Pancasila Penyaring dan Jangkar Moral Dinamika Geopolitik Ditengah Turbulensi Global, Pemerintah Lutra Peringati Hari Penuntun Perilaku

SULAWESI SELATAN163 Dilihat

LUWU UTARA (SULSEL), Oganpost.com – Bupati Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Abdullah Rahim, ST bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Lutra, Senin 1 Juni 2026.

Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Upacara ini dihadiri Wakil Bupati Lutra, jajaran unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana (mantan Kadis Bencana di Lutra), serta pimpinan instansi vertikal.

Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan internal Indonesia. Tetapi juga menjadi solusi konkret bagi perdamaian dunia yang abadi.

Dalam pidato Kepala BPIP yang dibacakan Bupati ditegaskan bahwa, di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Pancasila terbukti menjadi bintang penuntun yang menyatukan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik di Indonesia.

Lebih dari itu, Pancasila bertindak sebagai jangkar moral dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia berkomitmen aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia.

Perwujudan nyata dari Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dibuktikan melalui kontribusi aktif pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah.

Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut Indonesia dinilai menjadi instrumen diplomasi bebas aktif yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

” Melalui momentum ini, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda di Kabupaten yang berjuluk Bumi La Maranginang (Lutra) sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology),” sebut Bupati Andi Rahim.

Nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hiasan dinding kantor atau teks mati dalam buku sejarah.

Lebih jauh Andi Rahim mengatakan bahwa, bangsa Indonesia terutama di Lutra ini tengah menghadapi banyak tantangan modern akibat perkembangan zaman yang pesat, terutama Lutra dilanda banjir.

“Inilah peran vital Pancasila kembali diuji dan harus kita posisikan sebagai pedoman etis dalam setiap langkah kemajuan yang diambil oleh negara,” ujarnya seraya menambahkan Pancasila harus menjari penahan dan penyaring benturan ditengah turbulensi global, mulai dari distrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Sekali lagi Bupati Lutra mengajak generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.

Laporan : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *