SULSEL, oganpost.com – Pertemuan Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Regio MAM (Manado, Amboina, dan Makassar) yang diadakan di Wisma Lorenzo Lotta, Manado, berfokus pada penguatan peran Komisi HAK sebagai mitra strategis dalam memperjuangkan martabat manusia, keadilan, serta pelopor perdamaian.
Pertemuan ini dihadiri oleh para pegiat dan perwakilan keuskupan dari wilayah Regio MAM, termasuk perwakilan dari Keuskupan Agung Makassar, Amboina dan Menado.
Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Agung Makassar, Amboina dan Menado menggelar pertemuan selama tiga hari, tanggal 16-18 Juni 2026 di Wisma Lorenzo Lotta Manado, Sulawesi Utara.
Acara tersebut dihadiri 50 orang peserta pegiat kerukunan dan dibuka oleh Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Aloysius Budi Purnomo. Agenda utamanya mencakup evaluasi pelayanan pastoral, berbagi pengalaman antar keuskupan, serta penyusunan langkah strategis untuk menjawab tantangan kemanusiaan dan merawat keberagaman di tengah masyarakat.
Ketua Komisi HAK Regio Makassar, Amboina dan Manado (MAM), Romo Dammy Pongoh dan Romo Constantinus Fatlolon dari Keuskupan Amboina memberikan gambaran dan peta jalan dalam upaya terus menjaga keberagaman di daerah masing-masing.
Sementara,” Romo Albert Arina, sebagai Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Makassar pada media ini, Sabtu 20 Juni 2026 mengatakan bahwa, pert3muan tersebut menjadi ajang studi bersama bagi para pegiat kerukunan, tukar menukar pengalaman dan saling memberikan penguatan satu sama lain,” sebutnya.
Untuk Misa penutupan, dipimpin langsung Uskup Manado, Mgr Benediktus Estephanus Rolly Untu.
Uskup menekankan yakni,” Menjaga kerukunan dalam keberagaman, tidaklah mudah,” ungkapnya.
Sekadar diketahui bahwa,” Komisi HAK dan para pegiat kerukunan harus terus berupaya dan tanpa kenal lelah dqlam membangun jembatan dan dialog bagi terwujudnya persaudaraan sejati l8ntas iman,” pesan Uskup Manado.
Laporan : Ega/Yustus






