Pasangan Suami Istri Nekat Bidik Kursi Ketua DPC PKB OKI
![]() |
| Foto : Ketua DPP PKB A. Halim Iskandar saat Konfrensi Pers Usai Rapat Pleno |
OGAN KOEMRING ILIR, oganpost.com — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang digelar di Hotel Dinesti Kayuagung, Sabtu (18/4/2026), menghasilkan delapan bakal calon Ketua DPC yang akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPP PKB, A. Halim Iskandar, menyatakan pelaksanaan muscab berlangsung demokratis dengan munculnya tambahan kandidat dari forum.
“Alhamdulillah muscab berjalan secara demokratis. Dari lima nama yang diminta DPP, berkembang menjadi delapan bakal calon hasil usulan forum,” ujar Halim.
Adapun delapan nama tersebut yakni HM Djakfar Shodiq, Farid Hadi Sasongko, RA Ludfiatunnada Purwaningrum, Meri, Kenedy, Ayu Monaria, Harimandani, dan Suwarsono.
Komposisi kandidat kali ini menghadirkan dinamika tersendiri. Dua nama yang masuk dalam bursa merupakan pasangan suami istri, yakni Harimandani dari PAC Tanjung Lubuk dan Ayu Monaria dari PAC Pedamaran, yang sama-sama diusulkan oleh struktur partai di tingkat bawah.
Menanggapi hal tersebut, Halim menegaskan bahwa seluruh kader memiliki ruang yang sama untuk diusulkan, termasuk mengajukan diri sendiri dalam forum muscab.
“Tidak ada masalah. Ini forum kader, siapa pun boleh diusulkan, bahkan mengusulkan diri sendiri juga diperbolehkan. Ini bagian dari konsistensi kader dalam berpolitik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pencalonan dalam tubuh PKB diposisikan sebagai ikhtiar membangun partai, bukan semata kepentingan personal.
“Bagi PKB, itu wasilah, bukan tujuan. Jadi bukan ambisi pribadi, tetapi bagaimana kader bisa berkontribusi membangun daerah dan partainya,” lanjutnya.
Di sisi lain, capaian PKB OKI pada Pemilu Legislatif sebelumnya turut menjadi catatan penting. Di bawah kepemimpinan HM Djakfar Shodiq, PKB berhasil memenangkan tujuh dari delapan daerah pemilihan (dapil) serta mengamankan kursi Ketua DPRD OKI—sebuah capaian yang tercatat sebagai yang pertama.
Meski demikian, Halim menyebut evaluasi tetap menjadi bagian dari proses organisasi. “Kinerja itu pasti ada yang bagus, tetapi juga ada yang perlu dibenahi. Itu hal yang normal dalam kepemimpinan,” ujarnya.
Seluruh bakal calon selanjutnya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kompetensi yang akan ditentukan oleh DPP. Hasil dari tahapan tersebut akan dibahas dalam sidang DPP sebelum satu nama ditetapkan sebagai Ketua DPC terpilih.
“Setelah itu dilaporkan kepada Ketua Umum, lalu DPP menetapkan satu nama. Ketua terpilih bersama DPP menyusun kepengurusan hingga terbit SK DPC,” pungkas Halim.(RIO)

%20oki.png)
Tidak ada komentar