BANYUASIN OPO - Proyek siluman alias tanpa papan merek yang berada di belakang Kantor DPRD tepatnya bekas lahan parkir, ternyata pembangunan sebuah mushola, mengingat masjid Agung Al-Amir Pemkab Kabupaten Banyuasin sering kosong saat solat Zuhur dan Ashar berjamaah, tokoh masyarakat Kelurahan Mulia Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Umirtono,SH proyek tersebut tidaklah tepat sasaran, karena selain pemborosan anggaran, lokasih masjid dan gedung DPRD tidak terlalu jauh, ironisnya lagi di ruangan-ruangan komisi  dan ruang rapat juga tersedia ruang untuk sholat.
 " Menurut dugaan dan pengamatan kami pembuatan musholah di samping kantor DPR Banyuasin belum tepat dan terlalu cepat, masih banyak yang harus diperbaiki. Dana itu bisa di manfaat ke yang lain menginggat masjid besar kita Al - AMIR  jaraknya tidak berapa jauh jaraknya, dan lagi pula kantor DPR Banyuasin bukan tempat pelayanan publik yang mesti harus ada Musolah nya," Ujarnya pada saat di bincangi wartawan Selasa (11/6).
  Lanjut dia, masyarakat Banyuasin masih banyak membutuhkan dana seperti infrastruktur dan lain sebagainya, jadi langkah dan ide pembuatan Musolah tersebut jelas sebuah pemborosan anggaran.
" DPR itu bukan kantor pelayanan publik seperti Diknas, Disduk Capil yang setiap hari dikunjungi oleh masyarakat, kalau stap atau pejabat legislatif mau solat Zuhur atau ashar bukankah masjid agung kita masih kosong, kami sebagai tokoh masyarakat berharap ketua DPRD dan Bupati Kabupaten Banyuasin agar mempertimbangkan kembali pembangunan Musolah tersebut.' tegasnya.
(Armadi)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: