O-News Sport

Ogan Ilir oganpost.com-Usai apel bersama personil Kodim 0402 OKI/OI dan Personil Polres Ogan Ilir(OI) yang di pimpin langsung Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandhy,SH SIK mendatangi lokasi kebakaran rumah warga di desa ibul 2,"Tujuan kita cek lokasi kebakaran ke desa ibul 2 tidak lain untuk memastikan sejau mana kondisi korban kebakaran dan juga seperti apa dilapangan pasca kebakaran,"ujarnya minggu(28/2/2021)

Dikatakan dia bersama personil kodim 0402 0OKI/OI dalam hal ini anggota Koramil Pemulutan pihaknya juga lakukan cek sekeliling desa Ibul,"Terkait peristiwa kebakaran ini kita akan lakukan penyelidikan sesuai fakta dilapangan apa penyebab utama kebakaran,kalau memang nantinya ada hasil temuan penyelidikan kebakaran di  sebabkan oleh kegiatan ilegal TAPING, siapa oknum dibelakang ilegal TAPING ini tentu akan kita proses sesuai hukum yang berlaku dan semua ilegal TAPING akan kita tertipkan,"ungkapnya.(ziz)
PALEMBANG SUMSEL oganpost.com-Wujut kepedulian dalam mendorong semangat para Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum di Sumatera Selatan serta meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,  Mata Garuda Sumatera Selatan(MGSS)-Ikatan Penerima Beasiswa (IPB)  LPDP Sumatera Selatan bekerjasama dengan para Alumni  Australia Awards,menyelenggarakan Webinar Tips dan Trik Menaklukkan Australia Awards Scholarship di Tengah Pandemi Covid-19. 

Australia Awards Scholarship (AAS) merupakan beasiswa yang didanai oleh Pemerintah Australia. AAS merupakan program beasiswa untuk jenjang S-2 dan S-3 di universitas-universitas terkemuka Australia. Pembiayaan beasiswa ini meliputi biaya kuliah, biaya hidup, biaya pesawat, biaya kursus Bahasa Inggris serta biaya-biaya penunjang akademik lainnya. Terkait dengan kondisi Covid19 AAS 2021 melakukan seleksi calon mahasiswa dengan memprioritaskan bidang-bidang yang terkait dengan Covid-19. 

Acara Webinar yang dilaksanakan secara Gratis pada Sabtu, 27 Februari 2021 ini cukup menarik minat para pelajar dan masyarakat umum di Sumsel.Hadir sebagai Pembicara dalam kegiatan ini, I Made Andi Arsana, beliau adalah Alumni Australian Leadership Awards AAS untuk jenjang PhD, University of Wolongong, Australia. 

Dalam materinya beliau menyampaikan sejumlah Tips and Trik menembus beasiswa AAS misalnya memilih bidang-bidang yang cocok untuk pembangunan Indonesia, khususnya di tahun 2021 bidang yang diprioritaskan adalah yang terkait dengan penanganan Covid19. 

Kemudian untuk penyusunan proposal riset bagi calon yang memilih study by research sebaiknya topik riset yang belum pernah diliti orang lain dan dapat memberikan solusi yang berdampak luas dan belum dilakukan orang lain.

Evan Sapentri Ketua Panitia Acara yang sekaligus Ketua Mata Garuda Sumatera Selatan mengungkapkan pada dasarnya kegiatan Webinar AAS ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa S-1 dan S-2 yang ingin melanjutkan studinya ke negeri Kanguru,"Melalui webinar ini, Mata Garuda Sumsel berupaya mempertemukan pembicara dan calon peserta guna mendiskusikan perihal bekal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum para pemburu AAS ini mendaftar beasiswa tersebut,"ujarnya.

Dikatan dia penyelenggaraan webinar ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan calon pendaftar  misalnya terkait Apa saja/Adakah kebijakan AAS terbaru di 2021, Apa saja yang perlu dipersiapkan para pemburu AAS guna merelasikan prioritas bidang-bidang yang terkait dengan Covid-19, Apa saja,"Kesalahan minor yang sering dilakukan berulang oleh para pemburu AAS dari tahun ke tahun,apakah ada sistem kuota, prioritas bidang studi, target wilayah tertentu, dan jenis beasiswa yang dibuka di 2021,"ucapnya. 

Diakhir kata sambutannya Evan Sapentri menyampaikan intinya Mata Garuda Sumsel menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk  mengenalkan Australia Awards Scholarship kepada para peserta, memberikan penjelasan, mekanisme, dan persyaratan pendaftaran serta kebijakan Australia Awards Scholarship 2021,"Tidak lain tujuan kita memberikan argumentasi kritis sekaligus memotivasi peserta webinar agar sukses menembus beasiswa dan dapat melanjutkan studi melalui Australia Awards Scholarship,"ungkapnta.(Rilis Ayurisya Dominata/MG Sumsel)

OKI KAYUAGUNG oganpost.com-Masyarakat Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI Sumsel dihebohkan dengan adanya bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) Gerakan Perjuangan Maharani Nusantara(GPMN).

Bantuan ini akan diberikan menerut warga Kayuagung berindisial WD harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan pihak GPMN,"Pertama melampirkan fhoto copy KK,KTP,tidak mempunyai pinjaman di bank dan juga racing motor, tidak memiliki tabungan lebih dari dua juta,bukan PNS, TNI, Polri dan Pensiunan serta uang administrasi sebesar Rp.30.000/KK,"ujarnya kepada wartawan sabtu(27/2/2021). 

Sambung dia,uang atministrasi tersebut menurut keterangan yang kita dapat dari pak Jailani salah satu koordinator bantuan GPMN,di perutukkan bagi petugas yang bekerja di GPMN yang mengurus berkas karena mereka tidak ada honor,"Saya dengar cerita kalau tidak salah ada lima desa di OKI ini yang mendapat bantuan program UMKM GPMN,diantaranya desa Belanti Kecamatan SP Padang, desa Teloko, desa Tanjung Serang,desa Tanjung Lubuk dan desa Celikah Kecamatan Kayuagung,"terangnya. 

Hal senada dikatakan IR juga warga Kayuagung dimana bantuan ini menurut keterangan yang dia dengar berupa sembako namun nanti setelah bantuan sembako terealisasi akan ada bantuan lanjutan UMKM GPMN,"Setau saya sudah banyak warga yang melengkapi berkas persyaratan dan menyerahkan uang administrasi,"paparnya. 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang(DPC)  PDIP Kabupaten OKI Abdiyanto Fikri saat dimintai penjelasan melaui telpon selulernya terkait program bantuan UMKM GPMN tersebut mengaku tidak tau menau karena sampai saat ini menurut dia belum ada pemberitahuan ataupun kabar, baik dari Dewan Pimpinan Daerah(DPD)  maupun Dewan Pimpinan Pusat(DPP) terkait program bantuan UMKM buk Puan Maharani ini,"Memang sebelumnya ada juga masyarakat SP. Padang yang bertanya ke saya terkait bantuan ini, ia saya jawab saya belum paham apa ada atau tidak bantuan ini,"tuturnya. 

Tambah dia,tentunya kalau ada program-program dari pusat kedaerah biasanya DPC dipanggil kepusat ataupun melalui surat edaran resmi dari DPP,"Terkait ada atau tidaknya bantuan ini nanti saya coba untuk mengkorfirmasi DPP, saya himbau kepada masyarakat Kabupaten OKI untuk tidak dulu menanggapi serius program BPMN ini apalagi ada uang administrasinya sebesar 30 ribu rupiah, setau saya yang namanya bantuan tidak perna adanya pungutan biaya,"ungkap Abdiyanto.(SMSI OKI/ziz)