Ilustrasi
OI INDRALAYA oganpost.com-Viral di Media Sosial(Medsos) WhatsApp warga Desa Rantau Panjang Ilir Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir(OI) meninggal dunia diduga akibat terpapar Virus Corona(Covit 19)  pada selasa sore(28/4/2020) di RS Bari Palembang.

Sumber dari WhatsApp tersebut menyebutkan  Warga Desa Rantau Panjang Ilir Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir berindisial HS Bin M Ali Alamat Dusun III RT 05 meninggal dunia di Rumah Sakit Bari Palembang selasa sore(28/4/2020) pukul 15.10 Wib diduga meninggal karena terpapar Covit 19,disini dijelaskan juga HS masuk Rumah Sakit pada senin sore(27/4/2020) pukul 17.46 Wib.

Riwayat penularan disebutkan anak yang bersangkutan pulang dari Provinsi Jambi dan setelah itu keesokan harinya HS mengalami batuk dan sesak napas lalu di beri perawatan oleh Bidan desa bernama Riski Wulandari dan selanjutnya dibawah ke RS Arroyan dari pihak RS Arroyan  dirujuk ke RS Bari Palembang dan akhirnya meninggal dunia.

Menindaklanjuti kebenaran informasi tersebut oganpost.com mengkonfirmasi Gugus Tugas(Gugas) Covid 19 Ogan Ilir sekaligus Danramil 402-04/Tanjung Raja-Rantau Panjang Kapten Kav Teguh Hariyadi menjelaskan benar adanya irformasi yang viral di WhatsApp menyebutkan warga Desa Rantau Panjang Ilir meninggal dunia di RS Bari Palembang,"Ya info yang berkembang memang mengatakan HS ini meninggal diduga terpapar Virus Corana namun kita tidak bisa memastikan penyebab kematiannya diakibatkan Covid 19,pihak RS Bari lah yang punya wewenang mengatakan hal tersebut dan itupun harus melalui uji Lab sesuai standar prokol Kesehatan,"ujarnya saat dihubungi via henpon 08131546xxxx rabu(29/4/2020)

Dikatakan dia juga atas dasar kesepakatan keluarga dan pihak RS Bari malam itu juga HS dimakamkan dan pemakaman HS ini disetujui pihak keluarga untuk dimakamkan di tanah pemakaman khusus korban Covid 19 yang ada di Gandus Palembang,"Saya tidak tau persis mekanisme pemakaman yang jelas informasi yang kita dapat seperti itu untuk lebih jelasnya silakan tanya Camat Kecamatan Rantau Panjang Pak Lukman dia pada malam itu yang langsung menyaksikan pemakaman HS di Gandus,"terangnya.

Terpisah Camat Kecamatan Rantau Panjang Lukman di konfirmasi melalui selulernya 08127329xxxx juga membenarkan atas meninggalnya warga Desa Rantau Panjang Ilir di RS Bari,"Informasi yang beredar itu entah dari mana yang jelas apa yang disampaikan itu berbeda dari kronologis yang sebenarnya dimana HS dikatakan meninggal di karenakan diduga terpapar Virus Corona,ini belum bisa kita katakan benar,"tuturnya.

Terus dia HS pada waktu itu mengalami sakit perut dan mendatangi Bidan Desa untuk berobat,entah mungkin kurang puas atau tak kunjung ada perubahan HS dibawah keluarga ke RS Arroyan tanpa sepengetahuan Bidan Desa," Riwayat sakit HS, sebelum anaknya pulang dari Jambi HS sudah mengalami sakit maag kronis dan juga saat dibawah ke RS Arroyan Indralaya HS dalam kondisi perut sakit dan selanjutnya HS dirujuk oleh pihak RS Arroyan ke RS Bari, keesokan harinya HS meninggal dunia,"jelas Camat.

Lanjut dia memang atas kesepkatan kedua belah pihak antaran RS Bari dan Keluarga sepakat HS untuk dimakamkan di pemkaman khusus korban Covid 19 di Gandus Palembang bukan dikarenakan HS meninggal akibat terkontaminasi Virus Corona,"Sejau ini setau saya belum ada pernyataan RS Bari mengatakan HS meninggal terpapar Covid 19 dan juga di WhatsApp itu ditulis mengatakan Bidan Desa yang mengantar HS menggunakan ambulan ke RS Arroyan itu tidak benar yang membawa HS kesana pihak keluarga menggunakan mobil pribadi bukan menggunakan mobil Ambulan,"paparnya.

Sambung dia apalagi dikatakan HS ini sakit dengan gejala batuk ,sesak napas ini juga tidak benar,Bidan Desa itu orang medis sangat mengerti dan sangat paham akan hal penyakit yang membahayakan apalagi yang namanya Virus Corona ini,"Saya menghimbau kepada warga jangan panik jangan muda menerima kabar yang tidak jelas sumbernya,ini informasi tidak benar dan terkait pemakaman pada malam itu memang saya ikut kepemakaman namun tidak di perbolehkan langsung kelokasi pemakaman sesuia prosedur protokol kesehatan,"katanya.

Masih kata dia untuk kejelasan hal ini yang lebih memahami adalah pihak RS Bari Palembang  dan Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir karena beliau yang mungkin bisa berkomunikasi langsung ke pihak RS Bari dan Kadinkes juga ikut dalam pemakaman HS digandus,"Hari ini tim dari Puskesmas Rantau Panjang akan melakukan Rapid Diagnostic Test(RDT) terhadap keluarga dan kontak erat dengan almarhum HS,terkait anak HS yang baru pulang dari Jambi dalam kondisi sehat namun sudah kita lakukan isolasi dan sebagai ODP,"ungkapnya.

Kepala Desa Rantau Panjang Ilir Helmi beberapa kali dihubungi melaui telepon WhatsApp 08218614xxx tidak diangkat bahkan di WhatsApp pun tak ada balasan jawaban terkait konfirmasi kebenaran informasi warganya yang meninggal dunia di RS Bari yang diduga terpapar Virus Corona.(ziz)

ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

1 comments:

  1. Lagi ngearasa ada hoki?
    ayo coba mainkan kartu mu disini i0nqq*c0m
    Bisa dp via pulsa juga (min 25rb)

    ReplyDelete