TANJUNG JABUNG BARAT, oganpost.com – Meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) menjadi salah satu upaya preventif yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Jabung Barat. Melalui program Imigrasi Goes to School, edukasi keimigrasian diberikan kepada para pelajar di SMAN 15 Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi Imigrasi untuk memperkenalkan pengetahuan dasar keimigrasian sekaligus membangun kewaspadaan pelajar terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi dalam perjalanan ke luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut, edukasi disampaikan oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). PIMPASA merupakan petugas Imigrasi yang memiliki peran dalam memberikan pembinaan dan edukasi keimigrasian kepada masyarakat di wilayah binaannya. Peran tersebut tidak hanya menyasar masyarakat desa, tetapi juga dapat diwujudkan melalui edukasi kepada generasi muda di lingkungan sekolah.
Di hadapan para siswa SMAN 15 Tanjung Jabung Barat, Petugas PIMPASA memberikan pemahaman mengenai potensi TPPO dan TPPM serta berbagai modus yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah tawaran pekerjaan atau perjalanan ke luar negeri yang terlihat menguntungkan, tetapi tidak disertai informasi yang jelas mengenai perusahaan, pekerjaan, dokumen, maupun jalur keberangkatannya.
Para pelajar juga diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Tawaran dengan iming-iming gaji tinggi, pekerjaan mudah, atau kesempatan bekerja di luar negeri perlu diperiksa kebenaran dan legalitasnya sebelum mengambil keputusan.
Jangan mudah percaya, jangan terburu-buru, dan selalu pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam edukasi yang diberikan kepada para pelajar.
Selain membahas pencegahan TPPO dan TPPM, Petugas PIMPASA juga memberikan pengetahuan dasar mengenai keimigrasian, mulai dari fungsi paspor sebagai dokumen perjalanan, ketentuan perjalanan ke luar negeri, penggunaan dokumen perjalanan secara benar, hingga pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku di negara tujuan.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar ketika kelak memiliki kesempatan melakukan perjalanan internasional, baik untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, berwisata, maupun keperluan lainnya.
Sekolah menjadi salah satu ruang strategis dalam membangun kesadaran sejak dini. Dengan pemahaman yang diberikan, para pelajar diharapkan mampu mengenali potensi risiko, melindungi diri dari berbagai modus kejahatan lintas negara, serta turut menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui Imigrasi Goes to School, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Jabung Barat terus memperluas jangkauan edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Kehadiran Petugas PIMPASA dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan informasi keimigrasian kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pembinaan dan pencegahan.
Upaya pencegahan TPPO dan TPPM memang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Namun, langkah tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dari hal sederhana: berani bertanya, mampu mengenali risiko, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Dengan membekali generasi muda dengan pengetahuan yang tepat, Imigrasi Tanjung Jabung Barat turut mendorong lahirnya generasi yang sadar hukum, cerdas bermobilitas, dan terlindungi dari ancaman kejahatan lintas negara.(ARIS MARIO)






