Laga Futsal Antar Dusun Menutup Cerita HUT RI Ke-81 di Desa Celikah OKI

OKI218 Dilihat

OKI, oganpost.com – Riuh perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya sampai pada penghujung cerita.

Empat malam terakhir menjadi penutup yang berbeda. Bukan sekadar perlombaan, melainkan pertandingan futsal antar dusun yang mempertemukan semangat, gengsi dan persaudaraan warga dalam satu lapangan di GOR Desa Celikah.

Sorak penonton, teriakan dukungan dari pinggir lapangan serta semangat para pemain menjadi pemandangan yang mewarnai malam penutupan rangkaian perayaan kemerdekaan di desa tersebut, Kamis (2/9/2026).

Sejak awal Agustus, suasana kemerdekaan memang telah terasa di tengah masyarakat Desa Celikah. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengambil bagian. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut larut dalam berbagai kegiatan yang digelar untuk menyambut sekaligus memeriahkan HUT RI ke-81.

Beragam perlombaan digelar. Mulai dari panjat pinang, balap karung, tarik tambang, makan kerupuk hingga sejumlah permainan rakyat lainnya. Setiap kegiatan menghadirkan cerita masing-masing, tetapi memiliki satu muara yang sama, mempererat kebersamaan warga.

Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan turnamen futsal antar dusun yang digelar selama empat malam berturut-turut di GOR Desa Celikah.

Lapangan futsal yang biasanya menjadi tempat berolahraga, malam itu berubah menjadi ruang perjumpaan warga. Para pemain membawa nama dusun masing-masing, sementara masyarakat datang memberikan dukungan. Persaingan berlangsung di dalam lapangan, namun keakraban tetap terjaga di luar pertandingan.

Bagi masyarakat Desa Celikah, turnamen tersebut bukan semata-mata soal siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, pertandingan menjadi cara sederhana untuk merawat semangat persatuan yang sejak awal menjadi roh dari perayaan kemerdekaan.

Semangat itulah yang membuat rangkaian HUT RI ke-81 di Desa Celikah terasa hidup. Kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui ruang-ruang kebersamaan yang tumbuh dari masyarakat sendiri.

Kepala Desa Celikah, Kartiwan, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

Menurutnya, antusiasme warga menjadi kekuatan utama sehingga berbagai kegiatan dapat terlaksana dengan baik hingga sampai pada malam penutupan.

“Yang paling penting bukan hanya perlombaannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, saling mendukung dan menjaga kebersamaan. Ini yang ingin kita tumbuhkan di Desa Celikah,” kata Kartiwan.

Ia mengapresiasi seluruh masyarakat yang sejak awal telah ikut berpartisipasi, baik sebagai peserta, panitia maupun mereka yang memberikan dukungan secara swadaya.

Kartiwan menilai semangat masyarakat tersebut merupakan modal penting bagi desa. Sebab, pembangunan sebuah desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana hubungan sosial dan rasa kebersamaan masyarakat terus dijaga.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Anak-anak ikut, pemuda ikut, orang tua juga ikut memberikan dukungan. Artinya, semangat kemerdekaan ini benar-benar dirasakan bersama,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada momentum peringatan HUT RI. Menurutnya, semangat gotong royong, sportivitas dan kebersamaan yang terlihat selama kegiatan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap setelah kegiatan ini selesai, semangatnya jangan ikut selesai. Kebersamaan, gotong royong dan kepedulian antarwarga harus tetap kita jaga. Kalau masyarakat kompak, insyaallah banyak hal yang bisa kita lakukan untuk kemajuan Desa Celikah,” tutur Kartiwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Selain mengandalkan swadaya masyarakat, rangkaian kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Bupati OKI, Polres OKI serta BUMDes Tanjung Tembesu Desa Celikah yang ikut berperan sebagai sponsor.

Menurut Kartiwan, dukungan dari berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat di tingkat desa mendapat perhatian dan memiliki arti penting dalam membangun kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah membantu. Ada yang membantu tenaga, pikiran, materi maupun dukungan. Semua itu sangat berarti bagi kami. Tanpa kebersamaan, tentu kegiatan ini tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan,” katanya.

Turnamen futsal antar dusun akhirnya menjadi penutup dari panjangnya cerita perayaan HUT RI ke-81 di Desa Celikah.

Empat malam pertandingan mungkin hanya menyisakan catatan skor dan nama para juara. Namun bagi masyarakat, yang lebih lama tinggal adalah cerita tentang kebersamaan, tentang anak-anak yang tertawa di tengah perlombaan, pemuda yang beradu kemampuan di lapangan, orang tua yang datang memberi dukungan, serta warga yang duduk bersama menikmati suasana kemerdekaan.

Dari lapangan futsal itu pula, perayaan kemerdekaan Desa Celikah menutup tirainya.

Bukan dengan kesunyian, melainkan dengan semangat persaudaraan yang tetap menyala, bahwa kemerdekaan akan selalu memiliki makna ketika dirayakan bersama, dari masyarakat untuk masyarakat.(RIO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *