Plh Bupati OKI HM Rifai SE bersama Managemen PT SBA Sinar Mas Group Effendi dan unsur Polri serta TNI memantau titik api dengan menaiki pesawat helikopter milik Sinarmas, Rabu (14/9)..


OKI Kayuagung, oganpost.com - Wakil Bupati OKI HM Rifai SE selama tiga jam berada di udara menaiki helikopter PK-UHW milik Sinarmas memantau langsung hotspot (titik api) di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, dan Sungai Menang, Rabu (14/9).

Dari hasil pantauan melalui udara, HM Rifai yang juga sebagai Plh Bupati OKI, didampingi Kepala Dept External Relation untuk PT SBA, PT BAP, dan PT BMH Efendy menyebutkan ada 2 titik api yang besar berada di kawasan perusahaan Selapan Jaya Desa Gajah Mati, Hikma 4 dan Hikmah 5. Kemudian terdapat juga di wilayah Pangkalan Lampam yang memang lahan masyarakat.

Kurangnya perhatian dan kepedulian dari pihak perusahaan, ditegaskan Rifai, harus diberikan peringatan keras karena tak ada upaya pemadaman. Terlihat dari bekas terbakarnya di 2 blok yang sudah terbakar.

"Satu blok yang baru terbakar besar, dan 2 blok lainnya sudah terbakar diperkirakan 2-3 hari yang lalu," kata Rifai berang.

Dijelaskannya, kebakaran lahan ini sepertinya berindikasi dibiarkan atau sengaja dibakar oleh perusahaan. 
 
"Sepertinya pihak perusahaan tak ada upaya untuk melakukan pemadaman. Padahal, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Unsur Muspida terus menerus memberikan peringatan dan penjagaan di titik-titik rawan kebakaran.
 
"Kalau dilihat dari kebakaran tadi, tidak ada upaya perusahaan untuk memadamkan api. Sepertinya dibiarkan padahal sudah diblok-bloki, atau dikanal tapi api masih saja hidup dan merambat ke blok lainnya," timpal Pasi Intel 0402/OKI Kapten Inf Eddy yang melihat hasil rekaman video selama di udara.

Sekda OKI H Husin SPd MM melalui Kepala BPBD OKI Azhar SE menyebutkan, ada 8 titik api yang tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang, dan Pedamaran Timur. 
 
"Titik api yang jelas terlihat di Desa Lebung Batang, Desa Darat, dan Desa Pangkalan Lampam Kecamatan Pangkalan Lampam. Untuk di 3 desa itu api sudah berhasil dipadamkan dengan Hely water bombing, karena untuk jalan darat sulit ditempuh," kata Azhar. 
 
Menurut Azhar lahan yang terbakar seluas 4 hektar tersebut rata-rata milik masyarakat. Siapa pelaku pembakaran tersebut pihak polisi masih melakukan penyelidikan dan nantinya akan memproses secara hukum, bagi oknum masyarakat yang sengaja membakar. 
 
"Kasus kebakaran lahan di wilayah perbatasan desa ke desa itu sudah diserahkan ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian dan akan ditindak sesuai hukum yang telah ditentukan," tutur Azhari.

Ketika ditanya mengenai kebakaran besar yang terjadi di Desa Tulung Selapan Ilir dan Desa Pulu Beruang yang diduga di atas lahan perusahaan itu, Azhari tidak banyak berkomentar, karena menurutnya api sudah berhasil dijinakan. 
 
"Kebakaran itu terjadi dua hari yang lalu, jadi apinya sudah mati," ujar Azhari. (andi)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: