INDERALAYA OI oganpost.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir (OI), memastikan pada tahun 2017 ini, setidaknya terdapat 34 Desa dalam 13 Kecamatan yang rawan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD OI Syakroni, Rabu (8/3) di Inderalaya. Ke-34 Desa yang rawan terjadinya ancaman Karhutla itu, antara lain di Kecamatan Inderalaya Utara, Sungai Pinang, Muara Kuang dan beberapa Kecamatan lainnya yang berada di kawasan Pemulutan Kabupaten OI.

Kendati begitu, saat ini pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan upaya antisipasi ancaman Karhutla dengan melibatkan unsur TNI, Polri hingga perangkat Desa sampai ke tingkat Kelurahan.

"Saat ini, kita memasuki siaga tanggap darurat dengan telah menyiagakan sebanyak 25 personil Tagana yang kapan pun mereka siap diterjunkan ke lokasi," ujar Syakroni. Ia menambahkan, diperkirakan musim kemarau akan terjadi pada bulan Mei mendatang.

Lanjutnya, untuk itu upaya pencegahan ancaman Karhutla tidak jauh berbeda bila dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Ya seperti biasa, pengadaan posko-posko bencana asap yang bertajuk masyarakat peduli api. Mudah-mudahan, dengan adanya posko ini permasalahan Karhutla dapat terselesaikan," ujar Syakroni seraya menyebut paling tidak pihaknya bisa menghilangkan lebih dari 90 persen titik api bila dibandingkan pada tahun sebelumnya.

"Ya, mudah-mudahan, disini kan kita tidak sendirian juga melibatkan TNI, Polri dan masyatakat Desa," tambahnya.(fred/red)
ONews

ONews

ONews - Berita hari ini, kabar harian terbaru terkini Indonesia dan dunia. Situs berita terpercaya seputar politik, peristiwa, bisnis, bola, tekno dan gosip artis.

Post A Comment:

1 comments:

  1. BolaVita Adalah Agen Sabung Ayam Dan Bola LIVE Judi Online Terpercaya Dan Terbaik Di Indonesia.

    Dengan Proses Dana Deposit dan Withdraw Yang Super Cepat Dan Customer Service Yang Profesional Dan Ramah.

    Pendaftaran Gratis!!!!

    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :

    WA : +6281377055002
    BBM : BOLAVITA

    ReplyDelete