Kondisi persawahan yang kering
MUARA ENIM oganpost.com-Sebanyak kurang lebih 60 hektar lahan sawah tanaman padi di Desa Tanjung Jati Kecamatan Kota Muara Enim tahun ini terancam gagal panen.

Hal ini terjadi karena hujan yang belum kunjung turun akhir-akhir ini, terutama di wilayah Kecamatan Muara Enim. Penyebab lain karena tidak adanya pengairan irigasi air yang mengaliri areal persawahan warga.

Ghofar (67), salah satu warga pemilik sawah yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Girang, Desa Tanjung Jati, menuturkan kekecewaannya pada awak media, Rabu (25/01/2017).

"Beginilah Pak, keadaan tanaman padi sawah milik warga. Tahun ini terancam gagal panen. Sudah dua minggu lebih belum kunjung turun hujan, ditambah lagi belum adanya pengairan irigasi di areal persawahan warga," keluh Ghofar.

Terlihat di lokasi, semua tanah persawahan sudah mulai retak. Total ada sekitar 60 hektar lebih areal persawahan warga, terdiri dari sembilan kelompok tani. Ditaksir oleh Ghofar, jika gagal panen, petani akan mengalami kerugian sampai puluhan juta rupiah."Kami pasrah dengan keadaan ini, Pak," kata Ghofar.

Menurut Ghofar, beberapa waktu yang lalu ada bantuan sumur bor dari Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim. Namun, masyarakat sangat kecewa karena ternyata mesin pompanya sangat kecil dan hanya mampu mengaliri areal persawahan sekitar 5 hektar saja.

"Padahal kami meminta di setiap 5 hektar sawah itu terdapat satu sumur bor agar dapat maksimal," paparnya.

Sementara itu, dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Muara Enim, sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya mengenai permasalahan dan keluhan para petani tersebut.(Azhari).
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: