Komandan Seskoad Tekankan Pencegahan Karhutla, Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Kunci

OKI98 Dilihat

OKI, oganpost.com — Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han). menekankan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).

Hal itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan Penyuluhan Karhutla KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 yang digelar di Aula Darmawangsa Kodim 0402/OKI-OI, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Mayjen TNI Agustinus Purboyo didampingi Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. Turut hadir Kapoksahli Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos., M.Si., Forkopimda OKI-OI serta sejumlah stakeholder terkait.

Menurut Agustinus, persoalan Karhutla tidak cukup hanya ditangani ketika kebakaran sudah terjadi. Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal dengan melibatkan seluruh unsur yang berada di wilayah.

“Yang paling penting itu bagaimana kita melakukan pencegahan. Jangan sampai kebakaran terjadi baru kita bergerak. Karena kalau sudah terjadi, penanganannya tentu jauh lebih sulit dan dampaknya juga lebih luas,” ujarnya.

Ia mengatakan, karakteristik wilayah OKI dan OI yang memiliki kawasan hutan dan lahan dengan potensi kerawanan kebakaran membutuhkan perhatian dan kesiapsiagaan bersama.

Karena itu, menurutnya, koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dunia usaha dan masyarakat harus berjalan dengan baik, terutama dalam melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dianggap rawan.

“Semua harus punya kepedulian. Tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. TNI punya tugas dan perannya, pemerintah daerah punya peran, begitu juga masyarakat dan dunia usaha. Kalau semuanya bergerak bersama, potensi Karhutla bisa kita tekan,” katanya.

Agustinus juga menilai masyarakat memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan. Edukasi mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar perlu terus dilakukan, sehingga masyarakat memahami dampak yang dapat ditimbulkan.

“Kesadaran masyarakat ini sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Hal-hal seperti ini yang harus terus kita sampaikan, karena pencegahan jauh lebih baik daripada kita menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. menyampaikan pihaknya siap mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah OKI dan OI.

“Kami terus melakukan pemantauan, patroli dan koordinasi dengan seluruh stakeholder, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla,” kata Gunawan.

Ia menambahkan, kecepatan informasi dari masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan apabila ditemukan adanya titik api.

Kegiatan penyuluhan yang merupakan bagian dari KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi wilayah serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla.

Agustinus berharap sinergi yang telah terbangun di daerah dapat terus dipertahankan, bukan hanya ketika memasuki musim rawan kebakaran, tetapi dilakukan secara berkelanjutan.

“Intinya bagaimana kita bersama-sama menjaga wilayah ini. Jangan sampai Karhutla menimbulkan kerugian bagi masyarakat, lingkungan maupun perekonomian. Kuncinya ada pada pencegahan, kesiapsiagaan dan sinergi,” pungkasnya.(RIO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *