O-News Sport


KAYUAGUNG OKI-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah yang paling patuh menindaklanjuti rekomendasi atas laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan(BPK RI) se Provinsi Sumatera Selatan menempati rangking pertama daerah yang melakukan tindaklanjut rekomendasi BPK RI atas hasil Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan tahun 2019 dengan persentasi tindaklanjut mencapai 89,98 persen disusul Pemkab Musi Rawas 82,75 persen dan Kabupaten Lahat para urutan ke tiga dengan persentase tindaklanjut 80,00 persen.

Inspektur Kabupaten OKI, Syarifudin, SP, M. Si mengatakan raihan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk melakukan perbaikan manajemen administrasi keuangan daerah,“Tanggung jawab ini adalah komitmen seluruh penyelanggara pemerintahan daerah. Dan hasilnya, OKI daerah di Sumsel yang berhasil meraih rangking satu atas pelaporan tindak lanjut temuan LHP BPK RI,”ujar Syarifudin.

Syarifudin menambahkan, pencapaian itu bagian dari political will Kepala Daerah didukung komitmen seluruh pemangku kepentingan,“Merupakan visi dan kemauan politik Bapak Bupati untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel terutama perbaikan pelayanan dan pengelolaan keuangan,”tuturnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mampu mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil pemeriksaan (LHP) dan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel sembilan kali berturut-turut.

Bupati OKI, H. Iskandar, SE, saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pada Rabu (17/6/2020) lalu mengatakan jajaran pemkab OKI akan terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan dan penyajian laporan keuangan daerah agar dapat dihitung bisa dipertanggungjawaban, dan berkesinambungan.(red)

OKI KAYUGUNG oganpost.com-Setelah ikuti berbagai tahapan seleksi, 8 atlit sebak bola asal Kabupaten OKI Haryanto(30-09-2002), Elvin Febrian (28-02-2003),Muhammad Dhani(03-09-2002),Siddiqilias(16-07-2001), Juan Galpani(24-12-2002),Arif Irawan (08-05-2004),Abdi Nugroho(23-09-2004) dan M Afandi(06-04-2006) lolos seleksi di Akademi Sepak Bola(ASB) Bangun Tapan Bantul Jogja,8 pesepakbola ini berhak ikut pelatihan di ASB Bangun Tapan dengan prioritas seluruh oprasional dan kebutuhan sehari-hari di tanggung sepenuhnya oleh pihak ASB BangunTapan,keberangkatan 8 Atlit Sepakbola tersebut dilepas langsung oleh sekretaris Dinas Pemuda Dan Olaraga Kabupaten OKI Beny Refib

“Ya ke 8 atlit sepak bola OKI berhak untuk ikut pelatihan sepak bola di ASB Bangun Tapan,sesuai komitmen dan aturan yang di terapkan pihak ASB Bangun Tapan bagi yang lolos seleksi langsung direkrut sebagai siswa ASB Bangun Tapan serta kesemua biaya baik penginapan,makan dan pasilitas lainnya ditanggung semuanya oleh ASB Bangun Tapan bahkan yang masih bersetatus pelajar mereka siap urus administrasi kepindahannya untuk pindah sekolah ke jogja, karena mereka akan ikut pendidikan pelatihan sepak bola ini selama tiga tahun,”ujar Sekretaris PSSI OKI Tabroni SE kepada wartawan selasa(7/7/2020).

Dikatakan dia baru kali ini atlit sepak bola OKI ikut seleksi tingkat Akademi dan sukses lolos,”Alhamdulillah bisa lolos,suatu kebanggaan bagi kita dan tentunya ini aset buat Kabupaten OKI terutama dibidang olaraga sepak bola,pengurus PSSI Kabupaten OKI tentunya kedepan akan terus berupaya dan berkomitmen untuk selalu berbuat yang terbaik bagi persepakbolaan Kabupaten OKI,selama tiga tahun dididik disana,kiranya adik-adik ini bisa menunjukkan prestasi terbaik sehingga bisa dilirik pengurus club-club di liga 1,2 maupun liga 3,inilah harapan kita kedepannya,”ucapnya.


Ditempat yang sama Ketua Harian Koni Kabupaten OKI Sabit MPd I mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang sudah diraih 8 atlit sepak bola OKI tersebut,”Bukan hal yang gampang bisa lolos seleksi di salah satu Akademi Sepok Bola apalagi ini Akademi Sepak Bola yang ada di pulau jawa tentu prestasi yang membanggakan bagi kita pengurus KONI Kabupaten OKI dan juga membanggakan Pemerintah Kabupaten OKI,ya kita suport adik-adik untuk tetap jaga stamina,ikuti pelatihan dengan baik dan jika nantinya bisa berprestasi bermain di liga-liga di indonesia jangan lupa daerah asal,jika suatu saat engkau dibutuhkan tanah pertiwimu komitmenlah didalam hati untuk pulang berlaga dan membelah Kabupaten OKI yang kita cintai ini,”tutur Sabit.

Senada dikatakan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olaraga Kabupaten OKI Beny Rafib dirinya juga mengharap agar 8 pesepakbolah asal OKI ini untuk ciptakan prestasi dan selalu membanggakan Kabupaten OKI,”Ikuti dengan baik,jaga etika,fokus dengan kegiatan latihan,buatlah kebanggaan baik diri pribadi,orang tua maupun kebanggaan untuk pemerintah Kabupaten OKI,jangan terputus komunikasi, kalau ada kesulitan disanna tolong berkoordinasi ke Dispora OKI,kita siap membantudan satu hal perlu dicamkan dalam hati,jika nanti dubutuhkan untuk membela Kabupaten OKI,harus tetap jiwa kesatria untuk pulang dan membelah kabupaten OKI di ajang-ajang event sepak bola yang ada,”ungkapnya.(ziz)

OKI KAYUAGUNG oganpost.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel melakukan inovasi layanan Semedi (Sehari Dokumen Langsung Jadi) tujuannya untuk mempercepat dan memudahkan pelayanan pengurusan dokumen kependudukan.

"Kami uji cobakan selama enam hari untuk pembuatan akta kelahiran, kartu keluarga (KK), akta kematian dan perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik" Kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) OKI, Hendri, SH, MM.

Layanan Semedi menurut Hendri mampu memangkas waktu pembuatan dokumen kependudukan dari tiga hari menjadi satu hari jadi dengan waktu pengerjaan 10 menit."Kita pangkas proses pelayanan satu hari langsung jadi," katanya.

Percepatan layanan dokumen kependudukan ini tambah Hendri didukung oleh penerapan Penandatanganan dokumen kependudukan secara elektronik (TTE) sehingga memungkinan penandatanganan KK dan Akta Kelahiran, secara elektronik oleh pejabat Dinas Dukcapil.

"Kami sudah menerapkan tanda tangan elektronik (TTE) untuk akta kelahiran dan kartu keluarga sehingga mempercepat pelayanan" ujarnya.

Selain itu tambah dia, Dukcapil OKI mulai 1 Juli sudah menerapkan pencetakan mandiri dokumen kependudukan KK dan Akta Kelahiran,"Warga sudah bisa mencetak sendiri dokumen kependudukan (KK dan Akte Kelahiran) dengan menggunakan kertas HVS putih 80 gram ukuran A4."ujar Hendri.

Dengan kemudahan tersebut, jelas dia pemohon tidak perlu lagi datang ke Kantor Disdukcapil untuk mengambil dokumen kependudukan yang diurusnya. Dokumen tersebut sudah dikirimkan melalui email yang sudah didaftarkan saat mengajukan permohonan melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK).

"Sehingga memungkinkan masyarakat dapat melakukan pencetakan dokumen kependudukan secara mandiri dengan spesifikasi kertas yang telah ditentukan dari email yang dicatatkan, tanpa perlu datang kembali ke Disdukcapil," katanya.

Pencetakan mandiri dokumen itu jelasnya tidak berlaku untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA). Kedua dokumen kependudukan ini tetap menggunakan kartu yang dicetak oleh Disdukcapil OKI.

Hendri mengatakan, pencetakan mandiri dokumen kependudukan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan.

Dia menambahkan, kelebihan sistem pencetakan mandiri ini membuat masyarakat memiliki file dokumen kependudukan seperti akta atau kartu keluarga,sehingga dapat dilakukan pencetakan berulang kali dan tidak khawatir apabila hilang.

Kendati demikian, Hendri memastikan dokumen tersebut tidak mudah untuk dipalsukan karena menggunakan sistem Quick Response (QR) Code pada TTE yang tercantum dalam dokumen kependudukan masing-masing.

"Untuk pengecekan keaslian dokumen kependudukan, dapat dilakukan dengan melakukan scan QR-code pada Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang ada pada masing-masing dokumen kependudukan," tutupnya.(red)