang menganggapnya perwakilan kelompok religius, seperti yang disematkan publik pada Pilpres 2019 lalu.

"Sementara Ganjar, tentu melekat identitas Nasionalis, untuk itu Sandiaga akan cukup mampu memberikan celah dipilih di kalangan pemilih yang belum masuk ke Ganjar," kata Dedi.

Sisi minusnya, Dedi berpandangan posisi cawapres dari PPP untuk Ganjar masih cukup jauh. Alasannya, ia mengatakan pemilih PPP dalam Pemilu dalam survei yang dilakukan lembaga IPO bulan Juni 2023 ini tidak didominasi pemilih Ganjar, melainkan Prabowo dan Anies.

"Artinya PDIP belum tentu memberikan posisi cawapres pada Sandiaga," kata dia.

Kemudian, Dedi melihat masih ada sosok Menteri BUMN Erick Thohir yang digadang ditawarkan oleh PAN menjadi cawapres Ganjar.

Belakangan ini PAN gencar menawarkan Erick untuk menduduki kursi cawapres, baik kepada Ganjar maupun Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Baginya, kondisi ini mempersulit peluang Sandiaga.

"Asumsi Erick Thohir bakal mempersulit posisi Ganjar menggambarkan jika deklarasi PPP ke Sandiaga hanya untuk senangkan Sandiaga tanpa ada upaya konkrit, Sandiaga seharusnya tidak terburu-buru ambil kesempatan bergabung ke PPP," kata Dedi.(CNN indonesia)

No comments

Powered by Blogger.