iklan

8 Akibat Obesitas pada Kesehatan yang Pantang Disepelekan

      Ilustrasi obesitas, akibat obesitas, dampak obesitas, pencegahan obesitas. (Shutterstock/Fuss Sergey)
Hidup dengan kondisi berat badan berlebihan atau obesitas memiliki beberapa akibat pada kesehatan. Perlu diketahui, obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan karena ketidakseimbangan asupan sumber energi dengan energi yang dikeluarkan tubuh dalam waktu lama. 

Menurut Kementerian Kesehatan, ambang batas indeks massa tubuh (IMT) normal untuk masyarakat Indonesia berada di kisaran 18,5—25. Seseorang dianggap memiliki obesitas ringan apabila memiliki IMT antara 25,1—27 dan obesitas berat apabila memiliki IMT di atas 27.

IMT dapat diketahui dengan menghitung secara manual atau menggunakan kalkulator indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) yang banyak tersedia secara daring. Penyebab obesitas di antaranya gaya hidup tidak sehat, genetik, ketidakseimbangan hormon, masalah psikologis, sampai efek samping obat tertentu. 

Namun, kebanyakan obesitas disebabkan gaya hidup tidak sehat seperti pola makan tinggi lemak jahat dan kalori, kurang gerak, dan tidak pernah olahraga. Berikut akibat obesitas pada kesehatan sampai pencegahannya yang perlu Anda ketahui.

Akibat obesitas pada kesehatan

Obesitas bisa memiliki dampak buruk pada kesehatan karena masalah ini memicu gangguan metabolisme sampai hormon. 

Dikutip dari WHO European Regional Obesity Report 2022, berikut beberapa akibat obesitas pada kesehatan yang pantang disepelekan:

  •  Penyakit pernapasan kronis

Obesitas terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan kronis seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, gangguan tidur apnea, sampai berisiko terkena Covid-19 dengan gejala parah.

  • Penyakit fatty liver
Gangguan metabolisme pada penderita obesitas juga bisa menyebabkan penyakit fatty liver atau perlemakan hati non-alkohol.

  • Komplikasi muskuloskeletal
Masalah berat badan berlebih terkait obesitas ternyata juga bisa memicu komplikasi muskuloskeletal atau tulang, sendi, dan otot. Penderita obesitas rentan mengalami pengeroposan tulang dan sendi, penyakit rematik, sampai sakit punggung kronis.

  • Masalah kesehatan mental
Penelitian menunjukkan, terdapat kaitan erat antara obesitas dan depresi pada orang dewasa. Obesitas dapat meningkatkan risiko depresi. Sebaliknya, depresi juga bisa meningkatkan risiko obesitas.

  • Diabetes mellitus
Obesitas bisa mengganggu kinerja tubuh dalam menggunakan hormon insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Hal ini bisa meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes mellitus.

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
Akibat obesitas yang penting diwaspadai lainnya yakni penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, sampai peningkatan risiko gagal jantung.

  • Penyakit ginjal kronis
Kelebihan berat badan atau obesitas membuat ginjal harus bekerja ekstra keras, dengan menyaring darah lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuh yang meningkat. Kondisi ini lambat laun bisa merusak ginjal dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronis.

  • Penyakit kanker
Akibat obesitas juga dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kanker seperti payudara, kolorektal atau usus, kandung empedu, pankreas, hati, ginjal, lambung, esofagus, tiroid, ovarium, dan darah. Obesitas juga bisa memperparah kanker dan meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

Pencegahan obesitas

Ada beberapa langkah pencegahan obesitas yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Terapkan pola makan sehat setiap saat 
  • Jaga berat badan ideal 
  • Tes gula darah secara berkala, kontrol kadar gula darah 
  • Kelola stres 
  • Kurangi asupan gula, garam, dan lemak jahat 
  • Aktif bergerak Rutin berolahraga, setidaknya seminggu dua kali
Dengan konsisten menerapkan langkah-langkah pencegahan obesitas di atas, Anda satu langkah lebih maju untuk mengurangi akibat obesitas pada kesehatan.(KOMPAS.com)


No comments

Powered by Blogger.