Mendorong Peran Swasta dan BUMN dalam Menggerakkan Ekonomi Nasional Melalui Realisasi Stimulus Bagi UMKM

Foto: Dok. OMG

JAKARTA
- Obsession Media Group (OMG) kembali menggelar Indonesian CEO Talk di ruang Candi Prambanan, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 28 Juli lalu. Tema yang diusung adalah ‘Mendorong Peran Swasta dan BUMN dalam Menggerakkan Ekonomi Nasional Melalui Realisasi Stimulus Bagi UMKM’. 

Talk show yang juga diselenggarakan secara daring ini menghadirkan Menteri Koperasi UKM RI Teten Masduki sebagai opening speaker mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dan sejumlah pembicara yang kompeten, yakni Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI Eddy Satriya  Direktur BCA John Kosasih, CEO Sarinah Fetty Kwartati, dan Ketua Koperasi UMKM Indonesia Sejahtera Imlahyudin. 

Dalam kesempatan itu, Chairman of OMG Usamah Hisyam mengatakan, Indonesia CEO Talk merupakan satu forum yang sangat strategis bagi para pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

“Karena dalam forum inilah kita bisa mempertemukan pandangan-pandangan dari pihak swasta, BUMN dan juga pengusaha UMKM termasuk pemerintah,” ujar Usamah dalam sambutannya di acara tersebut.

Usamah juga mengatakan, Jokowi sudah secara sungguh-sungguh memberikan intervensi terhadap upaya untuk menggerakkan ekonomi nasional. 

“Hal itu terbukti dari jumlah kucuran APBN mencapai Rp451 triliun untuk sektor kesehatan dan juga bantuan-bantuan sosial bagi UMKM melalui beberapa lembaga keuangan bank maupun perusahaan-perusahaan BUMN,” pungkasnya.

Sementara, Menteri Koperasi UKM RI Teten Masduki mengungkapkan, UMKM dan koperasi adalah fondasi ekonomi nasional yang populasinya mencapai 99,9 persen dari total pelaku usaha di Indonesia. Boleh dikatakan, sambungnya, UMKM adalah back bone atau tulang punggung perekonomian nasional yang menyerap 97 persen lapangan kerja dan ini hampir sama dengan angka mikro yang memang mencapai 96 persen. 

“Tentu saja ini menjadi sangat penting bagaimana semua pihak bukan saja pemerintah, tapi juga swasta dan media untuk memberikan perhatian pada UMKM terlebih pada era pandemi ini,” tutur Teten. 

Ia menjelaskan, selama kurang lebih tiga tahun ini pemerintah terus berusaha membenahi ekosistem UMKM dan koperasi, supaya UMKM selama pandemi bisa survive dan pasca pandemi bisa melakukan transformasi menjadi tumbuh besar, sehingga mereka tidak lagi didominasi oleh mikro. 

“Ada banyak hal yang sudah pemerintah lakukan selama pandemi, seperti terus mendorong kemudahan akses pembiayaan baik melalui hibah untuk usaha mikro yang belum bebas lewat program produktif usaha mikro,” terangnya.

“Ada banyak hal yang sudah pemerintah lakukan selama pandemi, seperti terus mendorong kemudahan akses pembiayaan baik melalui hibah untuk usaha mikro yang belum bebas lewat program produktif usaha mikro,” terangnya. 

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong perluasan pasar dan digitalisasi bagi UMKM. 

“Saat ini 19 juta UMKM kita sudah terhubung ke ekosistem digital dan masih menyisakan PR sekitar 11 juta. Kami targetkan pada tahun 2024, 30 juta UMKM sudah terhubung ke ekosistem digital,” ungkapnya. 

Sementara, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) John Kosasih menuturkan, total seluruh pengusaha di Indonesia sekitar 65 juta. Sebanyak 99 persennya masuk ke dalam kategori UMKM.  

“UMKM terdiri dari mikro kecil dan menengah. Penghasilan usaha mikro dalam setahun di bawah 2 miliar. Kemudian yang kecil, antara 2 sampai 15 miliar. Sementara, menengah 15 sampai 50 miliar,” papar John. 

Ia menggarisbawahi yang menarik di sini adalah sektor UMKM rupanya menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia dan memberikan kontribusi terhadap PDB di Indonesia kurang lebih sekitar 60 sampai 61 persen. 

“Ini sangat luar biasa. UMKM di Indonesia sendiri fokusnya di sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan. Disusul dengan yang sektor perdagangan, penyediaan akomodasi, restoran, dan lain sebagainya,” imbuhnya. 

Menurutnya, jika pemerintah fokus kepada UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional, merupakan langkah yang paling tepat. Lebih lanjut John mengatakan, BCA memprediksi tren kredit UMKM akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Inflasi di dalam negeri akan mendorong UMKM untuk meminjam uang lebih banyak untuk peningkatan modal kerja dan investasi. 

Secara umum, sambungnya, indeks transaksi belanja di perseroan terus mengalami peningkatkan, termasuk pengusaha UMKM. Jika kondisi transaksi mengalami peningkatan maka kondisi usaha UMKM terus mengalami pengembangan, karena penjualan mereka mengalami pertumbuhan. 

“Maka kebutuhan investasi dan kebutuhan modal kerja akan mengalami peningkatan. Sehingga, kalau kami lihat pertumbuhan untuk kredit UMKM ke depan trennya pasti bagus,” tandasnya. 

Di kuartal pertama 2022 pemerintah berhasil mengatasi krisis ekonomi nasional usai hantaman badai Pandemi Covid-19. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut, hampir sama dengan level sebelum Covid-19, yakni 5,01 persen. 

Dalam proses mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah telah membantu sektor UMKM untuk berkembang, walaupun banyak perusahaan swasta dan BUMN menghadapi beragam kendala. Yang kedua, sambung Eddy, tentu saja program-program lainnya diharapkan setelah kondisi Covid-19 ini tercapai. 

“Yang saya saksikan, terakhir kami ke Labuan Bajo, itu sampai ngantri naik ke Pulau Padar, kemudian juga kapal-kapalnya bersandar menurunkan penumpang di Pulau Komodo itu juga ngantri. Artinya apa? Para Wisatawan Mancanegara (Wisman) sudah berseliweran atau berdatangan kembali ke Indonesia.Jadi, kita sangat-sangat terpacu sebenarnya  melihat salah satu destinasi wisata prioritas ternyata sudah menggeliat kembali,” ucapnya. 

Tak hanya itu, cerita soal Citayam Fashion Week yang menjadi viral itu juga dapat membuka mata pemerintah yang asalnya dari kaum milenial dan juga dari sektor-sektor yang tidak terduga sebelumnya. 

“Artinya apa? Pemerintah harus membuka mata, tetap menyediakan lahan-lahan terbuka untuk masyarakat beraktivitas, di samping lahan olahraga,” ucapnya. Pemerintah juga akan melanjutkan program-program untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kredit pelaku UMKM. 

“Misalnya, melalui KUR komersil dan lain sebagainya,” pungkas Eddy.(Bisnis.com)


No comments

Powered by Blogger.