Meski Ada Sapi Bantuan Presiden dari APBN, ASN OKI Tebar 60 Hewan Kurban Tanpa Gunakan APBD

OKI, PEMERINTAHAN388 Dilihat

OGAN KOMERING ILIR (SUMSEL), oganpost.com  — Semangat berbagi pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah ditunjukkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tahun ini, ASN OKI berhasil menyalurkan sebanyak 60 hewan kurban yang terdiri dari 31 ekor sapi dan 29 ekor kambing untuk masyarakat kurang mampu di berbagai kecamatan.

Menariknya, seluruh hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi pribadi ASN, pejabat daerah, BUMD hingga mitra kerja tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, terdapat satu ekor sapi bantuan Presiden RI yang bersumber dari APBN.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda OKI, M. Danni Oktaviano mengatakan, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

“Total sekitar 60 hewan kurban dari individu-individu di lingkungan Pemkab OKI, ditambah satu ekor sapi bantuan Presiden,” ujar Danni, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pada Idul Adha tahun 2025 lalu jumlah hewan kurban ASN OKI baru mencapai sembilan ekor sapi. Namun, antusiasme ASN untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial membuat angka tersebut melonjak drastis.

Danni menjelaskan, sejak Juni 2025 Bupati OKI Muchendi telah mengimbau jajaran ASN untuk mulai membangun gerakan berbagi melalui kurban. Para ASN kemudian mencicil dana secara gotong royong melalui sistem arisan hingga akhirnya terkumpul puluhan hewan kurban.

“Kurang lebih satu tahun ASN menyisihkan rezekinya secara bertahap hingga akhirnya bisa terkumpul sebanyak ini,” katanya.

Penyaluran hewan kurban sendiri mulai dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kabupaten OKI dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu dan fakir miskin.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi mengapresiasi kepedulian sosial para ASN dan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam program Tebar Kurban tersebut.

“Semangat berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita kepada masyarakat, khususnya saudara-saudara yang membutuhkan,” ujar Muchendi.

Ia berharap Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, namun juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Berkurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama,” tandasnya.

Laporan : Rio /Diskominfo OKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *