iklan

2 Pelaku Pemerkosa Wanita Penyandang Disabilitas dan Pelaku Cabul Ditangkap Polisi

MUBA SEKAYU oganpost.com-Jajaran Unit PPA Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin (Muba) berhasil menangkap dua orang pelaku pemerkosa wanita penyandang disabilitas dan satu orang pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Muba.

Ialah BN (70) warga Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Muba dan HN (54) warga Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba yang merupakan pelaku pemerkosa. Sedangkan AI (59) warga Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba yang merupakan pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kabag Ops Kompol Rivow Lapu, S.IK, M.H didampingi Kasat Reskrim Dwi Rio Andrian, SIK, KBO Reskrim Iptu Indra Jaya, Kasi Humas Iptu Nazaruddin B, SE, M.SI, Kanit Pidum Iptu Dedy Kurniawan saat memimpin prees rilis di Mapolres Muba, Selasa (17/05) mengatakan.

Dua pelaku pemerkosa wanita penyandang disabilitas dan seorang pelaku pencabulan berhasil kita tangkap di lokasi yang berbeda,"Dimana ketiga pelaku sendiri ialah BN, HN dan AI,"ujar Rivow.

Dijelaskan Rivow, untuk kasus pemerkosaan yang dilakukan BN terhadap anak kandungnya sendiri berinisial AA. Kasus pemerkosaan itu terjadi pada bulan maret tahun 2021 yang lalu. Atas perbuatan bejat BN, korban pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki pada (21/04).

"Untuk penangkapan BN dilakukan pada, Selasa (10/05/2022) sekitar pukul 17:30 wib di kediamannya. Ia akan kita jerat pasal 285 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara,"kata Rivow.

Lebih lanjut Rivow menjelaskan, sedangkan tersangka HN telah melakukan pemerkosaan terhadap korban berinisial KK pada bulan Juli 2021 di rumah korban. Atas perbuatan pelaku, korban hamil dan melahirkan seorang anak perempuan pada(15/04)

"untuk penangkapan HN dilakukan pada hari selasa, (10/05/2022) sekitar pukul 15:00 wib di kediamannya. Tersangka akan kita jerat pasal 285 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara ,kasus pemerkosaan ini kita lakukan dengan cara pengambilan DNA,"beber Rivow.

Sementara itu, untuk kasus pencabulan yang dilakukan AI terjadi pada hari Jumat (29/04) sekitar pukul 10:0 wib di dalam rumah tersangka. Saat itu tersangka AI membujuk korban berinisial CC untuk bermain dirumahnya dan menawarkan uang Rp 2.000, -. Lalu pelaku mengendong korban keruang tamu dan dibaringkan. Korban lalu dibaringkan di kursi dan pelaku memasukan jari telunjuk ke kemaluan korban.

Selanjutnya, pada hari Rabu (11/05) sekitar pukul 17:30 wib tersangka berhasil ditangkap di kediamannya,"Terhadap tersangka akan kita jerat pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, " terang Rivow.

Dihimbau kepada para orang tua untuk lebih taat lagi dalam menjalankan ibadah,"Jangan lagi sering menonton film porno agar kejadian yang seperti ini tidak terulang kembali, "imbau Rivow mengakhiri.

Sementara itu tersangka BN berdalih khilaf memperkosa anak kandungnya sendiri hingga hamil dan melahirkan,"Aku kiro bini aku Pak, aku nyesal,"tutur tersangka.(sof)

No comments

Powered by Blogger.