Plt Kepala BNN Kabupaten OKI Kompol H Dwi Handoko SH.,MH didampingi Kepala Seksi P2M Masrohaya L Gaol SKM.,MKes saat membuka kegiatan, Senin (11/11/2019)
OGANPOST.COM, KAYUAGUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar pelaksanaan asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba bersama masyarakat dan institusi pendidikan.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Rumah Makan Aba Doka, Jalan Lintas Sumatra, Cintaraja, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Senin (11/11/2019).

Kegiatan asistensi ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala BNN Kabupaten OKI, Kompol H Dwi Handoko SH.,MH.

Kompol Dwi Handoko mengatakan permasalahan narkoba di Indonesia terus meningkat, dimana salah satu sebabnya adalah kurangnya daya mobilisasi gerakan penanganan narkoba. "Saya yakin sudah paham bukan tugas BNN saja, bukan tugas kepolisian saja, payung hukum kita sudah jelas, ya, (UU) No. 35 tahun 2009 di situ ada peran masyarakat, bunyi hak dan kewajiban masyarakat, apa-apa yang harus dilakukan oleh masyarakat," ujar Dwi Handoko saat membuka acara kepada peserta kegiatan.

Deklarasi STOP NARKOBA oleh Kepala BNNK OKI dan para peserta.
Menurut Dwi Handoko, pemerintah saat ini memiliki keterbatasan sumber daya sehingga perlu pelibatan seluruh komponen yang ada untuk membantu dan berperan serta dalam penanganan narkoba. Oleh karena itu, perlu upaya menggalak-kan pendayaan sumber daya seluruh komponen harus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kepala BNNK berharap agar para peserta mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana cara menyampaikan informasi bahaya narkoba kepada publik dengan cara baik dan benar.

Sementara Kepala Seksi P2M BNNK OKI Masrohaya L Gaol, SKM, M.Kes pada kesempatan yang sama mengajak peran serta masyarakat hingga institusi pemerintahan dan pendidikan untuk berperan menjadi relawan anti narkoba. "Tujuannya bagaimana menghasilkan relawan anti narkoba di setiap instansi pemerintah, institusi pendidikan dan lembaga kemasyarakatan. Relawan antinarkoba di setiap instansi harus ada, jadi relawan antinarkoba inilah yang akan berperan menyampaikan di lingkup instansinya untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba," kata Rohaya sapaan akrabnya.

Para peserta kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba.
Selain itu, lanjut Rohaya, relawan anti narkoba diharapkan terjun langsung di tengah masyarakat dan menyusun program yang efektif. Hal terpenting juga yang perlu dipedomani adalah, relawan anti narkoba ini harus berangkat dari kerelaan bukan paksaan untuk turut berkontribusi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Rohaya juga mengatakan para relawan anti narkoba ini juga didorong untuk bisa melakukan aksi nyata, paling tidak bisa menyelamatkan orang-orang di lingkungan terdekatnya dari ancaman narkoba, seperti keluarga, kerabat, atau teman-temannya. "Misalnya ketika ada hajatan atau acara lain, kita bisa sedikit meminta kesempatan untuk menyampaikan dan mengajak mencegah peredaran narkoba. Ajak orang-orang di lingkungan kita untuk lebih memperhatikan anak-anak dan lingkungan sekitar," tutupnya

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari perwakilan Institusi Pendidikan dan Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan Kota Kayuagung. (adi)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

1 comments:

  1. Izin promo ya min ^^
    b0la, c4s1n0, $a8un9 4yam, dll hanya di Upd4te Bett1ng, yukk buruan..

    ReplyDelete