OKU BATURAJA oganpost.com-Plh Bupati OKU Drs. H. Edward Candra, M.H.,melakukan silaturahmi bersama petani jagung serta meninjau pengolahan pengeringan jagung dan panen jagung bertempat di Desa bandar Jaya kecamatan lengkiti Kabupaten OKU, Selasa(25/05/21).
 
Dalam acara silaturahmi di rumah ketua kelompok tani, mewakili Kelompok Tani Zamroni menyampaikan, terimakasih atas bantuan yang di berikan pemerintah Kabupaten OKU kepada petani-petani di Kecamatan Lengkiti,"Kami juga mohon bantuan kepada Pemerintah OKU, tentang masalah kenaikan sewa lahan di OMIBA yang menjadi masalah untuk petani di Lengkiti sekarang ini,"ujarnya.

Lanjut dia semoga Pemerintah OKU bisa membicarakan kepada pengurus OMIBA tentang kenaikan harga sewa lahan OMIBA ini agar tidak menjadi beban bagi petani di lengkiti ini sendiri. 

"Tiga tahun belakangan ini kita telah mendapatkan mesin open pengering jagung, selanjutnya kami berharapkan kepada Pemkab OKU agar kiranya dapat menbantu petani dalam hal pengembangan kualitas,"ucapnya. 
 
"Agar nilai jual jagung ini mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga kami membutuhkan 1 alat pemecah jagung untuk pengembangan dari open pengring jagung tersebut,"tambahnya

Kades Wayheling  dikesempatan yang sama mewakili para kades menyampaikan,bantuan bibit jagung dari Pemerintah sudah banyak sangat membantu petani di Kecamatan Lengkiti,

"Akan tetapi turunnya bantuan bibit tersebut tidak sesuai dengan jadwal tanam kami di daerah Lengkiti ini, kami sangat berharap agar kiranya kedepan Pemkab OKU melalui dinas Pertanian kiranya bisa memberikan petani bibit yang di inginkan dan sesuai agar hasil panen lebih baik dan efektif,"tuturnya. 

Untuk masalah harga pupuk tambah dia  petani merasa berat karena kenaikan pupuk tersebut tidak sesuai dengan hett yang telah di tentukan oleh pemerintah yaitu kisahan di harga 120 s/d 150 ribu/ sak, namun dilapangan harga jauh berbeda yang telah ditentukan,"Kami berharap kedepan melalui dinas pertanian bisa menggandeng para investor supaya bisa meningkatkan harga jual,"paparnya. 

Kepala Dinas Pertanian OKU Joni Saihu, SP.,M.Si , menjelaskan untuk masalah pupuk diketahui per 2021 ini memang mengalami kenaikan harga karena ini salah satu kebijakan Pemerintah Pusat untuk menutupi Subsidi.
 
"Ketepatan waktu benih, disinilah keterlambatan dikarnakan pengajuan kepusat membutuhkan waktu, di karnakan pengajuan ini bukan hanya dari Pemkab OKU saja melainkan seluruh penjuru indonesia,"katanya. 

Sambung dia perubahan mekanisme kalau yang lama RDKK sekarang sudah memakai kartu tani inilah yang menyebabkan penebusan belum sempurna,"Kami siap mengambil tindakan bilamana distributor dan pengecer yang melakukan kecurangan,untuk alat pemecah jagung akan diusahakan dan untuk open pengering akan kami tambah lagi,"jelasnya.  

PLH Bupati OKU Drs. H. Edward Candra, M.H., menyampaikan masalah harga sewa lahan di tanah OMIBA Pemerintah OKU akan membantu berbicara kepada pengurus tanah OMIBA  dalam hal ini puslatpur agar tidak memberikan harga yang bisa membuat beban bagi petani.

"Untuk masalah bibit juga Pemerintah Kabupaten OKU akan mengusulkan agar semuanya gratis dan kualitas bibitnya yang terbaik agar petani bisa meningkatkan hasil panen yang memuaskan,"ungkap Edward.

Hadir juga dalam acara ini, OPD Terkait, Muspika Kec. Lengkiti, Para Kades Se-Kecamatan Lengkiti, mewakili persatuan kelompok tani, Tokoh Masyarakat serta Undangan Lainnya.(yusuf/red)


ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

0 comments: