Gubernur Apresiasi Operasi Ramadniya Musi Sambut Idul Fitri

PALEMBANG, oganpost.com - Menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1437 H, seluruh jajaran Polisi dan stakeholders melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ramadniyah Musi-2016 di Halaman Mapolda Sumsel. Kamis, (30/06). Pada Apel Gelar Pasukan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin sebagai Inspektur Upacara.

“Saya mengapresiasi persiapan Ramadniya Musi-2016 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, pasukan ini akan disebar ke Daerah-daerah, jadi mari kita dukung bersama sebab tidak akan bisa dilaksanakan oleh pihak kepolisian itu sendiri tapi harus didukung oleh steakholder yang terkait, dengan melihat dari data tahun 2015 yang lalu begitu banyak korban jiwa, kecelakaan dan korban luka, semoga kita dapat mencegah dengan tahun ini”, kata Alex.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membacakan Amanat Kapolri, bahwa Apel gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda dan Polres ini bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir personel beserta kelengkapannya, baik dari Polri maupun unsur terkait serta segenap potensi masyarakat yang terlibat dalam pengamanan hari raya Idul Fitri 1437 H.

Sandi operasi dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri yang selama ini kita kenal yaitu ketupat, pada tahun 2016 berubah menjadi Ramadniya yang merupakan singkatan ramadhan dan hari raya yang mengandung arti harafiah suci, adil dan sempurna. Operasi ini dilaksanakan selama 16 hari, mulai tanggal 30 Juni sampai 15 Juli 2016.

Dijelaskannya, Melalui kegiatan ini diharapkan rencana operasi yang telah dipersiapkan dengan matang dapat dilaksanakan dengan baik dan sinergis bersama seluruh stakeholders terkait agar situasi kamtibmas maupun kamseltibcar lantas yang kondusif dapat terwujud sehingga masyarakat diseluruh wilayah tanah air dapat merayakan hari raya idul fitri dengan aman, nyaman, tertib dan penuh khitmad.

“Mudik merupakan salah satu aktivitas dalam perayaan hari raya idul fitri yang telah menjadi tradisi atau budaya masyarakat Indonesia. Mudik dilaksanakan berkumpul dan silaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman. Beberapa aktivitas masyarakat bersama kelaurga juga meningkat, seperti kegiatan rekreasi dan mengunjungi mall serta pusat perbelanjaan lainnya”,ujarnya.

Peningkatan aktifitas masyarakat ini tentunya mempunyai implikasi terhadap lonjakan arus pergerakan orang dan barang, serta mobilitas transportasi maupun transaksi perekonomian di seluruh penjuru tanah air. Peningkatan aktivitas masyarakat harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi permasalahan kamtibmas dan kamtibselcar lantas, baik waktu menjelang pada saat maupun setelah hari raya.

Lanjut ia mengatakan, Sebagai informasi bahwa pada tahun 2016 ini Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum mencapai 17,6 juta orang terdiri dari penumpang angkutan jalan, angkutan penyebrangan, kereta api, angkutan laut dan angkutan udara.

Sedangkan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan mobil pribadi diprediksi sebanyak 2,4 juta kendaraaan dan untuk sepeda motor sebnayak 5,6 juta kendaraan dimana transportasi tersebut diperkirakan akan terjadi pada H-4 dan arus balik pada H+3

Berdasarkan data operasi ketupat tahun 2015 lalu tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 646 jiwa, korban luka berat sebanyak 1.057 jiwa dan korban luka ringan sebanyak 3.891 jiwa.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena kurang disiplinnya pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas, masih adanya pemudik yang tidak memperhatikan kelayakan kendaraannya, adanya kerusakan jalan, kurangnya fasilitas atau sarana prasarana jalan pada jalur yang dilalui pemudik, maupun akibat pengaruh perubahan cuaca yang ekstrim.

“Mencermati berbagai faktor tersebut, kita berkewajiban untuk melakukan langkah antisipatif melalui tindakan preemtif, preventif, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi serta didukung dengan kerjasama sinergis dan kamtibmas lainnya guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas”, ujarnya.

Selanjutnya, potensi kerawanan maupun gangguan kamtibnas yang perlu diantisipasi pada perayaan lebaran tahun 2016 ini antara lain curat, curas dan curanmor, sweeping ormas, tawuran antar kelompok warga, balap liar dan kebut-kebutan, penyalagunaan narkoba, miras, petasan, aksi intoleransi Beragama, terorisme, sabotase serta bencana alam dan kebakaran.

Dalam operasi kemanusiaan ini, kekuatan yang akan digelar sebanyak 158.402 orang terdiri dari Mabes Polri sebanyak 2.043 orang, Polda sebanyak 89.613 orang serta instansi terkait sebanyak 66.746 orang yang tersebar pada 3.097 Pos pengaman dan 1.112 Pos Pelayanan.

Seluruh kekuatan ini akan melaksanakan pengamanan pada tempat peribadatan umat islam, lokasi ied, pemukiman masyarakat, jalur–jalur pergerakan orang dan barang, tempat wisata, terminal, stasiun KA, pelabuhan laut, bandara, sentra perekonomian dan tempat transaksi keuangan, rest area, SPBU, tempat-tempat pembagian zakat fitrah serta kegiatan masyarakat lainnya yang perlu diamankan

Operasi Ramadniya 2016 ada beberapa target yang harus dicapai yaitu, (Pertama) terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan perayaan hari raya Idul Fitri 1437 H, baik pada saat beribadah puasa, sholat tarawih, sholat ied, berwisata maupun berbagai aktivitas lainnya, (Kedua) terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaraan lalu lintas bagi masyarakat yang berpergian dengan menggunakan beragam moda transpotasi, (ketiga) terjaminya keamanan dan kelancaraan distribusi bahan kebutuhan pokok dan BBM, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kekhwatiran masyarakat terhadap harga maupun ketersediaanya, (Keempat) terwujudnya keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan/terminal darat, laut maupun udara untuk menjamin keselamatan penumpang dan barang selama perjalanan,(Lima) terbangunnya kesiap-siagaan sitem tanggap darurat, (enam) termonitor dan terdatanya semua kejadian dengan tepat, cermat dan akurat. “Sebelum mengakhiri amanat ini selaku pimpinan Polri, saya mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Operasi Ramadniya 2016”, tukas Alex. (hms)

No comments

Powered by Blogger.