iklan

Anggota TNI di Sulbar Aniaya Warga, Diduga Cemburu Istri Selingkuh

Ilustrasi. Seorang anggota TNI di Polman, Sulbar, diduga menganiaya warga karena cemburu setelah mendengar kabar istrinya berselingkuh. (Foto: Istockphoto/deepblue4you)

MAKASSAR -- Anggota TNI berinisial AB di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, diduga menganiaya seorang warga sipil karena persoalan asmara. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Penganiayaan terhadap korban dilakukan oknum yang bertugas di Kodim 1402 Polman. Yang bersangkutan menganiaya korban dugaan sementara ini melakukan perselingkuhan. Kasus ini masih kita selidiki dan kita tangani penganiayaannya dulu," kata Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono dalam keterangannya, Kamis (22/9).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Selasa (20/9). Anggota TNI berpangkat sersan mayor itu diduga cemburu karena mendengar kabar istrinya berselingkuh dengan korban. Kabar perselingkuhan itu ia ketahui dari keluarga dan anaknya. Namun, kata Agung, AB sendiri tak punya bukti jika istrinya berselingkuh dengan korban.

"Dari informasi dan dugaan-dugaan melalui teman, anaknya ataupun melalui saudaranya. AB ini tidak tahu atau melihat persisi bahwa istrinya bersama korban," ujarnya.

Setelah mengetahui kabar itu, AB mendatangi rumah korban dan menganiayanya dengan memukul korban menggunakan benda tumpul. Agung mengungkapkan korban mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan punggung.

"Korban masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Di wawancara terpisah, Dandim 1402 Polman Letkol Czi Masni Etha mengatakan anggota yang diduga melakukan penganiayaan terhadap warga sipil bertugas sebagai Babinsa di Koramil 04 Tinambung. Masni pun mengaku sudah sempat menjenguk korban.

"Saya sudah melihat korban di rumah sakit untuk melihat kondisinya dan pemeriksaan CT scan tidak ada permasalahan terutama di organ dalam," ujar dia.

Masni menuturkan telah berkoordinasi dengan pimpinan TNI soal kasus penganiayaan tersebut. Ia mengatakan hukum harus ditegakkan.

Polisi dan Denpom Parepare akan bekerjasama untuk melakukan penyelidikan soal dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini sejumlah saksi telah dimintai keterangan penyidik polisi. Sementara itu, AB masih menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan ke pihak Denpom untuk proses hukum selanjutnya.(CNN indonesia)


No comments

Powered by Blogger.