PEDAMARAN OKI oganpost.com-Sumur bor yang dikerjakan oleh CV Jaya Bor berlokasi di dusun 2 desa rangkui jaya kecamatan pedamaran kabupaten OKI semburkan air setinggi 12 meter dari permukaan tanah,penomena alam ini sempat gegerkan warga setempat,”Ya pengeboran sumur ini sesuai permintaan dengan kedalaman 104 meter namun berhubung sumber air belum didapat akhirnya kita lakukan pengeboran tambahan sehingga mencapai kedalaman 126 meter dikedalaman ini kita menemukan sumber air,saat usai kita lakukan pemasangan kesing sumur dan juga mesin pompa fleksibel selalanjutnya kita lakukan pengurasan dengan menggunakan mesin penyedot tersebut tiba-tiba lebih kurang jam 19.00 malam rabu, kita dikagetkan oleh ledakan keras dari dalam sumur bor yang mengakibatkan mesin flaksibel yang kita pasang didalam sumur terpetal keatas setinggi 6 meter bersamaan dengan semburan air yang keras dari dalam sumur ,”ujar Purwanto pekerja sumur bor rabu(27/9).

Dikatakan dia,hal kejadian seperti ini sering ia alami namun kalau untuk diwilayah Kabupaten OKI menurut dia kejadian penomena alam semburan air yang disebabkan tekanan gas dalam perut bumi ini biasanya hanya bersipat sementara dan selanjutnya sumur bor bisa digunakan sebagaimana mestinya,”Memang awalnya tekanan semburan air sumur bor yang disebabkan tekanan gas ini sangat kuat namun ini hanya bersifat sementara,kita perbandingkan kondisi semburan pada malam hari sama siang ini sudah siknipikan beruba terutama kekuatan semburan dan juga aktivitas sembur sudah agak berkurang biasanya hanya berkisar 1 x 24 jam dari kejadian awal semburan air ini biasanya tidak terjadi lagi dikarenakan tekanan gas didalam perut bumi ini sudah berkurang,ya kita berharap secepatnya sumur bor ini kondisinya kembali normal seperti semulah agar pekerjaan ini cepat terselesaikan sesuai harapan,”ucapnya.

Esmedi Pjs kades setempat membenarkan kejadian semburan air sumur bor didesanya tersebut dirinya mengaku dari pas kejadian sampai pagi dirinya bersama masyarakat sekitar menyaksikan penomena alam itu,”Sempat kita instruksikan kepada masyarakat sekitar sumur bor untuk mengungsi kerumah tetangga yang agak jau keberadaannya dari sumur bor,karena semburan air bercampur gas dan lumpur ,namun alhamdullilah semburan air yang becampur gas dan lumpur ini tidak membahayakan ataupun merusak serta merendam rumah warga sampai siang ini lumpur dan pasir yang disemburkan sumur hanya menutupi lokasi sekitar sumur bor dan juga aktivitas semburan saat ini dibandingkan malamnya sudah jau berkurang,”terangnya.

Ditempat yang sama Camat Pedamaran Herkules menuturkan ini merupakan penomena alam yang sering dijumpai dikawasan sekitar teluk gelam menurut camat pengeboran sumur bukan kali ini saja terjadi semburan air yang disebabkan oleh tekanan gas namun sudah perna terjadi,”Kita himbau kepada masyarakat desa rangkui jaya jangan panik terkait kejadian ini,ya ini hanya penomena alam patut kita sukuri, siapa tau kedepan bisa kita datangkan pihak peneliti sejau mana tinggi kadar gas yang ada diwilaya pedamaran dan teluk gelam ini,kalau memang ada lokasi gas yang punya potensi kadar gas yang tinggi,ya bisa kita kelolah namun ini butuh proses yang panjang,”tutur Camat.

Senada dikatakan Kepala BPBD Kabupaten OKI Listiadi Martin saat meninjau lokasi sumur bor dirinya menjelaskan kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya dikawasan teluk gelam,”Kita pastikan kalau pembuatan sumur bor yang kedalamannya melebihi kedalaman 100 meter akan terjadi hal yang sama seperti di desa rangkui jaya,namun kadar gas yang ada di Kabupaten OKI ini hasil penelitian beberapa tahun yang lalu yang perna dilakukan untuk kadar gas di OKI ini memang ada namun untuk dikelolah tidak bisa dikarenakan anggaran operasional yang dikeluarkan untuk pengelolaan tidak sesuai gas yang dihasilkan itu menurut peneliti pada saat itu,biasanya semburan air bercampur gas ini tidak bertahan lama nanti juga sumur ini akan normal seperti biasa,”paparnya.

Dikesempatan yang sama Kabid Perumahan ,Dinas Pemukiman dan Peruhan Rakyat Kabupaten OKI,Ir Ramlan menjelaskan di Kabupaten OKI sudah 4 kali terjadi pengeboran sumur yang ada penomena gasnya,semburan tertinggi terjadi saat pembuatan sumur bor pada waktu Jamnas teluk gelam 2008 ketinggian semburan mencapai 100 meter,namun sampai sekarang sumur tersebut bisa difungsikan sebagai mana mestinya,tetapi kita harus menunggu gas yang dikeluarkan sumur bor harus betul-betul habis,”Gas yang dikeluarkan oleh sumur bor ini merupakan hasil dari gambut yang membusuk dalam perut bumi yang selama ini tersimpan dilapisan tanah paling bawa dikarenakan adanya pengeboran sehingga pas airnya keluar gas ini menyusul,karena tekanan gas lebih kuat dari air makanya terjadi semburan yang kuat keluar dari sumur bor,namun ini tidak berlangsung lama biasanya, karena juga hasil penelitian para ahli beberapa tahun yang lalu di Kabupaten OKI tidak ada sumber yang dikatakan tambang gas bumi karena menurut ahlinya Kabupaten OKI hanya menjadi tempat perlintasan gas,kita berharap kepada masyarakat desa rangkui jaya untuk bersabar kita tunggu dulu beberapa hari, baru nanti setelah steril kita maksimalkan sumur bor ini,karena kita tau masyarakat desa ini sangat membutukan sekali air bersih,”ungkapnya.(aziz)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: