Hari ke-3 Pencarian Korban Jembatan Ambruk di Tanjab Barat, Tim SAR Sisir Sungai Pengabuan

JAMBI157 Dilihat

Tanjung Jabung Barat (JAMBI), oganpost.com — Memasuki hari ketiga, upaya pencarian dua korban hilang akibat insiden runtuhnya jembatan penyeberangan di Dusun Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

Kegiatan pengecekan pelaksanaan pencarian dilakukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB oleh Kapolres Tanjung Jabung Barat, Maulia Kuswicaksono, didampingi Wakapolres Andi Musahar.

Peninjauan ini bertujuan memastikan efektivitas operasi pencarian terhadap dua korban yang hingga kini belum ditemukan pasca ambruknya jembatan yang direncanakan sebagai akses kendaraan roda empat (R4).
Peristiwa tersebut terjadi di lokasi Sungai Limau RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak.

Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Iyan (35) dan Nur Antoni alias Toni (42), keduanya merupakan warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kabag Ops Polres Tanjab Barat AKP Hermanto, Kasat Reskrim AKP Ayub Peter Bernardus, Kasat Samapta AKP Binsar H. Tamba, Kasat Intelkam Iptu Prayitno, serta perwakilan dari Basarnas, BPBD, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa setempat.

Melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen, disampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang aliran Sungai Pengabuan melalui dua rute utama.

Rute pertama mengarah ke hilir menuju Desa Parit Bilal hingga Desa Parit Pudin, sementara rute kedua menyusuri arah hulu menuju wilayah Parit 10 Desa Pasar Senin hingga Kelurahan Senyerang.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Polsek Pengabuan, Basarnas, Polairud Polres Tanjab Barat, BPBD, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi ini, tim menggunakan satu unit perahu karet milik Basarnas, satu unit kapal Polairud, serta sekitar 10 unit perahu pompong milik warga.

Pencarian telah berlangsung sejak Rabu (20/5/2026) dan hingga saat ini korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama masyarakat masih terus berupaya maksimal melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Pihak kepolisian memastikan perkembangan situasi akan terus diperbarui seiring dengan berjalannya operasi pencarian.

LAPORAN : AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *