Demo Mahasiswa Unsri Tolak Tingginya UKT
INDRALAYA OI oganpost.com-Buntut dari aksi demo yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tergabung kedalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Unsri beberapa waktu lalu, di gedung Rektorat kampus Unsri Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Dalam demo yang berlangsung dua jam itu, mereka menolak biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibebankan kepada mahasiswa semester 9 Unsri. Akhirnya, pihak Rektorat Unsri menonaktifkan tiga orang mahasiswa yang terlibat aksi demo tersebut dan dinilai merupakan mahasiswa provokator aksi demo.

Ketiga mahasiswa yang dinonaktifkan itu, merupakan mahasiswa yang tergabung di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Unsri, diantaranya yakni Rahmat Fahrizal selaku Presiden Mahasiswa Unsri, Ones Sinus Pangaribuan keduanya merupakan mahasiswa semester 9 Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) serta Aditia Arief Laksana mahasiswa semester 7 Fisip Unsri.

Menurut Ones Sinus Pangaribuan, salah satu dari tiga mahasiswa yang mendadak dinonaktifkan mengaku dirinya baru mengetahui status penonaktifannya, saat ia hendak mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) melalui website resmi Sistem Informasi Akademik Unsri, Rabu malam (27/7) pukul 19.00.ternyata, setelah berhasil "login", sistem tersebut secara otomatis menampilkan pesan "akun anda non aktif".

Lalu, dibawah sistem bertuliskan "Simak anda sedang dinonaktifkan karena diduga anda telah melanggar kode etik akademik pengujaran kebencian, pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik,anda segera diminta menghadap kepala BAK," tulis perintah dalam sistem Akademi Unsri tersebut.

"Akun saya tidak bisa masuk kedalam sistem untuk melakukan pengisian KRS Semester 9,ya begitulah," ujar Ones, seraya menyebut bila hal demikian tidak hanya dialaminya melainkan kedua rekannya yakni Adititia dan Rahmat juga mengalami hal yang sama.

Ia mengatakan, tidak ada pemberitahuan resmi baik secara lisan maupun secara tertulis dari pihak Rektorat Unsri bila statusnya sudah nonaktif sebagai mahasiswa Unsri. "Tidak menutup kemungkinan bila kami dinonaktifkan akibat mengerahkan massa pada saat demo yang digerakkan pada Rabu (27/7) lalu di gedung Rektorat Unsri," akunya.

Ia menambahkan, selain itu juga, pihaknya mengakui bila adanya video yang dibuat BEM Unsri,dalam video tersebut, Presma BEM Unsri beserta dirinya menolak pembayaran biaya UKT bagi mahasiswa Unsri semester 9,Video tersebut telah beredar dan menjadi konsumsi publik.

"Karena kami mahasiswa semester 9 menilai bila biaya UKT itu memberatkan,di semester 9 kami harus membayar uang kuliah senilai Rp 2,5 juta. Itu sudah termasuk biaya UKT, tentu nilai semacam itu memberatkan kami bagi mahasiswa yang tergolong mahasiswa kurang mampu secara ekonomi," jelas Ones.

Ia menambahkan, bila tidak ada upaya solusi dari pihak Rektorat terhadap status non aktifnya dari mahasiswa Unsri, ia mengancam akan menggelar aksi demo yang lebih besar lagi pada Kamis (3/8) nanti.
"Kami siap menerima segala konsekuensinya," tandas Ones Sinus.

Sementara itu, Kepala bagian administrasi akademik Unsri Junaidi saat coba dikonfirmasi tidak berada di ruang kerjanya. "Bapak tidak ada pak, bapak lagi keluar," cetus seorang staff.



Lalu, saat coba ditemui di ruang Rektorat Unsri Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaf MSCE juga tidak berada di tempat, terlihat tidak ada satu pun petinggi Unsri berada di ruang kerjanya."Bapak lagi rapat di Palembang," kata staff Bagian Humas.(fred)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

1 comments:

  1. Come On Join With Us Now !!! sabung ayam online WA : +6281377055002 | BBM : D1A1E6DF | BOLAVITA

    BalasHapus