Paripurna DPRD OI Senin(18/4)
psi mendesak Ketua DPRD memerintahkan Sekretaris DPRD membacakan SK Gubernur Sumsel perihal pemberhentian Ilyas Panji Alam sebagai Wakil Bupati dan pengangkatannya sebagai Bupati defenitif.

Kericuhan semakin panas manakala Wakil Ketua II DPRD OI Wahyudi mendesak Ketua DPRD membacakan SK Gubernur, dan Wahyudi menilai Ketua DPRD tak pernah berkonsultasi dengan pimpinan dewan lainnya perihal SK Guburnur tersebut, dirinya menduga Ketua DPRD menghambat proses pendefenitifan Ilyas Panji Alam sebagai Bupati OI.

Setelah itu tiba-tiba Wahyudi langsung membacakan sendiri SK Gubernur tersebut, atas tindakannya itulah seluruh anggota Fraksi Golkar tersulut emosi dan menilai Wahyudi melakukan tindakan ilegal, dan menganggap keputusan yang dibacakan Wahyudi tersebut tidak kuorum.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD OI Fraksi PAN Azmi A Hadi mengatakan mendukung pendefenitipan Ilyas Panji Alam sebagai Bupati OI. "Sesuai SK Gubernur harusnya DPRD segera memproses pendefenitian Ilyas Panji Alam sebagai Bupati. Namun walaupun begitu dengan sendirinya SK tersebut tetap berlaku, dan tidak menutup kemungkinan seluruh anggota DPRD OI akan menemui Gubernur untuk berkonsultasi," ujarnya.

Dari pantauan awak media pasca rapat berlangsung seluruh anggota DPRD kembali melakukan rapat, anggota Fraksi Golkar dan PPP masuk ke ruangan Ketua DPRD, anggota Fraksi Nasdem masuk ke ruangan Wakil Ketua I dan anggota Fraksi PDIP dan sebagian lainnya masuk ke ruangan Wakil Ketua II.

Dari 7 Fraksi yang ada di DPRD OI hanya Fraksi Golkar dan PPP yang mendukung agar SK Gubernur sumsel tidak dibacakan, sedangkan Fraksi Nasdem, PDIP, PAN, Demokrat dan Berkibar mendesak Ketua DPRD membacakan SK Gubernur dan segera memproses pengangkatan Ilyas Panji Alam sebagai Bupati Ogan Ilir defenitif. (arie)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: