Foto : Ilustrasi
PALEMBANG, oganpost.com - Upaya untuk meningkatkan harga jual karet dengan cara pembatasan kuota ekspor terus dilanjutkan. Meski sejauh ini belum ada dampak signifikan sejak berlakunya aturan tersebut pada Maret lalu.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K Eddy, mengatakan, eksportir karet alam Indonesia bersama Malaysia dan Thailand yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) sepakat menerapkan kebijakan membatasi kuota ekspor karet ke pasar dunia atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) terus dilanjutkan hingga akhir tahun ini.

Bagaimanapun ini langkah yang bisa dilakukan saat ini untuk sedikit banyak mempengaruhi harga pasar. Sesuai dengan hukum ekonomi, adanya pengurangan supply terhadap demand yang dibutuhkan akan mempengaruhi harga suatu produk di pasaran. Hal inilah yang masih diharapkan dari adanya pembatasan kuota ekspor yang mulanya dicoba untuk 3 bulan dari Maret sampai Agustus tahun ini, jadi di perpanjang hingga akhir tahun.

"Perpanjangan pembatasan kuota ekspor yang baru ini, bukan mutlak 20 persen. Dimana pembatasan kali ini tidak terlalu signifikan," terang Alex, kemarin (15/9).

Meski secara data tidak dirincikan, namun untuk nilai ekspor setelah pembatasan pada periode Oktober-Desember kurang lebih sama dengan ekspor 2015 lalu pada periode yang sama.

Alex melanjutkan, terkait dengan update harga karet saat ini, berdasarkan harga di pasaran masih mengalami perlemahan dan belum membaik dari sebelumnya.

"Harga fluktuasi di kisaran US$1.300 per kilogram," ujarnya. (**)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: