Banpres Karhutla Rp1 Miliar untuk Dinkes OKI Belum Direalisasikan

OKI493 Dilihat

OKI, oganpost.com — Anggaran Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutla) sebesar Rp1 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum direalisasikan. Pengadaan obat-obatan, vitamin, masker, dan oksigen portabel itu masih menunggu proses validasi.

Kepala Dinas Kesehatan OKI dr. H. Herry Yanridho AP, M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Ahmad Muddatsir, mengatakan rancangan pengadaan telah disusun. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan maupun jumlah setiap barang yang akan dibeli.

“Drafnya sudah disusun sesuai surat edaran Mendagri. Rencananya untuk obat-obatan, vitamin, masker, oksigen portabel, dan bantuan kesehatan. Sekarang masih proses validasi dan belum terlaksana,” kata Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10)

Dari total Banpres Karhutla senilai Rp20 miliar yang diterima Pemerintah Kabupaten OKI, alokasi untuk perlindungan kesehatan masyarakat tercatat Rp1,3 miliar. Anggaran itu terdiri atas Rp1 miliar untuk Dinas Kesehatan OKI dan Rp300 juta untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI.

Khusus anggaran yang dikelola Dinas Kesehatan, Ahmad Muddatsir menyebut dana tersebut direncanakan untuk pengadaan obat-obatan, vitamin, masker, dan oksigen portabel. Namun, hingga Kamis, 22 Oktober 2026, pengadaan itu belum direalisasikan karena masih menunggu proses validasi.

Ahmad mengatakan distribusi barang nantinya akan disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak. Karena itu, pembagian kepada puskesmas tidak akan dilakukan secara merata. Menurut dia, terdapat 12 puskesmas yang menjadi sasaran berdasarkan kebutuhan penanganan karhutla.

“Penyalurannya nanti sesuai wilayah yang terdampak. Kemungkinan tidak rata karena kita fokus ke daerah yang terdampak,” ujarnya.

Meski pengadaan melalui Banpres belum berjalan, Dinas Kesehatan mengaku telah menyalurkan persediaan masker yang tersedia. Selain stok lama, dinas menerima bantuan masker dari Kementerian Kesehatan melalui pemerintah provinsi.

Menurut Ahmad, stok lama mencapai sekitar 200 ribu masker atau 400 boks, dengan isi 50 masker per boks. Masker tersebut telah didistribusikan ke 33 puskesmas di Kabupaten OKI, meski sebagian persediaan masih tersisa. Bantuan dari Kementerian Kesehatan disebutnya berjumlah dua dus.

Namun, ketika ditanya mengenai rincian jumlah barang yang akan dibeli menggunakan anggaran Banpres Rp1 miliar, Ahmad belum dapat memberikan angka pasti.

“Saya tidak hafal. Nanti menyusul kalau ada. Karena kami ini belum direviu Inspektorat dan masih menunggu,” katanya.

Ahmad juga menjelaskan bahwa bantuan medis dalam rencana pengadaan tersebut merujuk pada penyediaan obat-obatan dan vitamin, bukan pembiayaan operasional layanan puskesmas keliling. Pelayanan kesehatan oleh puskesmas, kata dia, tetap berjalan tanpa menggunakan dana Banpres tersebut.

Mengenai waktu pelaksanaan, Ahmad memperkirakan pengadaan dapat mulai berjalan setelah proses validasi selesai. Ia berharap realisasi berlangsung pada Oktober ini, selama kondisi cuaca masih mendukung penanganan karhutla.

“ Mungkin minggu depan kalau sudah validasi. ya Insyaallah bulan ini, kalau tidak hujan. Kalau hujan berhenti, untuk apa lagi? Peruntukannya kan untuk karhutla,” Tandas Ahmad.(RIO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *