Wartawan Asal OKI di-OTT di Muara Enim, Diduga Peras Kades dan Positif Narkoba

Foto : Ilustrasi

Muara Enim, oganpost.com – Seorang pria berinisial HW yang mengaku sebagai wartawan asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diamankan aparat saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (21/2/2026)

Oknum wartawan asal OKI tersebut diduga melakukan praktik pemerasan terhadap sejumlah kepala desa (Kades) dengan modus meminta “uang pengamanan” agar tidak diberitakan negatif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pelaku berlangsung selama sekitar sepekan terakhir. HW yang diketahui bukan warga Muara Enim itu sengaja mendatangi kantor-kantor desa di Kecamatan Benakat untuk menawarkan jasa “perlindungan pemberitaan”.

Pelaku meyakinkan para Kades bahwa jika ada wartawan lain yang datang melakukan peliputan, cukup menyebutkan namanya maka persoalan dianggap selesai. Namun di balik tawaran tersebut, tersangka mematok tarif Rp3 juta per desa, dengan total target mencapai Rp18 juta untuk satu kecamatan.

Foto : KTA PERS Terduga Pelaku Pemerasan

Ketika permintaan uang tidak segera dipenuhi, pelaku mulai melakukan intimidasi dan tekanan psikologis. Para Kades diancam akan diberitakan negatif hingga merusak reputasi dan kredibilitas mereka di mata publik.

Karena merasa tertekan, beberapa Kades akhirnya menyerahkan sejumlah uang, di antaranya:

Kades Hidup Baru (Anthony) mentransfer Rp800.000

Kades Pagar Jati (Reni) menyerahkan Rp600.000

Kades Pagar Dewa (Kandi) memberikan Rp500.000, lalu tambahan Rp500.000 dengan alasan biaya “pecah ban”

Kapolsek Gunung Megang, AKP KMS Erwin SH, MH, menegaskan bahwa kasus ini murni tindak pidana pemerasan dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas jurnalistik yang sah.

“Yang bersangkutan kami amankan atas dugaan pemerasan dan intimidasi terhadap para kepala desa. Barang bukti berupa bukti transfer dan rekaman percakapan ancaman sudah kami amankan. Ini bukan kerja pers, tapi murni tindak pidana,” tegas Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan bahwa hasil tes urin terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung narkotika.

“Hasil tes urin menunjukkan yang bersangkutan positif narkoba. Ini akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diketahui berasal dari Kabupaten OKI dan bukan warga Muara Enim. Ia diduga sengaja masuk ke wilayah Benakat untuk melancarkan aksinya dengan menyasar para kepala desa.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) media tempat oknum tersebut bernaung, Rumansyah, mendatangi Mapolsek Gunung Megang untuk memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan tindakan tersangka merupakan perbuatan pribadi dan tidak ada kaitan dengan kebijakan redaksi.

“Tidak ada koordinasi, tidak ada perintah, dan tidak ada pembenaran. Apa yang dilakukan oknum ini adalah tindakan liar yang melanggar hukum dan kode etik jurnalistik. Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.(RIO/RIL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.