Usai Tumbangkan Puluhan Siswa Dengan MBG, BGN Bekukan Sementara SPPG Air Sugihan

OKI83 Dilihat

OKI, oganpost.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Sugihan Bandar Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menyusul insiden puluhan siswa yang diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) yang diterbitkan BGN. Dalam surat itu dijelaskan, penghentian operasional dilakukan setelah ditemukan adanya kejadian gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat yang diduga berkaitan dengan makanan yang diproduksi oleh SPPG Air Sugihan Bandar Jaya.

Sebelumnya, sedikitnya 38 siswa dari SD Bandar Jaya, SMP Bandar Jaya, dan MI Nurul Huda di Kecamatan Air Sugihan dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG. Peristiwa tersebut kemudian memicu evaluasi terhadap operasional SPPG yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, BGN menetapkan penghentian sementara operasional SPPG Air Sugihan Bandar Jaya yang berlaku sejak surat tersebut diterbitkan. Selain itu, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG bersangkutan serta pengalihan penerima manfaat ke SPPG lain agar pelayanan Program MBG tetap berjalan.

Dalam surat tersebut juga ditegaskan, pengelola SPPG diwajibkan menyelesaikan seluruh proses administrasi dan pembayaran operasional sebelum pemberhentian diberlakukan. Sementara status penghentian sementara hanya dapat dicabut setelah pengelola menyampaikan bukti perbaikan beserta dokumen pendukung, yang selanjutnya akan diverifikasi oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan BGN.

Pada lampiran surat, SPPG Ogan Komering Ilir Air Sugihan Bandar Jaya tercantum sebagai satuan pelayanan yang dikenai sanksi penghentian operasional sementara.

Terpisah, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan hingga kini masih ditunggu. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.(SMSI OKI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *