JAMBI, oganpost.com – Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jambi tahun 2026 berlangsung khidmat di RATU Hotel & Resort, Telanaipura, Kota Jambi, Minggu (14/6). Mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Jambi, Menuju PON NTT-NTB”, kegiatan ini dihadiri para pengurus, Ketua dan Sekretaris IPSI kabupaten kota se-Jambi, kecuali Kota Sungai Penuh.
Hadir pula Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemprov Jambi, DR. Ferry, mewakili Gubernur Al Haris yang berhalangan karena tugas luar kota. Turut hadir perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Ketua KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, serta Ketua Pengprov IPSI Jambi periode 2022-2026, Pelda (Purn) H. Hasan Basri Harahap. Musprov ini menjadi ajang evaluasi dan penyusunan program menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Ketua panitia, H. Wahyudi SE, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga pembentuk karakter. “Dalam pencak silat, kita mencetak atlet yang berkarakter. Jangan sampai begitu dia sudah profesional, malah justru lupa daratan,” ujarnya tegas. Wahyudi juga melaporkan bahwa proposal pembangunan Padepokan IPSI Jambi sudah dikirimkan ke Gubernur hingga Ketua Umum PB IPSI terpilih, Sugiono. “Kami mohon bimbingan dari stakeholder Provinsi Jambi ke depannya. Kami juga mohon dibantu mewujudkan Padepokan IPSI Jambi,” pintanya.
Sementara itu, H. Hasan Basri, menyampaikan kegelisahannya ihwal belum adanya tempat representatif bagi warisan budaya dunia. “Di mana pun tempat selalu kami gaungkan, kita ini mewadahi warisan budaya bangsa, warisan budaya yang sudah diakui UNESCO. Tapi mirisnya, kita belum punya padepokan,” tuturnya. Hasan mengungkapkan, keluhan serupa sempat disampaikan langsung kepada Presiden RI dalam Musyawarah Nasional IPSI di Jakarta beberapa bulan lalu. “Kebetulan beliau mantan Komandan saya di TNI saat tahun 1993. Maka saya sampaikan kendala kami di Jambi. Selanjutnya, kepada seluruh hadirin lah kami serahkan pencak silat ke depannya,” imbuhnya.
Selanjutnya, AKBP Mat Sanusi, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus IPSI periode berjalan. “Saya mengucapkan terima kasih pada Ketua IPSI periode 2022–2026 beserta pengurusnya, yang telah menyumbangkan perkembangan prestasi signifikan di Provinsi Jambi. Kita dibuat harum oleh IPSI saat di PON bela diri Kudus, yang berhasil membawa pulang medali perak,” ungkapnya. Namun ia juga mengingatkan tantangan ke depan. “Ada beberapa cabang olahraga yang saat musprov ketuanya terpilih secara aklamasi, tapi baru berjalan beberapa bulan terjadi boikot, sehingga turun Pelaksana Tugas (PLT) dari pusat. Akibatnya anggaran tak bisa dicairkan. Akhirnya siapa yang terkena dampak? Atlet dan Cabor tidak bisa melanjutkan kejuaraan terdekat. Semoga IPSI Jambi bisa lebih banyak meloloskan atlet di Babak Kualifikasi PON nanti,” pesannya.
Sebelum membuka Musprov, DR. Ferry menegaskan komitmen pemerintah mendukung kemajuan pencak silat Jambi. “Untuk padepokan, silakan diajukan terus proposalnya, baik ke atas (presiden) maupun ke bawah (gubernur). Bila gubernur sudah ACC, kami akan mengawal anggaran tersebut. Kami sepenuhnya mendukung apa pun hasil musprov IPSI tahun 2026 ini,” pungkasnya.
Acara dilanjutkan pemukulan gong oleh DR Ferry sebagai tanda dibukanya Musprov IPSI Jambi tahun 2026, penyerahan Cinderamata kepada Stakeholder yang hadir, dan ditutup dengan doa untuk kemajuan pencak silat Jambi.
(AM)






