Rupiah Perkasa di Rp15.191 per Dolar Menanti Data Inflasi AS

Nilai tukar rupiah menguat 0,09 persen ke Rp15.191 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (11/7) pagi. Ilustrasi. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN).
JAKARTA -- Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp15.191 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (11/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 14 poin atau plus 0,09 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Senasib, mata uang Asia mayoritas perkasa. Dolar Singapura naik 0,04 persen, ringgit Malaysia plus 0,13 persen, yen Jepang tumbuh 0,18 persen, rupee India terbang 0,20 persen, baht Thailand melesat 0,32 persen, peso Filipina plus 0,45 persen, dan won Korea Selatan meroket 0,75 persen.

Hanya dolar Hong Kong yang melemah 0,02 persen dan yuan China minus 0,04 persen.

Mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris plus 0,06 persen, euro Eropa menguat 0,08 persen, franc Swiss naik 0,05 persen, dolar Australia meroket 0,11 persen, dan dolar Kanada tumbuh 0,08 persen.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong meramal rupiah menguat hari ini. Kepercayaan ini didukung sentimen risk on, koreksi pada dolar AS, dan turunnya imbal hasil obligasi AS.

"Investor mengantisipasi data inflasi AS besok yang diperkirakan akan turun," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp15.150 sampai Rp15.250 per dolar AS pada hari ini.(CNN indonesia)

No comments

Powered by Blogger.