O-News Sport

Pemerintah Kabupaten Banyuasin
BANYUASIN oganpost.com- Ketua dan Pengurus SMSI Banyuasin menggandeng Baznas Banyuasin memberikan sembako pada Panti Asuhan dan membagikan ratusan paket sembako bagi warga yang berhak menerimanya tersebar di beberapa Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin Jum'at(26/11/2021)

Pembagian sembako tersebut tersebar diberbagai lokasi dalam Kabupaten Banyuasin meliputi Panti Asuhan Bunda kemudian Desa Pelajau, Sukaraja Baru, Rimba Alai, Kelurahan Kayuara Kuning, Kelurahan Mulya Agung, Pangkalan Balai, Kedondong Raye, Kelurahan Setrio dalam Wilayah Kecamatan Banyuasin III, kemudian di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Ketua pelaksana kegiatan pembagian sembako Deni Arianto mengucapkan terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyuasin yang sudah memberi kepercayaan untuk menyalurkan bantuan sembako dalam rangka HUT Pengurus SMSI Banyuasin ke 1 tahun.

"Terimakasih kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam hal ini Baznaz Banyuasin yang sudah memberi kepercayaan untuk menyalurkan bantuan sembako, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan terus berkelanjutan," katanya dalam disela-sela membagikan sembako.

Sementara itu Ketua SMSI Banyuasin, Sumantri Adie di dampingi Bendahara SMSI Banyuasin, Evi Farlina dan Pengurus lainnya menerangkan bahwa Bakti Sosial pembagian sembako untuk Panti Asuhan dan warga yang berhak menerima merupakan kerjasama SMSI Banyuasin dan Baznas Banyuasin.

Kagiatan Bakti Sosial ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Jadi Pengurus SMSI Banyuasin Ke-1 tahun ini. Sebelumnya sudah menggelar pertandingan Gaple, dan memberikan pakaian dan makanan bagi Orang Dalam Gangguan Jiwa atau ODGJ, jelasnya.

Selanjutnya kita juga mengadakan lomba Karya Tulis bagi wartawan yang bertugas di Banyuasin dan acara puncak nanti kami Pengurus SMSI Banyuasin menggelar lomba Game Online,"Pada lomba Game Online ini kami menggandeng E-Sport Banyuasin,"terangnya.

Pada acara puncak nanti, Insya Allah bakal digelar Final Tournament SMSI Mobile Legends Champions secara langsung, disini kita minta kepada bapak Bupati Banyuasin dan pejabat lainnya untuk menyaksikan langsung Final tersebut, harapnya.

Sumantri juga memaparkan bahwa setelah usai semua lima (5) kegiatan tersebut, Pengurus SMSI Banyuasin Insya Allah akan menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 SMSI di Hotel Royal Kuningan Jakarta, 7-8 Desember nanti, beber dia.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, dan saya sangat mengapresiasi terhadap kinerja kawan-kawan Panitia, sehingga pergelaran kegiatan yang sudah dilaksanakan sukses tidak ada kendala yang berarti, tutupnya. (SMSI Banyuasin)
MUBA SEKAYU oganpost.com-Sekilas kejadian ini mengingatkan kita pada petaka serupa yang terjadi pada Arie Hanggara. Anak malang yang tewas di tangan orang tua kandungnya. Berita kematian Arie Hanggara menggegerkan Jakarta kala itu hingga dimuat di semua koran dan beritanya menyebar ke seluruh penjuru bahkan diabadikan dalam sebuah film drama.

Tapi sekarang sang anak malang terjadi di kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin, Rabu 24/11/2021 seorang bocah laki-laki bernama Andika Pratama (12) yang mengalami keterblakangan mental, kerap dia disiksa  oleh kedua orang tua kandungnya hingga tewas. 

Tersangka yang merupakan orang tua kandung korban diketahui bernama AAN APRIZAL Bin ARPANI yakni adalah ayah kandung korban dan SAMSIDAR Binti MAJID KUSIM yakni adalah ibu kandung korban, masing-masing tersangka berhasil diamankan oleh pihak Polsek Babat Toman.

Dihadapan penyidik kedua tersangka mengaku bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri, tersangka mengaku kesal akibat ulah anaknya yang kerap melakukan hal yang tidak wajar dan sang ibu mengakui bahwa telah memukul kepala korban dengan menggunakan gayung plastik sementara sang ayah mengakui telah melakukan kekerasan fisik dengan memukul korban dengan menggunakan selang plastik dan untuk mempertanggung jawab atas perbuatan kedua tersangka saat ini kedua tersangka sedang menjalankan proses hukum di Polsek Babat Toman.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIk melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ady Akhyat SH MSI saat di konfirmasi membenarkan telah terjadi penangkapan kedua pelaku tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak yang mengakibatkan meninggal atau kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan meninggalnya korban dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Benar sekali, kedua tersangka adalah orang tua kandung korban telah di amankan dan tidak ada upaya perlawanan saat penangkapan saat di bawa ke Mako Polsek Babat Toman,"ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan masing-masing tersangka akan dijerat Pasal 80 ayat (3) jo pasal 76C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak diperbarui dengan UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau pasal 351 ayat (3) KUHPidana dan sekarang tersangkah sedang dalam proses hukum,"ungkapnya.(SMSI Muba) 
MUBA SEKAYU oganpost.com-Usai melaksanakan Shalat Jumat( 25/11) Plt Bupati Beni Hernedi langsung bergegas menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Salamun Aitam. Dimana Ponpes ini merupakan Ponpes gratis biaya pendidikannya khusus anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang berada di Muba. 

Lantunan ayat suci Al-Quran bersenandung, shalawat pun tak hentinya dilantunkan menyambut kedatangan Plt Bupati Beni Hernedi SIP beserta jajaran OPD Pemkab Muba,"Alhamdulillah hari ini berkesempatan bisa berkunjung ke ponpes Salamun Aitam, bisa makan siang bersama dengan anak-anak pondok pesantren,"ucap Ketua PMI Muba itu. 

Pembina Muba Corporate Forum (MCF) ini mengaku, keberadaan Ponpes Salamun Aitam sejak beberapa tahun belakangan ini bisa mengakomodir pendidikan anak-anak dhuafa dan yatim piatu yang ingin mengenyam pendidikan di Ponpes,"Semuanya berjalan lancar, anak-anak dapat difasilitasi dengan baik melalui alokasi dana dari Pemkab Muba," ujarnya. 

Beni juga memberi motivasi kepada para santri agar semangat belajar di untuk menggapai cita-cita, sehingga pada saatnya nanti dapat meneruskan estafet kepemimpinan, terkhusus di Bumi Serasan Sekate,"Jika adik-adik menjadi orang yang pintar, baik dan menjadi orang yang bermanfaat, InsyaAllah Indonesia akan maju dan hebat,"paparnya.

Lanjutnya,Pemerintah Kabupaten Muba akan terus memberikan yang terbaik dalam pengembangan pendidikan pesantren yang ada di Muba,"Pemerintah punya kewajiban untuk senantiasa mensupport apa pun yang diharapkan oleh pesantren yang ada di Muba, karena kita meyakini dan menyadari bahwa semua adalah menjadi bagian dari komitmen dan tanggung jawab kita bagi pembangunan SDM yang lebih berakhlakul kharimah,”sambungnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba H Opi Palopi menambahkan, sejak dibangun Ponpes Salamun Aitam dibawah pada 2018 lalu, para santri yang menempuh studi di ponpes tak serupiah pun dipungut biaya. Semua digratiskan, mulai biaya sekolah hingga urusan mondok. 

"Semua kebutuhan santri difasilitasi oleh Pemkab Muba, mulai dari kebutuhan makanan, pakaian dan seluruh kebutuhan dalam proses pembelajaran semua diberi secara gratis. Untuk saat ini jumlah peserta didik di Ponpes Salamun Aitam berjumlah 120 santri. Syarat utama santri yang diterima disini ialah anak yatim piatu dan dhuafa, yang benar-benar terancam tidak bisa sekolah,"jelasnya.( Sof)